Berita Bangka Belitung
Bulog Pastikan Harga Beras di Babel Stabil, Stok Aman hingga Tiga Bulan
Bulog Bangka memastikan harga beras SPHP tetap stabil di tengah tekanan global, dengan stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ...
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perum Bulog memastikan harga beras di wilayah Bangka Belitung tetap stabil, meski terjadi tekanan global akibat lonjakan harga bahan baku plastik kemasan serta kenaikan harga BBM non-subsidi.
Pemimpin Cabang Bulog Kantor Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri menegaskan, hingga saat ini belum ada perubahan harga untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Untuk penugasan Bulog Bangka dalam penyaluran beras SPHP, masih belum ada perubahan. Harga tetap di Rp11.300 per kilogram untuk pengambilan dari gudang, dan Rp13.100 per kilogram untuk penjualan langsung ke konsumen," ujar Dimas kepada, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, harga tersebut berlaku bagi seluruh mitra Bulog, baik toko pengecer, ritel modern, maupun instansi pemerintah yang terlibat dalam penyaluran.
Selain itu, harga tebus beras SPHP dalam kemasan 5 kilogram ditetapkan sebesar Rp56.500 per paket. Sementara di tingkat ritel, harga jual berkisar antara Rp61.000 hingga Rp63.000, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) mencapai Rp65.500 per 5 kilogram.
Penyaluran beras SPHP sendiri dilakukan melalui berbagai saluran, seperti Rumah Pangan Kita (RPK), distributor, serta program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan mitra pemerintah, TNI, dan Polri.
Di tengah isu global, termasuk terganggunya pasokan bahan baku plastik akibat konflik geopolitik serta kenaikan biaya logistik di daerah kepulauan seperti Bangka Belitung, Bulog memastikan tidak akan ada kenaikan harga beras dalam waktu dekat.
"Meski ada dinamika global, kami pastikan harga tetap stabil sesuai penugasan pemerintah," tegasnya.
Dari sisi ketersediaan, Bulog juga memastikan stok beras dalam kondisi aman. Berdasarkan data per 27 April 2026, total stok beras mencapai 1.860.760 kilogram, yang terdiri dari beras cadangan pemerintah (PSO) sebesar 1.839.350 kilogram dan beras komersial sebanyak 21.410 kilogram.
Tak hanya itu, pasokan juga terus bertambah melalui distribusi dari Palembang serta hasil penggilingan lokal di wilayah Rias, Kabupaten Bangka Selatan.
"Kalau melihat tren penyaluran SPHP di Bangka, insyaallah stok yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan," kata Dimas.
Selain beras, Bulog juga mencatat ketersediaan komoditas pangan lain seperti minyak goreng, gula, dan tepung terigu dalam jumlah yang memadai, sehingga diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, Bulog mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga maupun kelangkaan beras dalam waktu dekat. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| BBM Non Subsidi Naik, Pemprov Babel Lakukan Efisiensi Kendaraan Dinas |
|
|---|
| OJK Babel Catat Kinerja Keuangan Stabil, Investasi Masyarakat Terus Meningkat |
|
|---|
| Gubernur Babel Tekankan Efisiensi Anggaran dan Kendaraan Dinas Usai Kenaikan BBM Non Subsidi |
|
|---|
| Ratusan Personel Polda Babel Ikuti Sertifikasi Penyidik, Baru 28,64 Persen Tersertifikasi |
|
|---|
| Kemenag Babel Gelar Humas Camp, Perkuat Komunikasi Publik di Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260429-Stok-beras-SPHP-di-gudang-Bulog.jpg)