Minggu, 10 Mei 2026

Berita bangka

Antrean BBM Mengular di Sungailiat, Warga Panik Isu Dampak Perang Iran–AS

Antrean panjang BBM terjadi di sejumlah SPBU Sungailiat hingga lebih dari 1 kilometer. Warga panik akibat isu dampak perang Iran–AS

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
(Bangkapos/Arya Bima Mahendra)
ANTRE BBM - Sejumlah warga saat mengantre BBM di sejumlah SPBU di Kota Sungailiat, Bangka, Kamis (5/3/2026). Antrean panjang mengular sejak beberapa hari terakhir lantaran panic buying. 
Ringkasan Berita:Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga lebih dari satu kilometer di sejumlah SPBU Kota Sungailiat, Bangka.
Kepanikan warga dipicu isu kelangkaan BBM akibat konflik Iran dan Amerika Serikat.
Pertamina menegaskan stok BBM di Pulau Bangka aman dan distribusi bahkan telah ditambah hingga 25 persen.

 

BANGKAPOS.COM--Panas terik matahari tak menyurutkan langkah warga untuk mengantre bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (5/3/2026).

Sejak siang hari, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular panjang hingga keluar dari area SPBU.

Bahkan, panjang antrean diperkirakan mencapai lebih dari satu kilometer dan meluber hingga ke bahu jalan.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat karena kendaraan yang mengantre memakan sebagian badan jalan.

Membludaknya antrean BBM tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat setelah beredarnya isu kelangkaan BBM yang dikaitkan dengan konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Isu tersebut membuat sebagian warga memilih mengisi BBM lebih awal karena takut tidak kebagian.

Mega, salah satu warga yang mengantre di SPBU Parit Padang, mengaku sempat diliputi rasa waswas setelah melihat antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau orang lain panik, kita jadi ikut panik juga,” kata Mega saat ditemui di lokasi.

Warga Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali itu sengaja berkendara ke Sungailiat untuk mencari BBM menggunakan sepeda motor miliknya.

Menurutnya, SPBU yang berada dekat dengan rumahnya saat itu sedang kehabisan stok dan masih menunggu pengisian.

“Takut juga karena sudah pernah kejadian dulu. Kami ini kan sering wara-wiri kerja, jadi kalau BBM habis repot,” ujarnya.

Pertamina Pastikan Stok Aman

Menanggapi kondisi tersebut, pihak Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Pulau Bangka dalam kondisi aman dan mencukupi.

Terminal Manager Pertamina Pangkalbalam, Tri Awan, mengatakan antrean panjang yang terjadi lebih disebabkan oleh kepanikan masyarakat yang khawatir akan terjadi kelangkaan BBM.

“Fenomena panic buying ini tidak hanya terjadi di Bangka, tetapi juga di beberapa daerah lain seperti Aceh dan Medan,” kata Tri Awan saat melakukan pemantauan di sejumlah SPBU di Sungailiat.

Ia menegaskan bahwa pasokan BBM terus berjalan normal dan bahkan telah dilakukan penambahan distribusi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Menurutnya, Pertamina telah menambah suplai BBM sekitar 25 persen dari distribusi normal.

Biasanya, rata-rata pasokan BBM jenis gasoline yang masuk ke Pulau Bangka berkisar antara 800 hingga 900 kiloliter per hari.

“Selama Ramadan, pasca-Lebaran, hingga setelahnya kami pastikan stok aman dan tercukupi,” ujarnya.

Selain BBM, Pertamina juga memastikan ketersediaan elpiji tetap terjaga dengan melakukan penambahan distribusi atau extra dropping.

Tri Awan pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Jangan panik. Kalau masyarakat panik, seolah-olah minyaknya tidak ada, padahal stok tersedia,” katanya.

TIDAK PANIC BUYING — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya saat memantau sejumlah SPBU di Sungailiat, Bangka, Kamis (5/3/2026) yang panjang antrean. Dia meminta masyarakat tidak panic buying dan pastikan stok BBM aman.
TIDAK PANIC BUYING — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya saat memantau sejumlah SPBU di Sungailiat, Bangka, Kamis (5/3/2026) yang panjang antrean. Dia meminta masyarakat tidak panic buying dan pastikan stok BBM aman. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)

DPR RI Turun Langsung ke SPBU

Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, turut memantau langsung kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU di Sungailiat.

Didampingi pihak Pertamina, Bambang mendatangi lokasi antrean dan menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying.

“Kita melihat ada fenomena antrean panjang di hampir semua SPBU Sungailiat sejak dua hari terakhir,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa stok BBM di Pulau Bangka dalam kondisi aman, termasuk untuk kebutuhan selama bulan Ramadan hingga pasca Idul Fitri.

“Tidak ada masalah dengan stok. Semuanya cukup,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Menurut Bambang, pemerintah juga telah melakukan langkah antisipasi terkait potensi dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan energi.

Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan opsi pengalihan sumber impor minyak jika terjadi gangguan dari kawasan Timur Tengah.

“Menteri ESDM sudah menyampaikan bahwa jika diperlukan, suplai bisa dialihkan dari sumber lain seperti Amerika atau wilayah yang secara geopolitik lebih aman,” jelasnya.

Bambang juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut stok BBM nasional hanya cukup 20 hari tidak boleh disalahartikan.

Menurutnya, Indonesia tetap memiliki produksi dan kilang minyak yang terus beroperasi sehingga pasokan BBM tetap berjalan.

“Kita produksi terus, kilang juga beroperasi. Jadi jangan sampai informasi itu membuat masyarakat panik,” katanya.

Ia kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum tentu benar.

“Intinya, stok aman. Tidak perlu panik,” pungkasnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved