Profil Irjen Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Dilempar dan Diteriaki Pembunuh Imbas Brimob Lindas Ojol
"Pembunuh woi, pembunuh!," ujar massa yang lambat laun dilantunkan menjadi sebuah lantunan lagu.
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM -- Masyarakat nampak kecewa berat dengan institusi Polri usai insiden rantis Brimob Polda Metro Jaya lindas driver ojol hingga tewas.
Hal ini nampak dari kemarahan ratusan driver ojek online setelah menghadiri pemakaman Affan Kurniawan (21).
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri juga nampak menghadiri pemakaman Affan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Insiden tersebut menjadikan Irjen Asep Edi Suheri sasaran empuk kemarahan ratusan driver ojek online.
Irjen Asep Edi Suheri dilempari botol hingga diteriaki pembunuh.
"Pembunuh woi, pembunuh!," ujar massa yang lambat laun dilantunkan menjadi sebuah lantunan lagu.
Bahkan beberapa ojol ada yang melempari Kapolda Metro dengan sejumlah botol bekas air mineral dan sampah.
Profil Irjen Asep Edi Suheri
Irjen Asep Edi Suheri adalah Kapolda Metro Jaya.
Sebelumnya, Irjen Asep Edi Suheri menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri.
Asep adalah lulusan Akpol 1994 yang berpengalaman dalam bidang reserse.
Kapolda Metro Jaya ini merupakan putra dari perwira TNI Angkatan Darat yakni Letkol. Inf (Purn.) A. Sukmana.
Asep pernah menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri.
Direktorat Tindak Pidana Siber adalah satuan kerja di bawah Bareskrim Polri dan bertugas untuk menegakkan hukum terhadap kejahatan siber.
Secara umum, Dittipidsiber menangani dua kelompok kejahatan, yaitu computer crime dan computer-related crime.
Selain itu, Asep Edi Suheri juga pernah menjadi Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) Bareskrim Polri.
Di bawah kepemimpinan Asep, Satgas tersebut berhasil mengamankan narkoba seberat 2,3 ton sabu dan 1,4 ton ganja.
Tak hanya itu, Asep juga pernah dipercaya untuk menjadi Kepala Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kehidupan Pribadi
Irjen Asep Edi Suheri lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
Adapun Asep pernah mengenyam pendidikan di SMP Negeri 4 Kota Cirebon.
Perjalanan Karier
Jabatan strategis pertama yang diemban Asep yakni sebagai Kasubbagbungkol Spripim Polri.
Pada 2011, ia kemudian dimutasi menjadi Kapolres Cirebon Kota.
Setelah itu, ia dipercaya mengisi kursi jabatan sebagai Kapolres Sukabumi pada 2012.
Jenderal asal Tasikmalaya ini juga pernah menduduki posisi jabatan sebagai Wakapolresta Bekasi Kota pada 2015.
Pada 2016, Asep Edi lalu mendapat amanah untuk menjabat sebagai Kapolresta Tangerang.
Tak berselang lama, ia dimutasi menjadi Kabaglotas Set NCB Interpol Divhubinter Polri pada 2017.
Semasa dinasnya, Rusdi juga sempat menjabat sebagai Wadirtipidter Bareskrim Polri pada 2020.
Pada tahun yang sama, alumni Akpol 1994 ini kemudian didapuk sebagai Karokorwas PPNS Bareskrim Polri.
Di tahun 2021, Asep mendapat posisi strategis di Bareskrim Polri, yakni sebagai Dirtipidsiber Bareskrim Polri.
Ketika menjabat posisi tersebut, ia kerap menginformasikan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik tanah air.
Barulah pada tahun 2022 Irjen Asep Edi Suheri diangkat sebagai Wakabreskrim Polri.
Daftar Jabatan Irjen Asep Edi Suheri:
- Kasubbagbungkol Spripim Polri
- Kapolres Cirebon Kota Polda Jabar[3] (2011)
- Kapolres Sukabumi Polda Jabar (2012)
- Wakapolresta Bekasi Kota Polda Metro Jaya (2015)
- Kapolresta Tangerang Polda Banten (2016)
- Kabaglotas Set NCB Interpol Divhubinter Polri (2017)
- Wadirtipidter Bareskrim Polri (2020)
- Karokorwas PPNS Bareskrim Polri[4] (2020)
- Dirtipidsiber Bareskrim Polri[5] (2021)
- Wakabareskrim Polri (2022)
- Kapolda Metro Jaya (2025)
Irjen Asep Edi Suheri Dilempari Botol Minuman dan Diterikai Pembunuh
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri diteriaki "pembunuh" oleh ratusan driver ojek online (ojol) usai menghadiri pemakaman Affan Kurniawan (21), di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Affan Kurniawan adalah driver ojol yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demo ricuh, di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).
"Pembunuh woi, pembunuh!," ujar massa yang lambat laun dilantunkan menjadi sebuah lantunan lagu.
Bahkan beberapa ojol ada yang melempari Kapolda Metro dengan sejumlah botol bekas air mineral dan sampah.
Awalnya Irjwn Pol Asep Edi melayat pemakaman Affan Kurniawan (21), di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Dia datang bersama wakilnya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono sekira pukul 09.46 WIB.
Keduanya kompak mengenakan seragam polisi dan kopiah hitam saat berada di pemakaman.
Namun saat pemakaman Affan selesai dilaksanakan, Kapolda Metro dan wakilnya berjalan keluar dengan didampingi oleh anggota TNI menuju mobilnya.
Ia diikuti oleh ratusan pelayat ojol yang masih mengenakan jaket hijau.
Di luar area pemakaman, ratusan ojol tumpah ruah di jalan raya.
Para ojol pun mengumpat dan meneriaki Kapolda Metro sebagai "pembunuh".
"Pembunuh woi, pembunuh!," ujar ratusan ojol.
Lambat laun, teriakan pembunuh itu menjadi sebagai sebuah lantunan lagu.
Beberapa ojol juga melemparinya dengan botol bekas air mineral dan sampah-sampah.
Asep (35) salah satu pengemudi ojek online yang memilih tidak ikut rombongan massa membenarkan ratusan ojol meneriaki Kapolda Metro dengan pembunuh usai pemakaman Affan.
"Iya tadi Kapolda jalan mau ke mobil kan ada tentaranya juga yang ngawal lah, nah pada ngikutin dah itu (teriak pembunuh)," ungkap Asep di lokasi, Jumat.
Sementara itu Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Adi sebelumya telah meminta maaf kepada masyarakat atas apa yang sudah terjadi.
"Saya mohon maaf ya. Kami sedang memperbaiki, akan kami bicara yang tegas kepada anggota," kata Asep kepada wartawan di TPU Karet Bivak, Jumat.
Menurutnya, ia sudah meyampaikan bela sungkawa secara langsung kepada keluarga Affan Kurniawan.
"Kami sudah bertemu ya dengan orang tua korban bapak Zulkifli, kami juga dari malam sudah menyampaikan belasungkawa yang dalam turut berduka cita atas musibah ini," ungkap Asep.
Dia juga sudah menerima permintaan keluarga korban yangnmeminta keadilan. Sehingga, ia berjanji akan bersikap profesional dan tegas dalam memproses hal ini.
Janji KJP
Sementara itu, Pemerintah provinsi (Pemprov) berjanji akan memberikan bantuan pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk adik Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri.
"Yang kecil, yang perempuan dalam hal ini masih SMP, maka untuk itu tentunya kami akan memberikan KJP. Selain itu juga hal-hal lain yang akan membantu keluarga ini," ungkap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Pramono baru mengetahui bahwa Affan merupakan seorang tulang punggung keluarga bersama ayahnya Zulkifli yang juga merupakan driver ojol.
Tak hanya kehilangan Affan, Zulkifli memberi tahu bahwa motor anaknya yang digunakan untuk bekerja mengantar penumpang dan pesanan online ini juga hilang dalam aksi unjuk rasa berujung bentrokan pada Kamis, 29 Agustus kemarin malam.
Sehingga, Pramono turut memberikan bantuan lainnya, selain memfasilitasi pemulasaran hingga pemakaman Affan.
Bantuan penuh dari Pemprov DKI dan dirinya diberikan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan oleh Affan.
"Tentunya ada bantuan dari pemerintah Jakarta dan dari saya pribadi. Mohon maaf saya tidak menyebutkan jumlahnya," ungkap dia.
Pramono menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, TNI, hingga Polri untuk berupaya menjaga kondusivitas Jakarta dan keamanan masyarakat.
"Saya sudah meminta kepada seluruh jajaran untuk bersiap-siap apapun dan memberikan pelayanan kepada warga semaksimal mungkin. Kami berharap bahwa betul-betul ini kita bisa jaga bersama sehingga kami meminta kepada seluruh warga masyarakat Jakarta untuk jaga-jakarta bersama-sama," jelas dia.
(Bangkapos.com/Wartakotalive.com/Tribunnews.com)
Zulkifli Pasrah di Hadapan Jasad Affan, Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Tulang Punggung Keluarga |
![]() |
---|
Driver Ojol Diduga Tewas Terlindas Rantis Brimob di Pejompongan saat Unjuk Rasa, Kapolri Minta Maaf |
![]() |
---|
Sosok VA Pelajar di Banten Dilempar Helm oleh Polisi Bripda MA hingga Koma, Bukan Anak Bermasalah |
![]() |
---|
Sosok Irjen Pol Asep Edi Suheri yang Kini Jabat Kapolda Metro Jaya Kekayaannya Capai Rp6,2 Miliar |
![]() |
---|
Sosok dan Harta Kekayaan Irjen Pol Asep Edi Suheri, Kapolda Metro Jaya Pengganti Irjen Pol Karyoto |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.