Pria Hilang di Sungai Mendo
Jauhari Ditemukan Meninggal Dunia, Teror Buaya di Sungai Mendo Jadi Alarm Keras Awal 2026
Tim SAR temukan jasad Jauhari (40) yang diterkam buaya di Sungai Mendo, Bangka. Simak analisis data serangan buaya sepanjang 2025-2026.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Ringkasan Berita:
- Jasad Jauhari (40), pemancing yang hilang diterkam buaya di Sungai Mendo, ditemukan meninggal dunia Rabu (11/2/2026) pagi.
- Data Bangkapos.com mencatat tren serangan predator meningkat setiap Februari, termasuk insiden maut di Belitung dan Bangka Barat dalam sepekan terakhir.
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Upaya pencarian terhadap Jauhari alias Buluk (40), pemancing yang dilaporkan hilang di Sungai Mendo, Kecamatan Mendo Barat, akhirnya membuahkan hasil.
Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (11/2/2026) pagi.
Penemuan ini menambah daftar panjang konflik maut antara manusia dan predator air di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya dalam siklus agresivitas buaya yang puncaknya terjadi setiap bulan Februari.
Kronologi Penemuan Korban di Sungai Mendo
Jasad Jauhari ditemukan sekitar pukul 08.50 WIB tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan hilang.
Proses evakuasi segera dilakukan setelah tim berhasil mengidentifikasi posisi korban yang diduga kuat menjadi sasaran terkaman buaya muara.
“Sekitar jam 8.50 WIB tadi ketemunya, dalam keadaan meninggal dunia,” kata salah seorang anggota BPBD Bangka kepada Bangkapos.com.
Sebelumnya, Jauhari dilaporkan hilang pada Selasa (10/2/2026) malam.
Ia tengah memancing bersama rekan-rekannya sebelum tiba-tiba menghilang. Di lokasi kejadian, rekan korban hanya menemukan senter yang masih menyala dan alat pancing (tajur) yang tertinggal begitu saja di pinggir sungai.
Kendala Pencarian: Predator dan Medan Berat
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menjelaskan bahwa pencarian telah diupayakan secara maksimal sejak malam kejadian menggunakan teknologi drone thermal.
“Pencarian semalam kami maksimalkan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban maupun predator yang diduga menerkam korban, namun hasilnya masih nihil,” kata Mikel.
Medan yang berat dan risiko keberadaan predator menjadi tantangan utama bagi personel di lapangan.
“Operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala, seperti kondisi sungai yang memiliki banyak anak sungai serta potensi keberadaan hewan buas di sekitar lokasi kejadian. Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan tinggi,” tambahnya.
Analisis Data: Siklus Berdarah Februari (2025-2026)
Data yang dihimpun Bangkapos.com menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.
Bulan Februari tampaknya menjadi periode paling rawan serangan buaya di Bangka Belitung. Berikut adalah rangkumannya:
Update Serangan Buaya 2026 (Januari - Februari)
Hanya dalam waktu sepekan di Februari 2026, telah terjadi tiga insiden besar:
- 9 Februari (Belitung): Rusmanto (40) tewas diterkam di Kolong Dusun Mempiu. Evakuasi memakan waktu 7 jam hingga jasad korban dilepaskan predator.
- 10 Februari (Bangka Barat): Karmin (49) selamat dari serangan buaya di kolong eks tambang setelah melawan menggunakan kayu.
- 11 Februari (Bangka): Jauhari (40) ditemukan tewas di Sungai Mendo setelah hilang sehari sebelumnya.
Rekapitulasi Serangan Buaya 2025
| Polisi Sambangi Pemancing Sungai di Sungailiat, Imbau Waspada Serangan Buaya |
|
|---|
| Berpencar Pasang Pancing Tajur, Teriakan Disertai Gemuruh Air Awal Curiga Jauhari Diterkam Buaya |
|
|---|
| Jasad Jauhari Pemancing Diterkam Buaya Sungai Mendo Ditemukan Tersangkut di Jaring Ikan |
|
|---|
| Breaking News - Jauhari Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Diterkam Buaya Sungai Mendo |
|
|---|
| Tim SAR Gabungan Masih Cari Pemancing yang Hilang di Sungai Mendo, Ada Teriakan Minta Tolong |
|
|---|