Rabu, 10 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Harga Sawit Naik Lagi, Belitung dan Beltim Jadi yang Tertinggi di Babel

Jamaludin, mengatakan, dengan kenaikan itu, tentunya memberikan angin segar bagi para petani sawit di tengah meningkatnya permintaan pasar.

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Riki Pratama
Plt Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Babel, Jamaludin. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Bangka Belitung terus bergerak naik. 

Kabupaten Belitung dan Belitung Timur menjadi daerah dengan harga TBS kelapa sawit tertinggi, masing-masing mencapai Rp 3.500 dan Rp 3.450 per kilogram di tingkat perusahaan sawit.

Sementara di Pulau Bangka harga masih bervariasi dari Rp2.900 per kilogram hingga Rp3.170 per kilogram.

Plt Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Babel, Jamaludin, mengatakan, dengan kenaikan itu, tentunya memberikan angin segar bagi para petani sawit di tengah meningkatnya permintaan pasar.

"Belitung tertinggi Rp 3.500 per kg, dan Belitung Timur Rp 3.450 per kg," ujar Jamaludin, kepada Bangkapos.com, Selasa (9/6/2026) 

Ia mengungkapkan, penyebab harga TBS kelapa sawit di Belitung lebih mahal, karena pabrik kelapa sawit (PKS) tidak mencari keuntungan berlebihan.

"Kebun sawit rakyat sangat luas di Bangka, dan PKS kurang. Jadi hukum pasar, yang berlaku. Sementara PKS di Belitung mencari keuntungan tidak berlebihan dan mikirin nasib petani," terangnya.

Ia juga menyampaikan pesan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Indonesia harus kembali normal.

Penegasan ini disampaikan saat harga TBS sawit sempat melemah usai pengumuman mekanisme ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

"Dari statmen Pak Menteri Pertanian, minta semua pihak mendukung terkait harga TBS sawit ini. Apkasindo Babel, menyambut baik statmen menteri demi kesejahteraan petani sawit indonesia, menghadapi harga pupuk mahal," terangnya.

Jamaludin, meminta harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di pabrik kelapa sawit (PKS) maupun petani kembali normal di harga Rp 3.200 per kilogram yang sebelumnya sempat merosot di bawah Rp 2.000 per kilogram.

"Harapan kita dengan trenya harga luar negeri dan permintaan bagus, harga CPO naik dalam negeri juga naik. Tidak ada alasan PKS beli di bawah Rp 3.000 per kg, harga semua harus merata di setiap daerah. Apalagi pabrik, yang kebun intinya luas, harus lebih mahal belinya," katanya.

Jamaludin meyakini, penyebab terjadinya kenaikan harga TBS kelapa sawit saat ini. Karena sejumlah faktor dari meningkatnya harga CPO dan sejumlah intervensi yang dilakukan pemerintah dengan melakukan sejumlah pertemuan dengan petani dan Satgas Pangan.

"Kenaikan harga TBS kelapa sawit, di Pulau Belitung, Pulau Bangka, seiring trend naik harga CPO, dan kegiatan rapat dengar pendapat di DPRD bersama Satgas Pangan,"lanjutnya.

Ia mengatakan, pada 4 Juni 2026, harga Crude Palm Oil (CPO) di Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) sudah menunjukkan penawaran Excld PPN, Franco Belawan dan Dumai Rp 15.075/Kg. Sehingga sudah seharusnya harga TBS kelapa sawit merangkak naik.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved