Berita Bangka Selatan
Balita Penerima MBG di Basel Dapat Menu Kacang Berulang, Orang Tua Minta Evaluasi
Menu kering dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan menuai sorotan warga di Bangka Selatan. Sejumlah...
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pembagian menu kering dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan menuai sorotan dari sejumlah warga di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Beberapa penerima manfaat menilai jenis makanan yang dibagikan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan, terutama bagi balita.
Salah seorang warga Kelurahan Toboali, Kecamatan Toboali, Udi mengaku memperhatikan isi paket makanan yang diterima anaknya dalam beberapa hari terakhir. Anak laki-lakinya yang baru berusia 10 bulan tercatat sebagai penerima manfaat program MBG. Setiap kali paket dibuka, ia berharap menemukan menu yang cocok untuk usia bayinya.
Namun, yang ia dapati justru hampir serupa dari hari ke hari. Di dalam paket itu ada kacang polong, kacang telur, hingga kacang koro. Jenis makanan kering yang menurutnya belum tentu cocok untuk bayi yang bahkan belum genap berusia satu tahun.
“Menu kering program MBG selama bulan Ramadan saya nilai kurang efektif,” kata Udi kepada Bangkapos.com, Minggu (8/3/2026) malam.
Ia bercerita, menu kacang-kacangan itu bahkan datang hampir berturut-turut dalam beberapa hari. Sebagai orangtua, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya-tanya. Hal ini tentu dirinya anggap tak masuk logika balita berusia 10 bulan hari memakan kacang-kacangan.
Meski begitu bukan berarti semua menu yang diterima selalu seperti itu. Dalam beberapa kesempatan, paket MBG juga berisi susu UHT, roti, puding, telur hingga buah-buahan. Menu-menu tersebut menurutnya jauh lebih masuk akal untuk diberikan kepada anak-anak.
Namun tetap saja, dominasi makanan kering membuatnya merasa program ini perlu ditinjau kembali. Udi berharap pihak penyelenggara program bisa melakukan evaluasi terhadap jenis makanan yang dibagikan, khususnya bagi balita yang menjadi penerima manfaat.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang. Kami berharap ada evaluasi,” katanya.
Ia juga berharap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Toboali dapat menyesuaikan menu berdasarkan usia penerima manfaat. Menurutnya, kebutuhan gizi anak usia 10 bulan tentu berbeda dengan anak yang lebih besar.
“Semoga SPPG bisa melakukan evaluasi terhadap balita penerima manfaat. Agar menunya bisa disesuaikan dengan kondisi dan usia penerima manfaatnya,” ujar Udi.
Keluhan yang hampir serupa juga datang dari Irna, warga Kecamatan Pulau Besar. Ia mengaku sempat memperhatikan isi paket makanan yang dibagikan kepada anaknya yang duduk di bangku sekolah menengah atas sebagai penerima program MBG di wilayahnya.
Bagi Irna, program tersebut pada dasarnya sangat baik karena bertujuan membantu pemenuhan gizi masyarakat. Namun ketika melihat komposisi menu yang diterima, ia merasa ada hal yang perlu dipertanyakan.
“Saya rasa program MBG selama bulan Ramadan khususnya menu kering bisa dievaluasi. Karena saya rasa tidak sesuai,” kata Irna.
Ia mencontohkan paket makanan yang diterima pada Kamis (5/3/2026). Saat itu, menu yang dibagikan terdiri dari keripik tempe, jeruk, telur dan kue. Sekilas terlihat cukup beragam. Namun bagi sebagian warga, komposisi itu tetap memunculkan rasa penasaran. Dirinya pun turut bertanya apakah menu tersebut memang sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima manfaat. Ataukah hanya sekadar pilihan makanan yang tersedia.
Program MBG hadir dengan tujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan balita. Karena itulah, ia berharap setiap paket makanan yang dibagikan benar-benar mempertimbangkan usia serta kebutuhan gizi penerimanya
“Sebagai masyarakat awam kami juga mempertanyakan mengenai hal ini,” sebutnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Tulisan BUMDes di Timbangan Bongkar Petunjuk Baru Kasus Peleburan Timah Ilegal di Basel |
|
|---|
| Polres Bangka Selatan Pajang Balok Timah Hasil Ungkap Kasus Peleburan dan Pengolahan Timah Ilegal |
|
|---|
| Polres Basel Dalami Dugaan Keterlibatan SPBN dalam Kasus Solar Subsidi Ilegal |
|
|---|
| Kejar-kejaran di Laut Penutuk, Polisi Gagalkan Pengangkutan 6 Ton Solar Subsidi |
|
|---|
| Bupati Basel Dukung UKW untuk Perkuat Profesionalisme Wartawan di Bangka Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260308-Menu-kering-program-MBG-di-Kecamatan-Pulau-Besar.jpg)