Yang Mei Shu Jadi Mualaf Usai Dengarkan Adzan
RAMADAN bulan yang dinanti umat muslim
Editor:
edwardi
BANGKAPOS.COM - RAMADAN bulan yang dinanti umat muslim. Rahmat, ampunan dan segala keberkahan yang hanya Allah berikan pada bulan itu, membuat orang berlomba-lomba menanam kebaikan.
Keberkahan ini juga sangat dirasakan Rusdiana Ningsih (Yang Mei Shu), gadis keturunan chinese yang kurang lebih satu bulan menjadi seorang muallaf.
“Sungguh nikmat bisa melakukan ibadah berbuka puasa, bisa ikut sahur dan ikut shalat tarawih, semuanya sangat membuat saya bahagia dengan telah menemukan agama yang benar,” ujarnya saat ditemui Tribun Sumsel di tempat tinggalnya yang berada di jalan RA Abusamah, Kamis (2/6).
Rusdiana yang sekarang memiliki nama Islam Siti Fatimah ini menuturkan kisah dirinya masuk Islam berawal dari rasa ketidaksukaaan dirinya mengenai agama Islam.
Sikap tidak suka (benci) inilah yang membuat dirinya mencari tahu soal kebenaran agama Islam.
“Pengetahuan agama Islam ini saya dapatkan dari buku buku cerita mengenai seorang muallaf yang diberikan oleh Momi (ibu angkat) seorang muslim."
"Beliau tidak pernah memaksakan saya untuk masuk Islam namun dari setiap buku yang saya baca itulah mulai membuat saya ingin tahun soal Islam,” terangnya.
Diana terlahir dari seorang ayah keturunan Jawa agama Islam, sedangkan ibu seorang chinese yang beragama Budha. Sejak kecil dirinya sudah dititipkan kepada kakek dan nenek nya yang keduanya beragama Budha.
“Di sini saya tinggal bersama kakek dan nenek, namun nenek sudah wafat, sekarang tinggal sama kakek. Dulu juga sebelumnya beragama Budha namun ketika masuk jenjang sekolah saya beragama Kristen, namun setelah kenal dan tinggal lama bersama momi serta saya mendapatkah hidayah dari Allah maka saya bisa memeluk agama Islam,” jawabnya.
Ia mengucap dua kalimat syahadat pada 4 Juni 2015 lalu. Sebelumnya sekitar 3 bulan belajar dan mencari tahu mengenai isi kandungan Alquran.
“Selama saya belajar mencari tahu soal Alquran dan agama Islam, saya sempat dua kali diberikan petunjuk dari Allah SWT."
"Pertama saya didengarkan suara adzan saat tengah malam atau pukul 24.00, suara adzan ini bergitu keras terdengar di telinga saya hingga membuat saya terbangun dari tidur padahal tidak ada suara adzan.
"Kedua terjadi selang beberapa hari setelah kejadian pertama, dimana kali ini ada cahaya putih yang sangat terang bersuara seorang pria yang menyuruh saya untuk melakukan sholat tahajud, dan waktu kejadian pun sama ketika tengah malam hari inilah mungkin sebagai bentuk hidayah Allah ke saya,” ujarnya.
Diana meyakinkan diri untuk mengucapkan syahadat, didampingi sahabat dan Momi (ibu angkat) beserta keluarganya. Ia mengucapkan dua kalimah syadahat di Masjid Cheng Ho. Ia merasa usai dirinya menjadi muallaf serasa banyak orang yang lebih memberikan dukungan kepadanya.
Kakek, ibu kandung, dan teman-temannya tak mempermasalahkan pilihannya ini.
“Sekarang saya kuliah di Universitas Katolik Musi Charitas di Fakultas Bisnis dan Akutansi, fokus kepada Ekonomi semester dua."
"Dengan lingkungan teman yang memiliki agama berbeda tak jadi masalah, walau kadang kadang ada beberapa teman yang menanyakan apakah saya serius masuk Islam, dan saya jawab dengan benar dan yakin,” ungkap gadis kelahiran 26 Juli 1996.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/adzan-di-masjid_20150526_214530.jpg)