Berita Bangka Belitung
Senin Depan Petani Bertemu Gubernur Babel Bahas Harga TBS Sawit
Hidayat Arsani berencana memanggil pihak Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) untuk duduk bersama dalam waktu dekat.
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi perhatian serius Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Hidayat Arsani berencana memanggil pihak Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) untuk duduk bersama dalam waktu dekat.
"Jadi saya rencana akan panggil asosiasi kelapa sawit di hari Senin nanti untuk membahas lebih lanjut," kata Hidayat Arsani saat ditemui wartawan di Manggar, Belitung Timur, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: Purbaya Kantongi Data dan Modus 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Ekspor CPO ke AS
Hidayat sudah mengonfirmasi adanya laporan penurunan harga TBS yang cukup signifikan di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Pulau Bangka maupun Pulau Belitung.
"Iya, saya juga dengar kabar itu (harga sawit turun)," ujar Hidayat.
Hidayat menjelaskan bahwa informasi yang masuk kepadanya menunjukkan adanya indikasi penurunan harga beli TBS swadaya yang cukup besar di beberapa daerah, bahkan ada yang menyentuh angka yang berpotensi berdampak.
Baca juga: Terungkap Kenapa Bos Asal Australia Ditunjuk Urusi Ekspor SDA Termasuk Minyak Sawit Indonesia
"Saya juga dengar ada kabar kalau (harga TBS sawit) turun sampai 500 perak," kata Hidayat.
Mengingat dampak penurunan harga yang langsung menyentuh para petani mandiri di daerah, Hidayat memastikan pemerintah provinsi tidak akan tinggal diam.
Melalui pertemuan hari Senin nanti, diharapkan lahir hasil yang mampu memberikan perlindungan dan jaminan stabilitas harga bagi para petani sawit rakyat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penyebab Harga Anjlok
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kurniawan, mengatakan penurunan harga TBS kelapa sawit di Bangka Belitung dipengaruhi rendahnya harga crude palm oil (CPO) dan kernel pada periode 17–31 Mei 2026.
Menurutnya, perkembangan harga terbaru akan kembali dihitung pada penetapan harga berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni 2026 mendatang, dengan mempertimbangkan kondisi harga CPO dan berbagai faktor lain yang memengaruhi pasar.
“Harga TBS turun memang disebabkan harga CPO dan kernel rendah, informasi dari pabrik, kata pengusahanya seperti itu. Tentu kita harapkan harga sebaik mungkin,” kata Kurniawan kepada Bangkapos.com, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, mekanisme penetapan harga TBS dilakukan berdasarkan data yang diterima dari perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit (PKS). Data tersebut kemudian diinput dan dihitung oleh tim penetapan harga.
"Nanti ada perhitungan harga, tergantung data yang masuk dari perusahaan yang kita input setiap bulannya. Dilakukan secara rutin dua kali dalam sebulan, setiap tanggal 7 dan 17," ujarnya.
| TBS Sawit Petani di Babel Dibeli Tengkulak Hanya Rp 1.750 |
|
|---|
| Ketua Komisi II DPRD Babel Soroti Turunnya Harga TBS Sawit Petani |
|
|---|
| DPKP Babel Ungkap Penyebab Turunnya Harga TBS Kelapa Sawit |
|
|---|
| Jemaah Haji Asal Basel Kloter 9 Meninggal Dunia, Sempat Alami Sesak Napas, Dimakamkan di Makkah |
|
|---|
| Petani Menjerit, Tiga Hari Harga TBS Sawit Terjun Bebas di Babel, Dari Rp3.080/Kg Anjlok Rp2.250/Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260512-CEK-SAWIT-Seorang-sopir-truk-ketika-mengecek-kondisi-12A.jpg)