Tribunners
Menggelorakan Semangat Membaca untuk Tulisan Bermakna
Literasi penting diterapkan untuk mencapai bangsa yang berpengetahuan luas dan bijak dalam bersikap.
Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali
"Bimtek Menulis Resensi Buku SMP/SMA/sederajat, Alhamdulillah berlancar dan sukses, kita tunggu karya terbaik para peserta. Semoga kare (menyala)."
Demikian tulis Ahmad Gusairi, pemateri bimbingan teknis (bimtek) penulisan resensi buku tingkat SMP dan SMA dalam grup WhatsApp GPMB Bangka Selatan, Kamis (7/5/2026).
Ahmad Gusairi bersama tenaga pendidik dari SMPN 5 Payung, Indra Pirmana, menjadi pemateri kegiatan bimtek penulisan resensi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bangka Selatan, Kamis (7/5/2026), di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Bangka Selatan.
Kegiatan bimtek ini tentunya tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas penulis pemula, tetapi juga menciptakan ekosistem kepenulisan di daerah Bangka Selatan yang telah melahirkan banyak penulis dari kalangan pelajar.
Sebagaimana kita pahami bersama, isi resensi adalah berupa informasi mengenai kualitas dari sebuah karya, terutama tentang keunggulan dan kekurangan sebuah karya. Dengan kata lain, resensi merupakan tulisan atau uraian mengenai sebuah karya, terutama buku, baik fiksi maupun nonfiksi atau buku ilmiah.
Untuk meresensi sebuah buku tentunya penulis resensi wajib membaca buku yang ditulisnya. Inilah pentingnya membaca. Terselip unsur ajakan untuk membaca. Ada upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca.
Bimtek penulisan resensi ini adalah usaha positif untuk memperkuat kebiasaan membaca di kalangan pelajar dengan cara meningkatkan keterampilan dalam menulis resensi buku fiksi dan nonfiksi.
Tentunya melalui bimtek resensi buku, para peserta yang berasal dari kalangan pelajar tidak hanya membaca, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, memahami isi buku secara mendalam, dan menyampaikan pandangan mereka secara terstruktur. Melalui literasi, kita dapat membangun generasi yang kritis, kreatif, dan inovatif untuk kebermajuan daerah ini.
Apalagi sebagaimana kita ketahui bersama budaya literasi merupakan fondasi utama dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berpikir kritis. Budaya literasi sangat berperan penting dalam peningkatan pendidikan karakter pada kalangan pelajar sebagai generasi muda pewaris masa depan negeri ini.
Literasi sangatlah penting untuk menunjang daya saing bangsa. Seseorang yang lekat dengan literasi akan mampu berpikir kritis dan kreatif dengan mudah. Untuk bertahan dan mampu bersaing di kerasnya dunia industri dan digital seperti saat ini, kemampuan literasi seseorang juga sangatlah diperlukan.
Peran literasi yang dikembangkan sebagai budaya akan menghasilkan perubahan yang besar bagi bangsa. Pembiasaan gerakan literasi yang pelan-pelan mulai diwujudkan dengan adanya taman baca dan perpustakaan yang multifungsi akan berperan besar untuk meningkatkan minat literasi di Indonesia. Literasi penting diterapkan untuk mencapai bangsa yang berpengetahuan luas dan bijak dalam bersikap.
Literasi sangat berperan penting dalam kualitas sumber daya manusia bangsa. Banyak pemuda yang sadar akan pentingnya literasi tentu meningkatkan kualitas peradaban dalam bangsa tersebut, karena literasi juga beriringan menunjang kecerdasan dan pengetahuan seseorang.
Makin tinggi tingkat literasi yang dimiliki sebuah bangsa tentu melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan luas dan pemikiran kritis. Tingkat kecerdasan tersebut sangat diperlukan untuk memajukan bangsa dan melestarikan generasi yang berkualitas.
Literasi dapat dimulai dengan hal yang sederhana terlebih dahulu. Membaca buku. Membaca merupakan aktivitas yang memicu kemampuan literasi lainnya. Dengan membaca buku, pemikiran akan lebih terbuka dan banyak pengetahuan yang baru diketahui.
Dan kita harus memulainya. Melalui bimtek resensi buku ini, kesadaran membaca mulai dibudayakan kepada generasi muda, kaum pelajar. Ayo membaca... (*)
| Asa Pembudayaan Kegemaran Membaca |
|
|---|
| Self-Diagnosis dari Media Sosial: Ketika TikTok Menjadi ‘Dokter’ Baru Generasi Muda |
|
|---|
| Ketika Permainan Menjadi Ancaman: Alarm Keselamatan Anak di Era Konten Viral |
|
|---|
| Pasca-idulfitri di Bangka Belitung: Mengurai Kenaikan Harga yang Berulang |
|
|---|
| Legalitas, Harga, dan Harapan: Realitas Penambang Timah Rakyat Pulau Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251229_Rusmin-Sopian.jpg)