Senin, 13 April 2026

Takut Banjir, Warga Berok Minta Alur Sungai Dikeruk

Mas Piad salah satu warga setempat, mengakui pendangkalan Sungai Berok akan menyebabkan banjir

Penulis: M Zulkodri | Editor: edwardi

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Takut terjadi banjir, warga yang berada di Kelurahan Berok Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah, tepatnya di RT 12 meminta Pemkab Bateng, segera mengeruk aliran sungai di kawasan tersebut, lantaran sudah terjadi pedangkalan.

Mas Piad salah satu warga setempat, mengakui pendangkalan Sungai Berok akan menyebabkan banjir

" Pendangkalan aliran sungai berok ini, sudah tahap mengkhawatirkan, karena sebelumnya dalam, berubah jadi dangkal, karena karena terjadinya penimbunan tanah dari hulu sungai. Jika tidak dikeruk segera, saya nggak tahu gimana nasib masyarakat sekitar sini (wilayah RT 12 Berok)," ujar Mas Piad kepada wartawan, Selasa (10/11/2015).

Dikatakan Piad, permintaan mereka dianggap wajar, sebab di musim penghujan, wilayah mereka kerap terjadi banjir.

" Kami hanya minta, dikeruk saja bagian tanah atasnya, tidak perlu pasang dam kiri dan kanan, karena tanah itu yang menyebabkan aliran sungai dangkal," ujarnya.

Selain soal pendangkalan aliran sungai, menurut Mas Piad dirinya juga mempertanyakan, pembuatan drainase yang berada di jalan Taman Siswa di RT 12 Berok, sebab menurutnya, aliran drainase tersebut, salah posisi, sehingga aliran air yang seharusnya, tumpah ke Sungai Berok melintasi jalan raya Koba, namun air malah tumpah ke jalan Taman Siswa dan rumah warga.

"Saya nggak habis pikir juga kenapa pemerintah membangun aliran drainase yang seharusnya mengurangi debit air malah menjadi bertambah ke daerah pemukiman warga RT 12 Berok. Seharusnya air kan bisa dialiri dan tumpah ke Sungai Berok bukan ngalir ke daerah kami," kesalnya.

Hal sama dikatakan oleh warga lainnya, Suhaili yang mengatakan proyek yang dibangun pemerintah, bertujuan untuk mengatasi banjir di 2014 tidak berfungsi baik, sebab saluran pembuangan posisinya lebih tinggi dibandingkan debit air.

" Bagaimana air mau mengalir, saluran pipanya, malah lebih tinggi, jadi air di daerah berok dan mengalir, jadi bisa banjir," ucapnya.

Terpisah Ketua DPRD Bateng, Algafry Rachman, ketika dikonfirmasi bangkapos.com, Selasa (10/11/2015) mengenai soal keluhan warga, ini, mengaku akan segera menyikapi hal tersebut, bahkan dirinya sudah membicarakan hal ini, kepada dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti.

Diakui algafry, untuk wilayah Kecamatan Koba, ada tiga titik wilayah yang sering terjadi banjir, yakni di Kelurahan Berok, desa Nibung dan Desa Padang Mulya.

"Kita sudah sampaikan masukan dan aspirasi masyarakat sini terkait aliran sungai dangkal yang ditakutkan menyebabkan banjir. Bahkan senin, kemarin kita langsung meninjau ke lokasi yang dimaksud," ucapnya.

Terpisah Kepala Dinas PU Bateng, Hassan Basri mengatakan soal keluhan warga tersebut, sudah menjadi prioritas dan dimasukkan ke dalam program mereka mengenai normalisasi sungai.

" Soal ini, sudah kita masukkan kedalam program normalisasi yang didanai oleh Direktorat Jenderal Kementerian PU Pusat satu paket dengan normalisasi sungai Berok. namun pengerjaanya tidak bisa sekaligus, sebab anggarannya cukup besar," ucap Hassan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved