Tribunners
Memaknai Harkitnas Menuju Indonesia Emas
Momentum Harkitnas hendaknya tak lepas dari cita-cita bangsa Indonesia untuk terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal baik guna membawa kemajuan
Oleh: Noni de.Lima - Penyiar Radio EL John Fm Pangkalpinang
HARI Kebangkitan Nasional selalu diperingati setiap 20 Mei di Indonesia. Penyebutan salah satu hari nasional ini kerap disingkat dengan Harkitnas. Ada beberapa faktor pendorong yang melahirkan Harkitnas seperti penderitaan akibat penjajahan, kenangan kejayaan masa lalu, dan hadirnya kaum intelektual sebagai pemimpin beragam gerakan di tanah air. Selain itu, kemunculan paham-paham baru dari Eropa dan Amerika seperti nasionalisme, liberalisme, dan sosialisme hingga kesadaran negara-negara di Asia untuk melawan negara Barat akibat kemenangan Jepang atas Rusia makin menjadi ragam faktor hadirnya spirit kebangkitan nasional di benak bangsa Indonesia.
Kemunculan organisasi kepemudaan seperti Boedi Oetomo dan cikal bakal pertemuan Sumpah Pemuda juga turut menjadi momen penting dari bangkitnya pergerakan masyarakat Indonesia. Refleksi sejarah Harkitnas ini menjadi penting bagi generasi penerus bangsa untuk dapat kembali menggelorakan semangat memelihara keutuhan bangsa, terlebih di tengah era globalisasi.
Bila ditelaah lebih dalam, Indonesia memiliki masyarakat dari beragam suku bangsa, ras, dan agama menjadi modal sosial yang baik bagi kemajuan suatu bangsa. Bagaimana tidak? Kekayaan budaya dan adat istiadat ditopang dengan kehadiran Pancasila dengan butir-butir sila mampu melahirkan masyarakat yang harmoni dalam bingkai toleransi yang erat sebagai cerminan kekuatan suatu bangsa.
Momentum Harkitnas hendaknya tak lepas dari cita-cita bangsa Indonesia untuk terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal baik guna membawa kemajuan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Aktor utama yang berperan penting dalam mewujudkan hal tersebut adalah generasi muda penerus bangsa yang digadang-gadang akan mencapai era generasi emas di tahun 2045 yang berisi ragam wacana dan gagasan dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, penuh kompetensi hingga mampu berdaya saing baik secara lokal maupun global.
Hal pokok yang menjadi garis tebal dalam pencapaian cita-cita tersebut adalah pembangunan sumber daya manusia yang siap memimpin Indonesia di masa depan. Dewasa ini, generasi milenial, generasi X dan generasi alpha masuk dalam kelompok yang menjadi sorotan pembangunan SDM berkualitas. Dengan kata lain, 3 kelompok generasi muda ini hendaknya mampu memainkan peran sentral dalam usaha mewujudkan kebangkitan nasional yang berkelanjutan.
Beragam fenomena sosial masyarakat dan persoalan bangsa yang kompleks mulai dari pengelolaan kekayaan sumber daya alam, penciptaan lapangan usaha dan kerja baik skala makro dan mikro, pemanfaatan teknologi informatika yang tepat guna hingga kebijakan hukum, ekonomi, geopolitik hingga kerja sama internasional adalah beberapa poin persoalan yang akan mencapai masa perpindahan tongkat estafet pada generasi muda sehingga perlu kiranya merefinisikan serta memberi fokus lebih pada Harkitnas agar generasi muda lebih peduli akan kedudukan negara yang kuat di masa depan.
Makna Harkitnas tidak hanya sebatas mengulang pengetahuan tentang cerita histori perjuangan pendahulu bangsa dalam membangun nama baik negara saja, tetapi juga hendaknya dibarengi dengan merealisasikan berbagai ide pengembangan negara dengan segala potensi yang dimiliki Indonesia. Salah satu ide kemajuan bangsa yang menjadi fokus bagi pemerintah adalah transformasi beragam industri dasar menjadi industri berbasis hilirisasi di segala sektor usaha sehingga mampu melahirkan nilai lebih bagi produk asli dari Indonesia.
Selain itu, tujuan hilirisasi tersebut juga mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang berkelanjutan hingga 6,1 persen pada 2028 mendatang. Keuntungan lain dari adanya hilirisasi industri adalah terbukanya keran ekspor produk-produk ke luar negeri dengan catatan menggunakan mekanisme penjualan yang mampu memberikan devisa bagi negara dengan jalur yang benar.
Transformasi ini tentu akan terwujud dengan maksimal bila dilakukan oleh generasi muda dengan sumber daya manusia yang baik pula. Pendidikan dan pemahaman hukum serta adab perilaku sosial penting untuk kiranya diterapkan dalam diri seluruh generasi muda karena dengan modal sosial yang maksimal tentu ide pembangunan yang dicita-citakan akan terealisasi dengan baik. Perubahan pola pikir untuk selalu mengutamakan pemakaian produk dalam negeri adalah salah satu kampanye yang perlu digalakkan sehingga mampu menjadi primadona di negeri sendiri.
Konsep hilirisasi dalam segala bidang patut memperoleh apresiasi semua pihak, namun perlu dibarengi dengan sistematika yang apik yang dibarengi dengan kesiapan SDM, baik pelaku maupun penikmat atau konsumen produk di dalam maupun luar negeri. Penggunaan sumber daya alam yang bisa diperbarui maupun yang tidak bisa diperbarui juga harus dipahami dengan detail oleh semua pihak sehingga dapat tertata kelola dengan teratur.
Pembentukan kebijakan dan regulasi pemerintah yang adil dan tepat sasaran juga merupakan kata kunci keberhasilan semua ide kemajuan bangsa yang menjadi harapan bersama. Wajah kebangkitan sebuah bangsa tentu tercermin dari pemerataan kesejahteraan semua golongan masyarakat. Oleh sebab itu, penerapan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah pola dasar yang perlu ditekankan semua pihak.
Jalinan kolaborasi antarpihak juga perlu diterapkan dalam upaya mewujudkan semua proses transformasi demi kebangkitan nasional yang merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selamat Hari Kebangkitan Nasional. Mari bersama Bangkit untuk Indonesia Emas! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240519_Noni-de-Lima-Penyiar-Radio-EL-John.jpg)