Sabtu, 2 Mei 2026

Kemensos dan BGN Canangkan Program MBG untuk Lansia di Atas 75 Tahun

Program ini diarahkan untuk menjangkau kelompok rentan, terutama lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup seorang diri.

Tayang:
Istimewa/Dok. Kemensos
PROGRAM MBG - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, guna membahas mekanisme dan skema pelaksanaan program tersebut. 

Ringkasan Berita:Program ini diarahkan untuk menjangkau kelompok rentan, terutama lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup seorang diri. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana

 

BANGKAPOS.COM -- Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah memfinalisasi rencana pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas.

Program ini diarahkan untuk menjangkau kelompok rentan, terutama lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup seorang diri.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, guna membahas mekanisme dan skema pelaksanaan program tersebut.

Baca juga: Felly Husaini Resmi Pimpin PSSI Kabupaten Bangka Selatan

Pembahasan ini masih terus berjalan untuk memastikan program dapat diterapkan secara efektif.

“Semalam saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN, Prof Dadan, untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis bagi lansia di atas 75 tahun yang tinggal sendirian. Ini masih dalam tahap pembicaraan,” ujar Gus Ipul usai menghadiri pertemuan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dikelola BGN di berbagai daerah nantinya tidak hanya difokuskan untuk anak sekolah, tetapi juga akan melayani kebutuhan gizi lansia dan penyandang disabilitas yang berada di sekitar wilayah operasional dapur tersebut.

Terkait data penerima manfaat, Kemensos akan melakukan asesmen terlebih dahulu.

Data hasil asesmen itu kemudian diserahkan kepada kepala daerah untuk diverifikasi dan ditandatangani sebelum diteruskan ke BGN sebagai dasar penyaluran layanan MBG.

“SPPG di wilayah itu nantinya juga melayani lansia dan penyandang disabilitas berdasarkan data yang kami siapkan. Data tersebut berasal dari kepala daerah, setelah dilakukan asesmen dan pengesahan, baru disampaikan ke BGN untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Selain pemenuhan kebutuhan pangan, program MBG juga akan didukung oleh keberadaan caregiver atau tenaga pendamping.

Para pendamping ini akan disiapkan melalui proses pelatihan secara bertahap. Selama pelatihan masih berlangsung, distribusi makanan tetap dilakukan dengan melibatkan petugas yang mengantarkan langsung ke rumah penerima manfaat.

“Kita mulai dengan pelatihan terlebih dahulu. Sambil berjalan, tenaga pengantar MBG akan tetap menyalurkan makanan ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas,” tambah Gus Ipul.

Dari sisi pendanaan, anggaran program MBG untuk lansia dan disabilitas akan dipusatkan di BGN. Sementara itu, Kemensos berperan dalam menyiapkan tenaga pendamping serta sistem distribusi hingga makanan benar-benar diterima oleh sasaran.

Program ini diharapkan dapat memperkuat intervensi gizi bagi kelompok rentan sekaligus memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis, tidak hanya terbatas pada pelajar, tetapi juga menjangkau masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

(Bangkapos.com/Kompas.com/Tribunnews)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved