Berita Belitung Timur
Kagama Babel Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Lahan Bekas Tambang Batu Ampar
Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Batu Ampar, Kabupaten Bangka, sebagai upaya pemulihan lingkungan ...
Penulis: Riki Pratama | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Batu Ampar, Desa Riding Panjang, Kabupaten Bangka, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan penghijauan di lahan bekas tambang timah tersebut dilakukan oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada Pengda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Kelompok Kerja Mangrove Daerah sebagai upaya pemulihan lingkungan pesisir.
Ketua Kagama Babel, Fery Afrianto, mengatakan kegiatan penanaman mangrove ini merupakan agenda berkelanjutan yang terus dilakukan di wilayah Bangka Belitung.
"Hari ini kita memperluas penanaman di wilayah Pantai Batu Ampar, Riding Panjang, Kabupaten Bangka. Hari ini kita menanam 2.000 bibit mangrove," kata Fery kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Dia menjelaskan, alasan pohon mangrove yang ditanam. Karena melihat ekosistem di Babel pas ditanami mangrove.
"Pada tahun 2002, 2003, 2004, 2005 di sini merupakan daerah tambang yang dilaksanakan masyarakat. Sehingga mulai 2019 kemarin, kita menanam mangrove di sini dan sekarang kita lihat sudah berdampak positif untuk ekosistem mangrove yang ada di wilayah ini," katanya.
Dia berharap, melalui kegiatan ini, paling utama dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Bangka Belitung. Terutama memperbaiki tanaman mangrove yang banyak telah rusak.
"Semua yang rusak mangrove-nya adalah prioritas bagi kita semua untuk kita perbaiki. Tinggal menunggu waktu, tahapan, dan apa nih skema-skema yang akan kita lakukan di wilayah tersebut," katanya.
Kepala BPDAS Baturusa Cerucuk Babel, Eka Widiyastutik, mengatakan, mangrove mempunyai fungsi dan peran sangat penting terutama bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain berfungsi sebagai benteng alami, melindungi pantai dari abrasi maupun pengendalian intrusi air laut dan secara ekologis, berfungsi sebagai habitat ataupun tempat berpicah berbagai satwa ataupun biota akuatik.
"Kemudian secara ekologis juga berdasarkan hasil penelitian mangrove itu mempunyai kemampuan untuk menyerap karbon 4-5 kali lipat dibandingkan dengan hutan daratan," kata Eka.
Dikatakan Eka, keberadaan mangrove di Bangka Belitung, mempunyai peran sangat penting dalam upaya pengendalian perubahan iklim. Sebagai dampak dari pemanasan global yang saat ini dampaknya tengah dirasakan bersama.
"Kehadiran kita di sini menunjukkan suatu komitmen, bahwa kita Kagama Bangka Belitung maupun KKMD dan semua pihak yang hadir di sini. Turut berpartisipasi aktif atau mempunyai perhatian yang khusus terhadap kelestarian ekosistem mangrove," tutupnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)
| Berlayar Cari Lokasi Mancing, Heru ABK Asal Dendang Hilang di Selat Karimata, Terpeleset di Kapal |
|
|---|
| Atlet POPDA Sekaligus Calon Anggota Paskibraka Asal Belitung Timur Meninggal karena Kecelakaan |
|
|---|
| Ratusan PPPK Beltim Lega, Bupati Afa Bawa Kabar Baik, Kontrak Guru dan Nakes Diperpanjang |
|
|---|
| Detik-detik Mencekam Iqbal dan Istri Cari Sinyal Terombang-ambing di Laut Beltim, Mesin Perahu Mati |
|
|---|
| Terganggu Pasar Rakyat Manggar Becek, Bupati Beltim Instruksikan Jajarannya Pasang Karpet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260522-PENGHIJAUAN-Kagama-Pengda-Provinsi-Kepulauan-Bangka-Belitung-berkolaborasi.jpg)