Selasa, 9 Juni 2026

Tribunners

Pahlivi Syahrun, Penulis  Lokal, dan Menanam Aksara 

Buku memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi dan wawasan baru, membuka akses terhadap ilmu pengetahuan

Tayang:
Editor: suhendri
Dok. Rusmin Sopian
Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali 

Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali

"BUNG Rusmin.  Kami berminat membeli beberapa buku karya bung.  Insya Allah, beberapa buku karya Bung,  akan kami  donasikan untuk perpustakaan sekolah." Demikian bunyi  pesan lewat percakapan WhatsApp dari Pahlivi Syahrun,  Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, belum lama ini.

Penulis tentu saja senang, bahagia membaca pesan lewat WhatsApp itu. Sebagai orang yang pernah berkerja sama dengan Pahlivi saat  Pahlivi menjadi Manajer  CD PT Koba Tin, tentu saja ini adalah sebuah apresiasi untuk kami sebagai penulis lokal. 

Sekadar mengingatkan saat penulis mengelola Warta Kaksa, majalah internal PT Koba Tin, Pahlivi adalah Maneger CD (Community Development) yang bertanggung jawab atas penerbitan majalah internal Warta Kaksa itu. 

Dan hari Jumat (5/6/2026) lalu, beberapa buku sumbangan dari Pahlivi Syahrun kami antarkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri ( SMPN) 1 dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Koba. Dan penulis mendapat sambutan hangat  dari Kepala SMPN 1 Koba Hana Meilani dan Budi selaku Kepala SMAN 1 Koba. 

Sebagai penulis lokal tentunya kita, khususnya penulis, merasa bangga karena karya kita diapresiasi. Sebagai penulis lokal, kita menghadirkan cerita, ide, gagasan, dan pengetahuan yang dekat dengan keseharian masyarakat daerah ini.

Saat ini, jumlah penulis lokal di daerah ini sangat banyak. Karya mereka cukup berkualitas, memenuhi rak-rak buku  di berbagai perpustakaan. Makin banyak penulis lokal dengan latar yang beragam, makin luas pula representasi dan perspektif yang hadir dalam dunia literasi Indonesia.

Menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan ide, tapi juga latihan berpikir kritis, mengorganisasi argumen, dan mengekspresikan diri. Gagasan lokal tentu punya nilai. Pengalaman hidup yang sederhana bisa menjadi bahan tulisan yang bermakna, dan bahwa setiap orang punya potensi menjadi bagian dari perubahan sosial lewat kata-kata.

Pada sisi lain, mengenalkan buku sejak dini kepada anak-anak dapat memberikan manfaat yang luar biasa. Kebiasaan membaca di usia muda membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis, daya ingat, dan pemahaman bahasa. 

Buku merupakan salah satu kekayaan intelektual yang tak ternilai harganya. Sejak dahulu kala, buku menjadi sarana utama untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, budaya, dan pengalaman dari satu generasi ke generasi lainnya. Meski teknologi terus berkembang, buku tetap relevan sebagai sumber pembelajaran, inspirasi, dan hiburan yang tak tergantikan.

Buku memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi dan wawasan baru, membuka akses terhadap ilmu pengetahuan yang dulunya hanya dimiliki oleh kalangan tertentu. Dengan buku, pendidikan menjadi lebih inklusif, karena informasi dapat dengan mudah diakses siapa saja yang ingin belajar. Bahkan, beberapa revolusi sosial dan budaya didorong oleh penyebaran ide melalui buku, seperti Revolusi Pencerahan di Eropa yang mengubah pandangan dunia pada abad ke-18.

Membaca buku adalah investasi yang sangat berharga untuk pengembangan diri dan kesejahteraan. Dengan banyaknya manfaat yang ditawarkan, menjadikan membaca sebagai kebiasaan harian adalah langkah bijak yang dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan kita.

Buku adalah warisan intelektual yang harus kita jaga. Dengan membaca buku, kita tidak hanya memperkaya diri sendiri, tetapi juga turut melestarikan ilmu pengetahuan dan cerita untuk generasi mendatang.

Pada sisi lain, tentunya kita berharap dukungan dari petinggi daerah dan semua pihak di daerah  ini untuk mendukung produk karya  penulis lokal sebagai warisan intelektual dan ekspresi diri. Penulis lokal bukan hanya membantu menumbuhkan generasi yang hobi membaca, tetapi juga menulis.

Penulis lokal menanamkan sebuah nilai bahwa setiap suara penting.  Bahwa menulis adalah bentuk kekuatan, dan bahwa melalui tulisan, kita bisa membangun peradaban.

Ayo jadikan membaca buku sebagai bagian dari gaya hidup kita. Ayo menulis. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved