Disiplin Mahasiswa Polman Babel Lebih Baik Daripada di Malaysia
Mr Yukio Manenaga dari Japan International Corporation Agency (JICA) Jepang merasa betah berada di Lingkungan
Penulis: nurhayati | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati
BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Mr Yukio Manenaga dari Japan International Corporation Agency (JICA) Jepang merasa betah berada di Lingkungan Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman) Babel.
Sudah enam bulan ia menularkan ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan Polman Babel ini. Sikap disiplin yang menjadi etos kerja Negara Jepang inilah ditularkannya kepada para dosen di Polman Babel untuk dibagikan kepada mahasiswa.
Selama berada di Polman Babel, Yukio Manenaga menilai tingkat disiplin para dosen maupun mahasiswa di perguruan tinggi ini lebih baik dibandingkan dengan di Politeknik Teknik Malaysia yang sebelumnya selama tiga tahun dia ditempatkan JICA disana.
"Saya kerja di Jepang sampai usia 50 tahun. Kemudian saya ditempatkan di Malaysia selama tiga tahun di Politeknik Malaysia. Budaya Indonesia berbeda dari Budaya Jepang, tapi saya merasa sedikit lebih baik daripada di Malaysia. Disiplin di Malaysia sedikit kurang baik, kurang disiplin. Mahasiswanya di sini lebih baik tingkat disiplinnya daripada di Malaysia," jelas Yukio Manenaga kepada bangkapos.com, Sabtu (10/10/2015)
Dia mengatakan JICA membantu membuat Polman Babel menjadi perguruan tinggi yang modern di Indonesia dari segi teknologi dan disiplin kerjanya.
Pihak JICA menurutnya terbuka tergantung program dari Polman Babel selanjutnya bagaimana agar bisa tetap membantu.
"Saya merasa di Pulau Bangka kurang industri, hanya PT Timah industri besar yang ada di Bangka. Jadi saya harap mahasiswa Polman Babel akan memberi kemajuan bagi industri di Pulau Bangka. Saya ingin mahasiswa Polman Babel memberikan ilmunya dan berusaha di Bangka. Itu harapan saya," ungkap Yukio Manenaga.
Menurut Direktur Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Dede Buchori Muslim kerjasama JICA dengan Polman Babel sejak tahun 2012 pertam dengan mengirimkan Mr Yamano Tadao.
"Pak Manenaga ini lebih khusus ke peningkatan akademik, bagaimana peningkatan disiplin, kebersihan, segala macam. Beliau ada di Bengkel setiap hari mulai dari masalah kebersihan, yang biasa di bengkel acak-acakan lebih rapi. Beliau baru enam bulan disini tetapi sudah banyak dilakukannya. Beliau terjun langsung. Beliau sampai tahun depan disini," jelas Dede.
Menurutnya, Polman Babel satu-satunya institusi yang mendapat bantuan JICA di luar ibukota provinsi, biasanya di kota-kota besar seperti Semarang, Jakarta, Bandung, Surabaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/yukio-manenaga-di-polman_20151010_190251.jpg)