Selasa, 14 April 2026

Berita Bangka Selatan

PMI Kabupaten Bangka Selatan Optimalkan Stok Darah

Setiap tahunnya PMI masih banyak kekurangan ratusan kantong darah dari jumlah yang dibutuhkan masyarakat

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ketua PMI Kabupaten Bangka Selatan, Debby Vita Dewi ketika berfoto bersama dengan para penderita thalasemia di Kota Toboali, Kamis (19/12/2024). Melalui momentum itu PMI mengajak masyarakat untuk mau mendonorkan darahnya setiap tiga bulan sekali. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terus mengoptimalkan kebutuhan darah di tengah masyarakat.

Setiap tahunnya PMI masih banyak kekurangan ratusan kantong darah dari jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga hal ini membuat PMI harus memutar cara bagaimana kebutuhan darah bisa terpenuhi.

Ketua PMI Kabupaten Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan setiap tahun pihaknya membutuhkan sebanyak 1.500 kantong darah bagi masyarakat. Sedangkan PMI hanya bisa memenuhi sekitar 50 persen atau 750 kantong darah setiap tahunnya.

Sementara permintaan akan transfusi darah setiap tahun naik sekitar 30 persen dari total kebutuhan semula. Sehingga hal ini membuat PMI harus memutar cara bagaimana kebutuhan darah bisa terpenuhi.

“PMI terus bekerja keras, berupa maksimal bagaimana mencukupi kebutuhan darah di Kabupaten Bangka Selatan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (19/12/2024).

Debby mengungkapkan tingginya permintaan darah di tengah masyarakat tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang mengalami perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh. Baik untuk keperluan persalinan, banyaknya penderita penyakit kronis yakni anemia hingga beberapa penyakit lainnya.

Belum lagi ditambah masyarakat penderita penyakit thalasemia, mereka selalu membutuhkan transfusi darah rutin setiap bulan.

Sedangkan pendonor darah secara sukarela ke PMI masih sedikit. Menurutnya, semakin banyak orang yang bersedia menjadi pendonor, kebutuhan dan persediaan darah di daerah akan dapat tercukupi.

Dampaknya lebih banyak masyarakat yang akan terselamatkan, khususnya bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah. Seperti diketahui donor darah bukan hanya tentang memberi darah, akan tetapi memberikan harapan hidup.

“Karena banyak sekali membutuhkan darah, ayo kita bantu masyarakat kita. Lewat setetes darah, bisa membantu dan menyelamatkan sesama,” ujar Debby.

Guna memenuhi kebutuhan darah, PMI turut menjalin Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerja sama dengan semua pihak tanpa terkecuali. Mulai dari jajaran Kodim 0432/Bangka Selatan, Polres Bangka Selatan, instansi vertikal hingga perusahaan maupun stakeholder terkait.

Selain itu, terobosan lain untuk meningkatkan minat masyarakat agar mau mendonorkan darah dengan cara jemput bola. Juga melakukan edukasi terkait manfaat bagi yang membutuhkan, kegiatan donor darah dapat memberikan banyak dampak positif. Baik bagi penerima darah maupun pendonor itu sendiri.

Antara lain meningkatkan produksi sel darah baru, menjaga kesehatan jantung, serta menurunkan risiko penyakit serius. Donor darah adalah bentuk pertolongan nyata yang bisa diberikan oleh setiap individu untuk sesama.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda-Red), kejaksaan, polres dan kodim serta PT Timah. Karena mereka rutin mendonorkan darah,” sebutnya.

Dengan adanya fenomena ini Debby berharap para pendonor dapat menyebarkan informasi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya donor darah. Terpenting mampu menghilangkan rasa takut yang sering menghalangi orang untuk mendonorkan darahnya.

Setiap tetes darah yang didonorkan merupakan kehidupan bagi orang lain yang sedang membutuhkan.

“Kami mengajak masyarakat jangan pernah ragu melaksanakan donor darah di PMI Bangka Selatan,” ucap Debby.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved