Berita Bangka Selatan

Seleksi Terbuka JPT di Bangka Selatan Dipastikan Fair, Tanpa Titip-Titipan

pelaksanaan seleksi terbuka yang sedang dilakukan bebas dari titip-titipan mereka yang berkepentingan. Proses seleksi dijamin bersih lantaran...

Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Selatan, Suprayitno. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -– Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menegaskan pelaksanaan seleksi terbuka jabatan tinggi pratama (JPT) berlangsung secara fair play alias sportif. Proses seleksi juga dipastikan bersih dari praktik titip-titipan dan intervensi pihak berkepentingan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Selatan, Suprayitno menegaskan pelaksanaan seleksi terbuka yang sedang dilakukan bebas dari titip-titipan mereka yang berkepentingan. Proses seleksi dijamin bersih lantaran setiap tahapan seleksi dinilai berdasarkan kompetensi masing-masing peserta lelang jabatan. Apalagi panitia seleksi turut melibatkan akademisi hingga pegawai Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kami pastikan transparan dan tidak ada titip-titipan, clear (Bersih-Red). Karena semua merupakan kompetensi bersangkutan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, ada 24 orang yang ikut dalam seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah serta enam kepala organisasi perangkat daerah. Empat orang di antaranya mendaftarkan diri ikut lelang jabatan posisi sekretaris daerah. Lalu, masing-masing empat orang ikut lelang dua jabatan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) serta Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP).

Dilanjutkan masing-masing tiga orang pelamar ikut seleksi posisi Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Dilanjutkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO). Diakuinya Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid tidak memberikan pesan khusus kepada siapa pun yang menjadi peserta. Sebagai kepala daerah ia hanya memesan agar panitia bekerja profesional.

Baca juga: 20 ASN Bersaing Rebut Enam Kursi Kepala Dinas dan Badan di Bangka Selatan

“Arahan pimpinan dan agar semua diikuti sesuai dengan tahapan dan jangan main-main,” ujar Suprayitno. 

Adapun dalam tahapan asesmen yang sedang dilakukan lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggandeng Markas Besar (Mabes) Polri. Tujuannya adalah untuk menilai kompetensi, keterampilan dan potensi calon pejabat secara objektif demi menghasilkan sumber daya manusia pemerintahan yang unggul dan profesional. Asesmen membantu memastikan bahwa pejabat yang terpilih memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan jabatan. 

Hasil asesmen digunakan sebagai salah satu dasar untuk menjaring pejabat yang berkualitas dan profesional. Asesmen dilaksanakan di Polda Kepulauan Bangka Belitung mulai tanggal 2-4 September 2025. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta agar selalu mempersiapkan diri dalam mengikuti setiap tahapan seleksi. Jangan sampai jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan justru peserta terus mencari ‘kambing hitam’ atas kesalahan yang dilakukan sendiri.

“Karena semua tahapan fair play. Seluruh peserta diharapkan oleh pimpinan untuk kerja samanya sehingga terciptalah kepada aparatur yang handal ke depannya,” papar Suprayitno.

Kata Suprayitno semua tahapan dipastikan berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Tahapan penulisan makalah dilakukan pada Senin (8/9/2025) pekan depan dilanjutkan dengan wawancara yang dilaksanakan pada tanggal 9-12 September 2025 untuk posisi jabatan sekretaris daerah maupun kepala badan dan dinas. Diagendakan pada tanggal 19 September 2025 semua tahapan telah selesai, sehingga panitia seleksi tinggal memberikan nama-nama tiga besar peserta seleksi kepada kepala daerah.

Mengingat kepala daerah memiliki hak prerogatif sebagai pejabat pembina kepegawaian (PPK). Siapapun yang terpilih menjadi sekretaris daerah maupun kepala organisasi perangkat daerah merupakan keputusan mutlak Bupati. 

“Kalau ada indikasi kecurangan itu bisa dibatalkan. Karena memang semua tim ditunjuk sebagai panitia seleksi berintegritas,” tegas Suprayitno. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved