Berita Pangkalpinang
Lapas Narkotika Pangkalpinang Panen Pakcoy, Warga Binaan Dilibatkan Budidaya Hidroponik
Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya sayuran hidroponik. Selain menghasilkan puluhan ...
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui sektor pertanian. Salah satu inovasi yang kini dijalankan adalah budidaya sayuran hidroponik pakcoy dengan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan lapas.
Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Pangkalpinang, Novriadi, mengatakan budidaya hidroponik dipilih dikarenakan lebih efektif dan telah memberikan hasil yang memuaskan meski baru dijalankan sekitar dua hingga tiga bulan terakhir.
“Kami memilih hidroponik karena media tanam langsung ke tanah, tidak memungkinkan dengan kondisi tanah di sini. Alhamdulillah, setelah dicoba selama 2-3 bulan, hasilnya cukup baik dan bisa dipanen,” ujar Novriadi.
Pada panen kali ini, tercatat sekitar 45 kilogram pakcoy berhasil dikumpulkan dari 20 lubang tanam. Sementara itu, di lahan terdekat sedang disiapkan pengembangan tambahan dengan kapasitas sekitar 100 lubang tanam yang diharapkan bisa dipanen pada bulan depan.
Kedepannya, Novriadi menargetkan seluruh lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk budidaya serupa, sejalan dengan arahan pimpinan Kanwil Ditjenpas Babel dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (Kemenimipas).
"Target kami, seluruh lahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Semua warga binaan akan mendapatkan pelatihan secara bertahap sesuai minat dan bakat masing-masing," bebernya.
Selain budidaya sayuran hidroponik, Lapas Narkotika Pangkalpinang juga mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan seperti budidaya ikan gurami dan lele di kolam, serta pemeliharaan belasan ekor ayam petelur.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan, agar nanti setelah bebas mereka bisa mandiri. Mereka dilibatkan setelah melalui asesmen minat dan bakat, sehingga yang terlibat benar-benar memiliki ketertarikan dan kesungguhan," jelasnya.
Novriadi berharap program ini dapat terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga semakin banyak warga binaan yang mendapatkan manfaat dan bekal hidup yang berguna di masa depan.
"Untuk hasil panen yang diperoleh sebagian didistribusikan, ke masyarakat sekitar dan sebagian lagi dijual. Keuntungan yang didapatkan akan digunakan kembali untuk mengembangkan usaha budidaya tersebut secara berkelanjutan, didukung juga anggaran dari DIPA untuk keperluan pelatihan," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
| Kasus Dugaan Penipuan Travel Umroh DZ Tour Dilimpahkan ke Kejari Pangkalpinang |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax per 10 Juni 2026, Pertalite dan BioSolar Tetap |
|
|---|
| BPBD Pangkalpinang Siap Suplai Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau |
|
|---|
| Wali Kota Saparudin Pastikan Tarif PDAM Tak Naik, Fokus Tambah Pelanggan dan Sumber Air |
|
|---|
| Pengurus Daaruz Zikra Tour Ditahan, Kantor Travel Umroh di Pangkalpinang Tampak Sepi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260610-Kepala-Lapas-Narkotika-Kelas-IIA-Pangkalpinang-Novriadi-saat-melakukan.jpg)