Tribunners
Mencari Wakil Rakyat demi Rakyat
Perjuangan yang gigih untuk membangun Indonesia adalah semangat yang juga harus dimiliki oleh wakil rakyat masa kini
Oleh: Istiya Marwinda, S.I.P., M.H. - Politisi Perempuan Bangka Selatan
TAHAPAN Pemilu 2024 sudah berlangsung sejak Juni 2022 lalu, terhitung satu tahun lebih. Sejak Orde Baru lengser dari peradabannya, pemilu menjadi lebih demokratis secara prosedural, walau ternilai tetap saja memiliki coretan kelam terkait dalam tingkah laku elite politik tertentu. Seperti halnya tidak menyurutkan praktik korupsi, kolusi ataupun nepotisme, bahkan melihat fenomena ketidakadilan dan tidak tegaknya hukum di Republik ini.
Demikian melihat ke belakang pada Pemilu 2019, tidak terlepas dari permasalahan, baik pada saat persiapan pemilu hingga pada penetapan hasil pemilu. Ambil saja contoh, Bawaslu ketika itu di beberapa daerah menemukan masih ada kekurangan logistik di lapangan seperti kekurangan kertas suara tentunya karena penetapan DCT yang tidak valid. Selain itu, masih banyak kekecewaan pemilih yang namanya tidak tercantum dalam daftar pemilih dan juga hal-hal yang lain. Termasuk juga data DCT yang sudah meninggal justru masih belum dihapus. Belum lagi pengalaman yang pernah dijumpai adalah masih banyak TPS yang mengulang pemilihan karena adanya hal lain yang terjadi di lapangan.
Begitulah lika-liku penyelenggaraan pemilu yang harus siap dihadapi demi melakukan pesta demokrasi satu kali dalam lima tahun. Namun, semangat ini harusnya tidak membuat goyah demi berlangsungnya proses demokrasi. Yang mana harus sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 12 tahun 2003 tentang Pemilu Anggota Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), harus terlaksana dengan berkeadilan dan jujur agar dapat menemukan wakil rakyat yang berkualitas nantinya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus jeli dalam bertugas, menjaga muruah seorang penyelenggara pemilu dengan saksama, serta tidak mengkhianati sumpah seorang petugas pemilu. Yang juga dalam hal ini Bawaslu harus menjernihkan segala penglihatan, pendengaran untuk mencari hingar-bingar pelanggaran yang terjadi saat proses Pemilu 2024 ini berlangsung. Seyogianya upaya ini akan menyaring para peserta pemilu yang berkualitas.
Mencari Sosok Wakil Rakyat
Pencarian sosok wakil rakyat sangat penting dalam proses penyelenggaraan pemilu. Inti dari wakil rakyat adalah mewakili segala kepentingan rakyat. Suatu masyarakat yang hidup dalam sebuah negara pasti memiliki kepentingan, maka masyarakat tersebut harus terakomodasi segala kebutuhannya. Mereka harus mampu kuat untuk dapat memenuhi segala kebutuhan dalam menjalankan kehidupan. Setiap wilayah harus memiliki wakil rakyat yang memiliki karakteristik dalam menjalankan sebuah tugas ataupun amanah.
Salah satu dari banyak karakteristik wakil rakyat yang bisa kita ambil contoh adalah Ir Soekarno, yakni Presiden pertama Republik Indonesia. Beliau menjadi sosok yang juga dicintai oleh rakyatnya. Ia memberikan cinta yang tulus kepada rakyat Indonesia. Pengabdiannya kepada bangsa sudah sangat mendunia. Pengabdiannya jugalah yang mengantarkan negara Indonesia merdeka.
Perjuangan yang gigih untuk membangun Indonesia adalah semangat yang juga harus dimiliki oleh wakil rakyat masa kini. Walau di akhir hayatnya mendapat hujatan dan cacian, namun beliau sudah tercatat sebagai wakil rakyat yang dicintai rakyatnya.
Memang, mencari sosok wakil rakyat itu penuh dengan kebingungan. Namun untuk bisa menjaga stabilitas negara ini, penentuan sosok wakil rakyat sangatlah penting. Setiap sosok wakil rakyat memiliki karakter yang berbeda-beda, namun pasti ada yang memiliki cita rasa yang bisa dinikmati oleh rakyat. Dalam artian, wakil yang mempunyai kapasitas yang mampu menjadi seorang pemimpin, membuat kebijakan-kebijakan yang prorakyat, berintegritas, mempunyai kapabilitas dan juga tidak menuju ke arah kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).
Demi Kemakmuran Rakyat
Segala perlakuan dan iktikad baik untuk kepentingan rakyat sudah pasti dilakukan untuk menjadikan rakyatnya makmur dan sejahtera. Yang mana sudah cocok sekali apabila ditegakkan di negara kita yang berasaskan demokrasi. Seperti pada prolog Redi Panuju, demokrasi adalah seni bagaimana menggunakan kekuasaan secara bijak sehingga mampu menjadi instrumen maupun tools mencapai tatanan masyarakat yang berkeadilan, berprikemanusiaan, berbagi dalam pluralitas dan bersinergi dalam menginfestasikan seluruh potensi.
Jika wakil rakyat memiliki kapasitas dalam membangun negara maupun daerah dengan memperhatikan potensi yang ada untuk bisa diinvestasikan sebagai sebuah peluang kemajuan bangsa, maka kemakmuran rakyat akan terjadi. Tidak hanya itu, wakil yang memiliki gagasan dalam jalur politik, maka tentunya tidak diragukan lagi sikap "bijak"-nya.
Sikap politik dan pendidikan politik harus dimiliki oleh wakil rakyat. Karena wakil rakyat yang memiliki pendidikan politik akan memiliki kematangan dalam menjalankan demokrasi. Yang mana dengan demokrasi diharapkan dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat bila memang digunakan secara bijak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/2023830_Istiya-Marwinda-Politisi-Perempuan-Bangka-Selatan.jpg)