Krisis Akses Telekomunikasi di Babel
10 Persen Wilayah Babel Masih Blank Spot, Target Zero Sinyal Kosong Dikejar 2029
Sebanyak 63 wilayah di Bangka Belitung masih belum terjangkau sinyal komunikasi. Pemerintah daerah menargetkan nol blank spot pada...
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setidaknya masih ada 10 persen atau 63 wilayah di Provinsi Bangka Belitung, yang masih berstatus blank spot atau wilayah yang tidak terjangkau sinyal komunikasi. Demikian data yang tercatat di Dinas Komunkasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Secara keseluruhan memang data yang ada di Provinsi Bangka Belitung itu sekitar 10 persen, untuk yang blank spot. Memang di kabupaten yang banyak daerah-daerah blank spot, kalau yang kota sudah zero blank spot,” ujar Muhammad Erisco Nurrahman, Kabid EGovernment dan Statistik Diskominfo Bangka Belitung, Selasa (21/4).
Erisco mengatakan, setiap tahunnya pihaknya mengusulkan untuk pemenuhan telekomunikasi, melalui pembangunan BTS ke Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Pemerintah Provinsi telah melakukan konsolidasi ke Kabupaten, untuk menyampaikan data-data daerah blank spot-nya. Kita melakukan advokasi ke Komdigi, untuk bisa disiapkan atau dibantu untuk fasilitas BTSnya,” tuturnya.
Meskipun pembangunan BTS kewenangan Pemerintah Pusat, namun Diskominfo Bangka Belitung membantu dalam penyiapan lahan serta ketersediaan listrik.
“Kita melakukan ketersediaan infrastruktur jalannya, untuk pemenuhan BTS-nya. Termasuk juga bagaimana daerah itu mempermudah perizinannya, perlindungan infrastruktur. Secara keseluruhannya, perizinan dan juga pembangunan BTS itu semuanya di Komdigi, dan semuanya nanti akan dibangun oleh provider yang akan ditunjuk oleh Komdigi,” jelasnya.
Lebih lanjut Erisco membeberkan sejumlah kendala dalam, sejumlah daerah masih masuk dalam kawasan blank spot.
“Daerah perbukitan seperti di daerah Bangka Barat, Bangka, dari sisi geografis dan juga daerah kepulauan itu tantangannya,” bebernya.
Dalam penanganan blank spot, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung pun memiliki dua program yakni hasil cepat terbaik dan program penyelenggaraan jaringan intra.
“Program cepat terbaik ini tadi khusus yang untuk titik hotspot, termasuk intervensi untuk blank spot. Kita sudah anggarkan di 5 tahun di program Pak Gubernur Hidayat Arsani untuk dua program tersebut, program hasil cepat terbaik dan program prioritas penyelenggaraan e-Government,” bebernya.
Dengan berbagai kondisi tersebut, Erisco menargetkan zero blank spot ditargetkan terealisasi dalam kepemimpinan Hidayat Arsani.
“Setiap tahun itu kita intervensi melalui program prioritas dan program hasil cepat terbaik itu, sehingga di 2029 kita targetkan zero blank spot,” ungkapnya. (riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260422-Bangka-Pos-Hari-Ini-Rabu-22042026.jpg)