Selasa, 9 Juni 2026

Tribunners

Menyambut Tamu Allah

Keberhasilan penyelenggaraan haji tahun 2026 ini patut diberikan apresiasi yang tinggi tanpa juga meninggalkan kritik yang bersifat konstruktif

Tayang:
Editor: suhendri
Istimewa/Dok. Syamsul Bahri
Syamsul Bahri - Kepala MTs Al-Hidayah Toboali 

Oleh: Syamsul Bahri - Kepala MTs Al-Hidayah Toboali

PROSES ibadah haji tahun 2026 sudah sebagian besar terlaksana, untuk pelaksanaan di dua kota suci sudah dilewati dan sekarang dalam proses masa pemulangan jemaah haji khususnya Indonesia. Dari informasi yang ada, proses pemulangan jemaah haji Indonesia dimulai tanggal 1 Juni 2026 sampai 15 Juni 2026 untuk gelombang pertama dan tanggal 7 Juni 2026 sampai 30 Juni 2026 untuk gelombang kedua melalui Madinah. 

Pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 terasa sangat spesial karena diselenggarakan oleh kementerian baru, Kementerian Haji dan Umrah sengaja dilahirkan dengan harapan pelaksanaan ibadah haji lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Walau sempat dibayang-bayangi oleh persoalan tahun sebelumnya, dengan banyaknya problematika pelaksanaan haji, Kemenhaj ternyata mampu menjawab tantangan tersebut. Setidaknya ada beberapa lembaga yang menilai pelaksanaan haji tahun ini sudah banyak mengalami peningkatan kualitas.

Pengakuan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji 2026 menunjukkan kemajuan dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, DPR RI masih mencatat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, khususnya terkait pelayanan jemaah di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Penilaian tersebut disampaikan Cucun berdasarkan hasil pemantauan sementara Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI yang melakukan pengawasan langsung terhadap penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. “Alhamdulillah, jika kita membandingkan dari tahun ke tahun, harus disampaikan secara jujur bahwa pelaksanaan haji tahun ini telah menunjukkan lompatan transformasi yang cukup baik,” kata Cucun kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (nu.or.id)

Penilaian juga disampaikan anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Abdul Wachid. Ia menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menunjukkan perbaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pelaksanaan haji yang untuk pertama kalinya dikelola penuh oleh Kementerian Haji dan Umrah disebut lebih tertata, terutama dalam penempatan jemaah, layanan hotel, hingga mobilisasi menuju Arafah.

Menurut Abdul Wachid, penyederhanaan syarikah dari delapan menjadi dua perusahaan layanan membuat penataan jemaah lebih mudah. Selain itu, penggunaan kartu nusuk dan tasreh membantu percepatan layanan sekaligus memudahkan jemaah mengetahui lokasi hotel dan kelompoknya masing-masing sejak tiba di Arab Saudi.

Abdul Wachid juga mengatakan sistem baru tersebut membuat jemaah gelombang pertama yang tiba di Madinah tidak lagi mengalami persoalan perebutan hotel seperti tahun-tahun sebelumnya. Selanjutnya ia juga menyoroti peningkatan kualitas akomodasi jemaah reguler Indonesia. Untuk pertama kalinya, sekitar 5.000 anggota jemaah reguler disebut menempati hotel berbintang lima di Madinah. Selain penginapan, kualitas konsumsi juga dinilai lebih baik karena menyesuaikan selera Indonesia.

Menurut Abdul Wachid , makanan yang disediakan mencakup lauk khas Nusantara seperti ikan, telur, daging, hingga buah-buahan dengan cita rasa yang familier bagi jemaah. Perbaikan juga terlihat saat pergerakan jemaah menuju Arafah. Ia menyebut petugas berhasil mencegah penumpukan calon jemaah di titik keberangkatan bus sehingga proses mobilisasi berlangsung lebih tertib. “Jemaah tidak boleh turun sebelum bus datang. Jadi tidak ada penumpukan seperti tahun lalu". (https://emedia.dpr.go.id).

Dikutip dari timesindonesia, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf secara gentleman mengakui bahwa di balik keberhasilan penyelenggaraan haji tahun 2026 ini tentu masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Evaluasi tersebut menjadi salah satu bahasan dalam Exit Meeting Amirul Hajj 2026 yang digelar di Kantor Urusan Haji Jeddah, Sabtu (6/6).

Dalam forum tersebut, Menhaj menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan haji tahun ini yang dinilai berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Secara umum, penyelenggaraan haji 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Tingkat kepuasan jemaah yang meningkat serta menurunnya jumlah keluhan menjadi indikator bahwa kualitas pelayanan haji Indonesia terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.

Menurut orang sering dipanggil Gus Irfan tersebut, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama banyak pihak, mengingat jemaah haji Indonesia datang dari berbagai daerah dengan latar belakang, karakter, dan kebutuhan yang beragam. “Penyelenggaraan haji tahun ini tidak mudah. Jemaah kita datang dari seluruh Indonesia dengan berbagai macam latar belakang dan keberagaman. Alhamdulillah, dengan kerja sama semua pihak, prosesnya dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Irfan menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelenggarakan layanan haji. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras sejak fase persiapan, operasional, puncak haji, hingga pemulangan jemaah.

Menteri Haji dan Umrah RI mengungkapkan ada dua fokus utama evaluasi penyelenggaraan haji 2026, yaitu pelayanan jemaah di Mina dan penguatan istithaah kesehatan. Karena menurutnya meski pelaksanaan haji tahun ini dinilai berjalan relatif baik, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait kepadatan dan pergerakan jemaah di Mina. Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah akan memperketat pembinaan kesehatan calon jemaah agar lebih siap menjalankan ibadah haji dan menekan risiko kesehatan selama di Tanah Suci.

Keberhasilan penyelenggaraan haji tahun 2026 ini patut diberikan apresiasi yang tinggi tanpa juga meninggalkan kritik yang bersifat konstruktif. Kita harus memberikan penghargaan atas upaya dan terobosan-terobosan terbaru dalam hal menyukseskan pelaksanaan ibadah haji. Jika ada yang kurang puas dalam perjalanan pelaksanaannya tentu bisa ditoleransi selagi itu dalam batas kewajaran.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved