Algafry Rahman Optimalkan Sektor Perikanan dan Pertanian, Solusi Proyeksi Pendapatan Daerah Turun
Pada tahun ini, pendapatan diproyeksikan mengalami penurunan sekitar 13,98 persen menjadi sebesar Rp811,2 Miliar dari target tahun 2025
Penulis: Rifqi Nugroho | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kebijakan penurunan anggaran dan Transfer ke Daerah (TKD) yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat pada 2026 menjadi tantangan bagi setiap daerah. Tantangan ini turut dirasakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah.
Pada tahun ini, pendapatan diproyeksikan mengalami penurunan sekitar 13,98 persen menjadi sebesar Rp811,2 Miliar dari target tahun 2025.
Sebagai bentuk antisipasi, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyebut pihaknya berusaha mencari cara lain yang mampu menyumbang penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, salah satu yang akan dioptimalkan oleh jajarannya yakni potensi pada sektor Perikanan dan Pertanian.
Ia menerangkan, langkah tersebut diambil karena potensi-potensi dalam bidang Perikanan ataupun Pertanian di wilayah Bangka Tengah sangat melimpah.
Di sisi lain, dua fokus utama di atas juga sesuai dengan peta jalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMN) yang dimiliki Bangka Tengah.
Namun, Algafry tak menampik jika pihaknya berharap agar sektor pertambangan khususnya timah menjadi alternatif lain penopang ekonomi.
Hal itu disampaikannya saat hadir dalam dialog Ruang Tengah Bangka Pos yang berlangsung pada Kamis (22/1/2026).
Berikut petikan wawancara eksklusif yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Bangka Pos Group, Ade Mayasanto:
1. Q: Apa yang kemudian menyebabkan pendapatan Bangka Tengah menurun 14 persen?
A: Ya, faktor penurunan itu lebih condong karena pengurangan dana transfer ke daerah (TKD). Penurunan TKD ini kami hampir mendekati sekitar 17 persen, yang kami terima, tapi di satu sini, tahun 2025 progres pendapatan kami meningkat dari tahun sebelumnya. Tetapi penurunan TKD ini tidak hanya di Bangka Tengah, jadi pasti itu akan mengalami penurunan secara keseluruhan di Indonesia.
2. Q: Apakah penurunan ini akan berdampak terhadap pelayanan publik?
A: Kalau kita bicara pelayanan publik, pasti kita mengupayakan tetap seperti semula, tapi mungkin dalam hal ini kita akan menurunkan volume nya saja. Jadi misal contohnya, sebentar lagi bulan Ramadan, biasanya kita ke setiap Desa untuk berbuka puasa bersama untuk membawa bantuan segala macam, kemungkinan nanti hanya terwkili. Jadi secara kepemerintahan tentu tidak masuk untuk semua desa, itu contohnya.
3. Q: Apakah juga akan berpengaruh pada pelayanan kesehatan?
A: Kalau dari kesehatan, kita tentu fokus untuk itu, jadi untuk kesehatan sebisa mungkin tidak ada perbuhan-perubahan signifikan. Artinya kalau masyarakat sakit silahkan datang ke Puskesmas, cukup bawa identitas diri, KTP, itu bisa kita layani sampai tingkatan-tingkatan berikutnya. Volume tidak akan berkurang untuk kesehatan ini.
4. Q: Berarti program-program prioritas yang menjadi Legacy di 2026?
A: Saya merujuk ke atas dulu ya, kami membuat program pasti seusai RPJMD, kemudian RPJMN kita tidak boleh keluar dari situ. Kita lihat RPJMD Provinsi berarti kita juga harus ikut. Nah Provinsi mengarahkan Bangka Tengah akan menjadi pusat Agrikultur dan Holtikultura, sekaligus energi baru dan terbarukan. Jadi ada dua kepentingan pertanina dan perikanan akan menjadi sentral.
Bagaimana kami melakukan itu, saat ini kita mulai berkolaborasi dengan tokoh masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan yang ada. Misal ada orang punya lahan tapi tidak punya modal, kami hubungkan dengan tokoh masyarakat termasuk kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk mengembangkan lokasi potensial. Termasuk di sektor perikanan agar sentra nelayan yang kami ajukan bisa teralisasi, selain budidaya ikan air tawar yang terus berkembang. Bukan yang lain tidak, tapi kita mengikuti rumusan dari atas tadi.
5. Q: Dari dua sektor itu berapa kira-kira pendapatan yang bisa di dapat?
A: Alhamdulillah, kalau di perikanan ini peningkatan luar biasa. Jadi PAD dari Dinas Perikanan itu meningkat 120 persen lebih, itu dikisaran Rp 400 juta sendiri dari mereka, itu untuk ikan saja. Kita ada pembibitan benih udang atau bennur, itu banyak pemiantnya, dari Bangka Barat, Bangka, itu laris. Kemudian kita tidak sebatas itu, kita berusaha agar lokasi perikanan dimanfaatkan pihak ketiga.
| Bangka Tengah Optimistis Wakil Paskibraka 2026 Lolos hingga Tingkat Nasional |
|
|---|
| Pemkab Bangka Buka Sinyal Rekrutmen CPNS 2026, Bupati Fery: Kuota Disesuaikan Jumlah Pegawai Pensiun |
|
|---|
| DPPKBPPPA Bangka Tengah Sosialisasi Perlindungan Anak dan Perempuan ke Wali Murid SD 3 Lubuk Besar |
|
|---|
| Pengrajin Kapal Tradisional di Desa Bangka Kota Makin Berkurang, Hanya Kurang dari 10 Orang Bertahan |
|
|---|
| 144 Pramuka Bangka Tengah Ikuti Seleksi Jambore Nasional 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260122-Bupati-Bangka-Tengah-Algafry-Rahman-saat-hadir-dalam-dialog-Ruang-Tengah.jpg)