Berita Bangka Selatan
Desa Airgegas Jadi Lokus Program Aik Bakung Perdana Tahun 2025
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan Desa Airgegas menjadi lokasi pertama program Aik Bakung pada tahun 2025 ini.
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Program Ajak Bupati Kite Sambang Kampung alias Aik Bakung edisi ke-26 kembali dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.
Kali ini program pelayanan publik jemput bola tersebut dilaksanakan di Desa Airgegas, Kecamatan Airgegas. Di mana pemerintah setempat memindahkan semua pelayan publik ke daerah itu selama dua hari, terhitung mulai tanggal 21-22 Januari 2025.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan Desa Airgegas menjadi lokasi pertama program Aik Bakung pada tahun 2025 ini.
Pihaknya memastikan akan merealisasikan sejumlah permintaan warga pada tahun ini. Pasalnya, pemerintah datang guna menjadi pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani. Sekaligus menyerap aspirasi masyarakat melalui dialog dan langsung menjawab apa yang menjadi keluh kesah masyarakat.
“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat luar biasa. Kita pilih Desa Airgegas memang wilayahnya termasuk jauh dari Kota Toboali,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (22/1/2025).
Riza Herdavid menyebutkan Aik Bakung ini merupakan program yang pro rakyat karena mendekatkan seluruh pelayanan kepada masyarakat.
Diklaim memberikan dampak positif terhadap masyarakat terkait efektivitas biaya dan waktu. Program Aik Bakung menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang ada di desa-desa.
Sekaligus memangkas birokrasi yang panjang dan berbelit sehingga masyarakat lebih cepat merasakan dampak dari pelayanan publik yang dihadirkan pemerintah.
Melalui Aik Bakung pemerintah mencoba mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat di pedesaan. Masyarakat tidak perlu lagi datang ke ibukota kabupaten guna mengurus administrasi, melainkan pelayanan publik juga turut dipindahkan ke desa.
Mulai dari pembuatan dokumen kependudukan, pelayanan kesehatan, pasar murah, pembayaran pajak kendaraan maupun bangunan, pembuatan sertifikat tanah, hingga perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Karena program ini program sangat pro rakyat. Program ini menurut Riza-Debby betul-betul sangat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Program ini menjadi betul-betul prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan,” jelas Riza Herdavid.
Di sisi lain sambung dia, Aik Bakung di Desa Airgegas memang tidak ada permasalahan yang berarti. Masyarakat juga saat ini sudah bisa mengadu dan memberikan informasi kepada pemerintah setempat secara langsung dan berlangsung secara dua arah.
Oleh karenanya, tidak banyak permintaan yang diminta oleh masyarakat di Desa Airgegas. Termasuk dalam pemberian bantuan kepada masyarakat setempat.
Oleh karena itu, dirinya menegaskan program Aik Bakung bukan program politik ataupun kendaraan politik. Hal tersebut dibuktikan setelah ditetapkan menang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Selatan dengan perolehan suara sebanyak 64.795 suara sah atau 84,2 persen program Aik Bakung tetap dijalankan.
Dengan tujuan utama pemerintah harus bisa melayani masyarakat dengan baik.
| Harga TBS Masih Dibahas, Perusahaan di Bangka Selatan Tunggu Hasil Kesepakatan |
|
|---|
| Apkasindo Bangka Selatan Pasang Batas, Harga Sawit Tidak Boleh di Bawah Rp2.800 |
|
|---|
| Harga TBS Petani Anjlok, Pemkab Bangka Selatan Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| Harga TBS Minimal Rp2.800, Ini Strategi Pemkab Bangka Selatan Lindungi Petani |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Undang Petani dan Pengusaha Sawit Bahas Harga TBS Tak Sesuai Pasaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Riza-Herdavid-dan-Debby-di-Program-Aik-Bakung.jpg)