Selasa, 14 April 2026

Siaran Pers

RSUD Sungailiat Bersama PT Actavis Gelar Check Kepadatan Tulang Gratis

pemeriksaan tulang ini akan rutin dilaksanakan selama enam bulan sekali, mengingat setiap bertambah usia kepadatan tulang

Penulis: nurhayati | Editor: Hendra
http://bangka.go.id

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- RSUD Sungailiat bersama PT Actavis mengadakan kerjasama melalui dokter spesialis orthopedi dr Muhammad Ma'ruf untuk mengadakan pemeriksaan kepadatan tulang (Bone Mass Density).

Pemeriksaan ini laksanakan selama dua hari yaitu Kamis (13/10/2016) dan Jum'at (14/10/2016) besok.

Pemeriksaan ini dipantau langsung dr Muhammad Ma'ruf bersama asistennya dr Ditho.

Menurutnya, pemeriksaan tulang ini akan rutin dilaksanakan selama enam bulan sekali, mengingat setiap bertambah usia kepadatan tulang seseorang akan menurun.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada seseorang mulai dari umur 20 keatas dan jika terbukti dari hasil pemeriksaan kepadatan tulangnya ada nilai menunjukkan tanda osteopenia yakni kondisi di mana kepadatan massa tulang di bawah normal.

Kondisi ini dapat berakibat pada osteoporosis atau sudah di nilai ostheoporosis.

Untuk itu bagi yang terdeteksi gejala ostheoporosis maka akan dianjurkan untuk konsultasi dengan dr Muhammad Ma'ruf, sebagai dokter spesialis ortopedi.

"Bila Anda adalah wanita pasca menopause atau pria lanjut usia dengan faktor risiko seperti terapi glukokortikoid, riwayat patah tulang oleh trauma kecil, riwayat keluarga patah tulang pinggul, indeks massa tubuh rendah (<20 kg / m²), riwayat merokok atau konsumsi alkohol berat, menopause dini pada wanita atau hipogonadisme pada pria, rheumatoid arthritis, malabsorpsi, penyakit liver atau penyakit ginjal kronis. Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan kepadatan tulang. Bahkan, bila Anda berusia lebih muda namun ingin melakukan langkah-langkah khusus untuk mencegah osteoporosis, Anda mungkin juga
memerlukannya," jelas dr Muhammad Ma'ruf melalui rilis yang dikirimkan Press Officer RSUD Sungailiat
Zulfikar kepada bangkapos.com.

Pemeriksaan untuk mengukur kepadatan mineral tulang dikenal sebagai densitometri, alatnya disebut densitometer. Kepadatan mineral tulang ditentukan oleh jumlah kalsium dan mineral tulang lainnya (dalam mg) yang terkumpul dalam setiap satuan luas (cm2) bagian tulang.

Semakin tinggi kandungan mineralnya, semakin padat massa tulang dan semakin kuat tulang.

Menurutnya, perkembangan teknologi kedokteran yang pesat telah menghasilkan teknik-teknik non-invasif untuk mengukur kepadatan mineral tulang.

"Nilai T (T-score) merupakan unit angka (standar deviasi) di mana kepadatan massa tulang di atas atau di bawah kepadatan mineral tulang orang dewasa muda yang sehat, tanpa memadang ras atau jenis kelamin," ungkap dr Muhammad Ma'ruf.

Dijelaskannya, jika mengalami keropos tulang, nilai T negatif karena memiliki kepadatan mineral tulang yang kurang dari standar. Intepretasi nilai T adalah sebagai berikut: Nilai T (T. Score) artinya di atas -1 kepadatan massa tulang normal.

Sedangkan antara -1 dan -2.5 nilai menunjukkan tanda osteopenia, kondisi di mana kepadatan massa tulang di bawah normal dan dapat berakibat pada osteoporosis dan di bawah -2.5 kepadatan massa tulang mengindikasikan osteoporosis.

"Setiap penurunan satu poin nilai T menunjukkan kehilangan tulang antara 10 sampai 15 persen yang berarti meningkatkan risiko patah tulang pinggul tiga kali dan patah tulang belakang 2,5 kali," kata dr Muhammad Ma'ruf.

Para pasien yang ingin memeriksa sangat antusias menunggu antrian untuk melakukan pengecekan. Dari beberapa hasil pengecekan menunjukkan bahwa Nilai T antara - 1 sampai dengan -2.5 dimana kepadatan massa tulang di bawah normal dan dapat berakibat pada osteoporosis.

Untuk meningkatkan kepadatan tulang yakni dengan cara konsumsilah kalsium dalam jumlah cukup, pastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin D, B, C, K dan E dengan cukup, konsumsi makanan yang mengandung magnesium.

"Magnesium merupakan mineral penting untuk seluruh bagian tubuh termasuk tulang, awasi konsumsi kafein dan alkohol dan terapkan pola hidup sehat," pesan dr Muhammad Ma'ruf.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved