Rabu, 10 Juni 2026

Profil Harry Budi Sidharta Wakil Direktur PT Timah yang Baru, Eks Pertamina dan PGN

Harry Budi Sidharta adalah Wakil Direktur PT Timah Tbk yang baru per 29 Oktober 2025. Ia pernah menduduki posisi direktur di Pertamina dan PGN.

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
dok.PGN
PEJABAT BARU PT TIMAH - Harry Budi Sidharta resmi ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Timah Tbk yang baru. Penunjukkan ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada Rabu (29/10/2025).  

BANGKAPOS.COM - Harry Budi Sidharta resmi ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Timah Tbk yang baru.

Penunjukkan ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung pada Rabu (29/10/2025). 

Hasil akhir RUPSLB, perusahaan memutuskan menambah dua posisi baru, yakni wakil direktur utama serta direktur produksi dan komersial. 

Sementara itu, direktur operasi dan komersial berubah nomenklatur menjadi direktur operasi. 

Pada RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Harry Budi Sidharta sebagai Wakil Direktur Utama.

Harry sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perencanaan Bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS).

Lantas siapa Harry Budi Sidharta lebih jauh?

Profil Harry Budi Sidharta

Harry Budi Sidharta adalah Wakil Direktur PT Timah Tbk yang baru per 29 Oktober 2025.

Ia pernah menduduki posisi direktur di Pertamina dan PGN.

Berasal dari Denpasar Bali dan lahir pada  27 Desember 1977, umur Harry Budi Sidharta saat ini adalah menuju 48 tahun.

Ia meraih Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Brawijaya (2022) dan Magister Manajemen dari Prasetiya Mulya Business School (2008). 

Ia memiliki pengalaman panjang di manajemen BUMN. 

Harry Budi Sidharta Harry merupakan sosok yang berkecimpung di dunia bisnis. 

Dia memiliki pengalaman menjadi direksi di sejumlah perusahaan pelat merah. 

Harry pun pernah menjabat sebagai direksi di sejumlah perusahaan.

Sebelum menjabat di TINS, ia menjadi direktur perencanaan bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS) sejak Juli 2025, setelah sebelumnya berkarier di PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Kariernya mencakup berbagai posisi strategis, termasuk VP Strategic Planning & Business Development PIS (2019–2021), direktur niaga PIS (2021–2022), Direktur Utama PT Nusantara Regas (2022–2023), serta berbagai posisi di PGN hingga 2025.

Dengan pengalaman yang luas, penunjukan Harry diharapkan memperkuat TINS dalam menghadapi tantangan industri timah yang semakin dinamis.

Jejak karier Harry Budi Sidharta tak main-main di perusahaan pelat merah.

Beberapa karier yang diembannya terbilang mentereng.

Harry menjabat sebagai Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN sejak 2020.

Ia sebelumnya menjadi Direktur Utama PT Nusantara Regas (2022-2023) dan Direktur Komersial PT Pertamina International Shipping (2019-2022).

Lulusan sarjana Teknik Mesin dari Universitas Brawijaya pada 2002 itu telah meraih gelar MBA dari Universitas Prasetya Mulya pada 2008.

Di PGN, Harry mendorong digitalisasi melalui aplikasi Quick Engineering Standards, diluncurkan pada September 2024, untuk mempercepat desain infrastruktur gas.

Ia juga mengawasi proyek jaringan gas rumah tangga (jargas) GasKita, dengan penyaluran gas perdana untuk 2.173 sambungan di Semarang pada Maret 2024 dan target 117.000 sambungan pada 2024.

Pada 2023, ia memimpin konsorsium distribusi biomethane dari Palm Oil Mill Effluent di Sumatra Selatan, mendukung ekspor bio-LNG ke Jepang.

Kekayaan Harry menjadi sorotan di tengah penyidikan KPK terhadap kasus korupsi jual beli gas PGN dengan PT Inti Alasindo Energi periode 2017-2021, yang menyebabkan kerugian negara US$15 juta (Rp252,2 miliar).

Kasus ini tidak melibatkan Harry, melainkan mantan Direktur Komersial PGN, Danny Praditya, dan Komisaris PT IAE, Iswan Ibrahim.

Berikut beberapa jabatan strategis yang pernah diemban Harry :

  • VP Strategic Planning & Business Development di PIS sepanjang 2019 hingga 2021
  • Direktur Niaga di perusahaan yang sama pada 2021 hingga 2022
  • Direktur Utama PT Nusantara Regas sepanjang 2022 hingga 2023
  • Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis di PT Perusahaan Gas Negara Tbk pada 2023
  • Direktur Infrastruktur dan Teknologi di PT Perusahaan Gas Negara Tbk pada 2025
  • Direktur Perencanaan Bisnis di PT Pertamina International Shipping (PIS) pada 4 Juli 2025

Kekayaan

Harry Budi Sidharta memiliki harta kekayaa mencapai Rp 9,9 miliar.

Jumlah kekayaan tersebut dilaporkan Harry Budi pada 27 Maret 2025/Periodik - 2024.

Berikut rincian harta kekayaan yang dimiliki Harry Budi Sidharta.

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp 4.200.000.000
 
1. Tanah dan Bangunan Seluas 131 m2/90 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp 1.700.000.000
 
2. Tanah dan Bangunan Seluas 72 m2/41 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 800.000.000
  
3. Tanah Seluas 1350 m2 di KAB / KOTA PANDEGLANG, HIBAH TANPA AKTA Rp 350.000.000

4. Tanah dan Bangunan Seluas 96 m2/72 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp 1.350.000.000
  
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 710.000.000

Baca juga: Sosok & Kekayaan Sri Purnomo, Mantan Bupati Sleman Dua Periode jadi Tersangka Korupsi, Capai Rp 12 M

1. MOBIL, MITSUBISHI PAJERO Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp 550.000.000

2. KAPAL LAUT/PERAHU, HONDA MONKEY Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp 80.000.000
 
3. MOTOR, HONDA DAX Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp 80.000.000
 
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp 0

D. SURAT BERHARGA Rp 5.000.000.000
 
E. KAS DAN SETARA KAS Rp 1.879.752.500

F. HARTA LAINNYA Rp 0
 
Sub Total Rp 11.789.752.500
 
II. HUTANG Rp 1.800.000.000
 
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-II) Rp 9.989.752.500

Susunan Direksi dan Komisaris PT Timah Tbk per 29 Oktober 2025

Selain menunjuk Harry Budi Sidharta, RUPSLB PT Timah juga menyetujui pengangkatan Ilhamsyah Mahendra sebagai Direktur Produksi dan Komersial. 

Ilhamsyah sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) periode Juli 2024-Juni 2025.

Lalu, disetujui pengangkatan Handy Geniardi sebagai Direktur Operasi, menggantikan Nur Adi Kuncoro yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi dan Produksi. 

Adapun Nur Adi Kuncoro sebelumnya sudah diberhentikan sementara dari jabatannya sejak 13 Oktober 2025 oleh Dewan Komisaris karena terdapat alasan yang mendesak bagi perseroan. 

Corporate Secretary PT Timah, Rendi Kurniawan, mengatakan bahwa keputusan perubahan pengurus ini diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk memperkuat strategi bisnis perusahaan dalam menghadapi tantangan industri timah global yang semakin dinamis dan memperkuat kinerja keberlanjutan.

Menurutnya, langkah ini menjadi upaya memperkuat tata kelola perseroan serta meningkatkan kinerja operasional dan bisnis perusahaan ke depan dan mendorong tercapainya kinerja yang telah ditetapkan. 

"Pergantian pengurus menjadi momentum penyegaran untuk terus memperkuat sinergisitas di internal perusahaan. PT Timah berkomitmen memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja operasional, dan memastikan kontribusi perusahaan bagi negara serta masyarakat dapat terus berjalan secara berkelanjutan," kata Rendi dalam keterangan resmi dilansir Kompas.com.

Dengan susunan pengurus yang baru, perseroan optimistis dapat memperkuat daya saing, meningkatkan efisiensi, serta memperluas kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi nasional dan daerah.

Manajemen juga berharap dukungan dan sinergi dari masyarakat di wilayah operasional perusahaan dapat terus terjalin, sehingga upaya peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha PT Timah dapat berjalan seiring dengan kemajuan daerah. 

"Kami percaya, kemajuan perusahaan harus sejalan dengan kemajuan daerah di mana perusahaan beroperasi. Karena itu, kami sangat berharap dukungan dan sinergi yang selama ini terjalin dapat terus dijaga," ucapnya.

Susunan Baru Pengurus PT Timah Tbk

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama/Komisaris Independen: Agus Rohman
Komisaris Independen: Yuslih Ihza Mahendra
Komisaris Independen: M. Hita Tunggal
Komisaris: Rizani Usman
Komisaris: Eniya Listiani Dewi

Dewan Direksi:

Direktur Utama: Restu Widiyantoro
Wakil Direktur Utama: Harry Budi Sidharta
Direktur Operasi: Handy Geniardi
Direktur Pengembangan Usaha: Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fina Eliani
Direktur Sumber Daya Manusia: Andi Seto Gadhista Asapa
Direktur Produksi dan Komersial: Ilhamsyah Mahendra

(Kompas.com/Kontan.co.id/Bangkapos.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved