Jumat, 15 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Optimalkan Warga Binaan Lapas Kelas II A Pangkalpinang Resmikan Program Pengelolaan Pupuk Kompos

Program pengelolaan pupuk kompos Lapas Kelas II A Pangkalpinang telah diresmikan, Kamis (26/3/2026).

Tayang:
Bangkapos.com/Rizki Irianda Pahlevy
Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tingkatkan kualitas sumber daya manusia, program pengelolaan pupuk kompos Lapas Kelas II A Pangkalpinang telah diresmikan, Kamis (26/3/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani serta Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan dan instansi terkait lainnya.

Sugeng Indrawan mengatakan pupuk kompos yang diproduksi Lapas Kelas II A Pangkalpinang, sepenuhnya dilakukan oleh para warga binaan.

"Ini merupakan kegiatan kemandirian, agar suatu saat warga binaan bebas bisa jadi bekalnya untuk melanjutkan hidupnya," ujar Sugeng Indrawan. 

Program pengolahan pupuk yang dijalankan turut menggandeng PLTU 3 Bangka, dalam pemanfaatan limbah non-B3 menjadi produk bernilai guna.

"Alhamdulillah kompos dari lapas Pangkalpinang sudah disebar di seluruh pulau Bangka, mulai dari Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Induk dan Bangka Selatan," tuturnya.

Lebih lanjut untuk kapasitas produksi pupuk kompos, diakui Sugeng Indrawan masih dalam skala kecil.

Terkait hal ini pihaknya berharap, dukungan Pemerintah dan sejumlah pihak untuk mengoptimalkan program pupuk di Lapas Kelas II A Pangkalpinang

"Untuk kapasitas produksi kami masih kecil karena manual, insyaallah Gubernur support kedepannya. Kapasitas sekitar 5-6 ton untuk per 2 minggu, jadi kami baru mengawali ini. Kami harap ada pengembangan, kami ingin ada peningkatan untuk kualitas dan menjaga mutu sehingga membutuhkan kolaborasi dengan eksternal," bebernya.

Sugeng mengatakan untuk saat ini, pupuk kompos dari Lapas Kelas II A Pangkalpinang baru sebatas untuk pohon sawit saja 

"Kompos saat ini bisa untuk sawit, alhamdulillah hasil signifikan. Untuk pohon tahunan seperti durian dan alpukat ini sedang berporses karena uji coba awal hanya untuk pohon sawit," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved