Rantis Brimob Lindas Driver Ojol
Viral Slogan ACAB 1312, Sering Digaungkan Pendemo, Ini Arti dan Sejarahnya
Tulisan ACAB 1312 mendapat sorotan publik. Sejumlah masyarakat mungkin ada yang bertanya apa arti ACAB 1312.
BANGKAPOS.COM - Tulisan ACAB 1312 mendapat sorotan publik.
Sejumlah masyarakat mungkin ada yang bertanya apa arti ACAB 1312.
Sebab, tulisan ACAB 1312 ini seringkali kita lihat di tembok-tembok kota yang dicoret oleh para pendemo.
Baca juga: 3 Anggota DPR Dicari-cari Pendemo: Ahmad Sahroni, Uya Kuya dan Eko Patrio, Diduga Kabur ke Singapura
Tidak hanya ditembok-tembok, di ruas jalan pun terkadang ditemukan tulisan serupa.
Bahkan, tiang listrik hingga halte juga tak luput dari tulisan ACAB 1312.
Lalu, apa arti ACAB 1312.
Arti ACAB 1312
ACAB sebenarnya merujuk pada sebuah ungkapan All Cops Are Bastards.
Artinya, Semua Polisi adalah Bajingan.
Baca juga: Profil Syifa Nurirfah Istri Polisi, Salahkan Ojol Affan Dilindas Rantis Brimob Bukannya Lo Minggir
Sedangkan angka 1312 yang disandingkan dengan tulisan ACAB tak lain merupakan representasi numerik dari akronim ACAB itu sendiri.
1312 merujuk pada urutan abjad ACAB
A= 1, C= 3, A = 1, dan B = 2.
Sehingga urutannya adalah ACAB 1312.
Ungkapan ACAB 1312 tidak hanya viral saat ini saja.
Sebelumnya, ketika polisi mengamankan personel Band Sukatani, slogan ini juga sempat viral.
Slogan ini merujuk pada kritik yang dilayangkan terhadap penyidik kepolisian yang menangkap personel band Sukatani.
Waktu itu, personel band Sukatani diamankan karena lagunya yang berjudul Bayar Bayar Bayar.
Di dalam liriknya, band Sukatani menyebut mau apapun bayar polisi.
Kemudian, polisi meresponnya dengan cara mengamankan personel band punk tersebut.
Mereka kemudian diduga dipaksa membuat klarifikasi, hingga akhirnya masalah ini viral.
Sejarah Slogan ACAB 1312
Slogan "All Cops Are Bastards" (disingkat ACAB) yang berarti "Semua Polisi adalah Bajingan" pertama kali muncul di Inggris pada awal abad ke-20, sekitar tahun 1920-an.
Istilah ini awalnya digunakan oleh kalangan kriminal dan narapidana sebagai ekspresi ketidakpercayaan dan penolakan terhadap polisi.
Pada tahun 1940-an, frasa ini disingkat menjadi ACAB oleh para pekerja yang melakukan aksi mogok di Inggris sebagai simbol protes terhadap aparat penegak hukum yang dianggap represif.
Popularitas slogan ini kemudian meningkat pesat di era 1980-an, khususnya di kalangan subkultur punk dan skinhead.
Band punk asal Inggris, The 4-Skins, bahkan merilis lagu berjudul "ACAB" pada tahun 1982 yang semakin mempopulerkan slogan tersebut.
Selain itu, angka "1312" digunakan sebagai kode numerik dari huruf A, C, A, dan B yang merupakan urutan abjad, sehingga menjadi representasi lain dari ACAB.
Slogan ini secara umum dipakai sebagai bentuk protes dan ketidakpuasan terhadap aparat kepolisian di berbagai negara, dan sering muncul dalam grafiti, tato, dan simbol-simbol gerakan anti-otoriter dan anarkis.
(Bangkapos.com, TribunWiki.com)
| Alasan Ini Kompol Cosmas Tak Layak Dipecat dari Polri di Kasus Ojol Affan, Pernah Ditembak di Poso |
|
|---|
| Dipecat Brimob, Kompol Cosmas Tewaskan Ojol Affan Pernah Terseret Kasus Novel Baswedan 2017 Silam |
|
|---|
| Kompol Cosmas Brimob di-PTDH Pelindas Ojol Affan, Disebut di Kasus Novel Baswedan, Ini Perannya |
|
|---|
| Sebelum Lindas Ojol Affan, Kompol Cosmas Kaju Gae Terseret Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan |
|
|---|
| Profil Mercy Jasinta, Penggalang Petisi Tolak PTDH Kompol Kosmas, Tanda Tangan Tembus 120 Ribu Lebih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250830-ACAB-1312.jpg)