Berita Bangka Barat
Jelang Iduladha, Pemkab Babar Waspadai Kenaikan Harga Daging Sapi
Lonjakan permintaan daging sapi jelang Iduladha berpotensi memicu inflasi, Pemkab Bangka siapkan langkah pengendalian harga dan...
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat ( Babar ) mulai mewaspadai potensi kenaikan harga daging sapi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Meningkatnya permintaan terhadap komoditas tersebut dinilai berpotensi memicu inflasi, terutama jika tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bangka Barat, Heru Warsito mengatakan, kenaikan harga daging sapi merupakan fenomena yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Karena harga daging, khususnya daging sapi akan mengalami peningkatan. Termasuk barang-barang lainnya yang menunjang perayaan Idul Adha,” kata Heru, Selasa (5/5/2026).
Oleh karena itu, apabila kondisi ini tidak diantisipasi dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan akan memperkuat inflasi yang dipengaruhi oleh kenaikan biaya produksi yang saat ini sudah meningkat.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPI) dan stakeholder terkait akan melakukan langkah-langkah konstruktif dalam memitigasi secara konkrit dan terkoordinasi dalam penguatan ketersediaan pasokan.
“Misalkan saja kita meningkatkan kersama antar daerah terhadap daerah-daerah yang surplus (pasokan-red), memastikan kelancaran distribusi, pemantauan harga secara continue dan baik,” jelasnya.
Dengan begitu, diharapkan harga daging sapi dan bahan-bahan lainnya dapat dikendalikan dan tidak berkembang lebih tinggi menjelang lebaran Idul Adha mendatang.
“Kami yakin kita mampu menjaga stabilitas harga harga, daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” sambungnya.
Lebih lanjut, dirinya jufa mengingatkan soal fenomena super el nino yang sudah memasuki Indonesia bagian Timur dan terus merambat ke Tengah dan Barat.
Hal ini menurutnya menjadi warning tersendiri, sehingga perangkat daerah terkait dengan hal-hal teknis seperti ketahanan pangan dan sebagainya untuk melakukan langkah mitigasi secara cermat.
“Langkukan pemantauan secara cermat, langkah-langkah apa saja yang nanti bisa dilakukan sehingga dampak dari super el nino itu bisa kita minimalisir dan ketersediaan pasokan jadi lebih baik. Kalau itu sudah kita jaga, kami yakin inflasi di Bangka Barat dapat terkendali,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
| PT Timah Bahas RIPPM, Libatkan Pemda dan Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat |
|
|---|
| Pengendara Mio Tewas Tabrak Truk dari Arah Berlawanan di Tikungan Air Keladi Kecamatan Kelapa |
|
|---|
| Data Resmi BPS April 2026, Inflasi y-on-y Bangka Barat Tertinggi se-Bangka Belitung |
|
|---|
| Inflasi Bangka Barat Tertinggi di Babel, Tembus 2,29 Persen pada April 2026 |
|
|---|
| Peringati May Day, Pemkab Bangka Barat Tegaskan Akan Dengarkan dan Implementasi Hak Buruh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260505-Asisten-Bidang-Perekonomian-dan-Pembangunan-Pemerintah-Pemkab-Babar-Heru-Warsito.jpg)