Netanyahu Dikabarkan Tewas dalam Serangan Iran
Netanyahu dikabarkan meninggal dunia atau mengalami luka akibat serangan Iran. Simak selengkapnya
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Rumor mengenai kematian Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendadak viral setelah ia sempat tidak muncul di hadapan publik selama beberapa hari.
Di tengah panasnya serangan rudal Iran, benarkah sang PM menjadi korban atau justru melarikan diri ke luar negeri? Simak fakta di balik isu panas ini.
Sejumlah laporan menyebut rumor meninggalnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, pertama kali muncul dari media yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah Iran.
Informasi tersebut dengan cepat menarik perhatian publik karena berkaitan dengan situasi konflik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah.
Media yang menyoroti isu tersebut adalah Kantor Berita Tasnim.
Baca juga: Ditekan Harga Minyak dan Politik Domestik, Trump Mulai Tunjukkan Urgensi Akhiri Perang Iran
Media tersebut berspekulasi bahwa Netanyahu kemungkinan tewas atau mengalami luka dalam sebuah serangan balasan.
Spekulasi tersebut muncul setelah pemimpin Israel itu sempat tidak terlihat di hadapan publik untuk beberapa waktu.
Situasi ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan militer antara Israel dan Iran.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat bersama Israel diketahui melancarkan serangan terhadap puluhan target di wilayah Iran.
Sebagai respons, Iran kemudian menembakkan gelombang rudal dan drone yang menargetkan Israel, sejumlah negara Teluk, serta pangkalan militer Inggris di Siprus.
Dalam laporannya, Kantor Berita Tasnim juga mengutip sumber berbahasa Ibrani yang menyebut adanya kemungkinan Netanyahu meninggal dunia atau mengalami luka akibat serangan tersebut.
Alasan yang memicu rumor ini yaitu:
1. Netanyahu belum muncul dalam video apa pun selama hampir tiga hari.
2. Tidak ada foto yang dipublikasikan selama hampir empat hari.
3. Sebelum jeda ini, setidaknya satu video, terkadang hingga tiga, dirilis setiap hari.
4. Semua pernyataan terbaru yang dikaitkan dengannya hanya berupa teks.
5. Yang menambah kecurigaan, keamanan di sekitar rumah Netanyahu dilaporkan diperketat pada 8 Maret untuk mengantisipasi kemungkinan serangan pesawat tak berawak.
6. Kunjungan yang direncanakan ke Israel oleh perwakilan utama Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, juga dibatalkan sekitar waktu yang sama, klaim Tasnim.
Disebut sebagai Berita Palsu
Para pejabat Israel dan beberapa kantor berita internasional menyebut klaim ini sebagai "berita palsu".
Netanyahu dilaporkan aktif, membuat pernyataan publik tentang konflik yang sedang berlangsung
Menurut The Times of Israel, kantor Netanyahu membantah klaim Iran tentang kematiannya sebagai "berita palsu".
Netanyahu disebut mengunjungi lokasi serangan rudal mematikan di Beit Shemesh dan berbicara kepada publik, menepis rumor tersebut, tambah publikasi Israel itu.
Laporan itu merujuk pada kantor berita Fars Iran yang menayangkan klaim juru bicara militer bahwa rudal Khaibar Iran berhasil menghantam kantor Netanyahu dan rumah kepala Angkatan Udara Tomer Bar.
Namun, tidak ada laporan tentang dampak rudal di Yerusalem, dan kantor Netanyahu tetap utuh, tambah publikasi tersebut.
Menurut publikasi berita tersebut, juru bicara Iran sebelumnya juga mengklaim bahwa tiga jet tempur Amerika ditembak jatuh di atas Kuwait.
Namun, AS mengatakan bahwa pertahanan udara Kuwait sendiri secara tidak sengaja mengenai pesawat-pesawat tersebut.
“Rezim Iran dikenal sering melebih-lebihkan pencapaian militernya untuk tujuan propaganda,” tambah publikasi tersebut.
Netanyahu Diisukan Kabur ke Jerman
Diberitakan DW, foto-foto yang diambil di bandara Berlin menunjukkan pesawat resmi pemerintah Israel "Wing of Zion" terparkir di landasan pacu.
Tak lama setelah pesawat tiba, seorang pengguna TikTok mengklaim:
"Jadi Netanyahu secara resmi telah melarikan diri ke Jerman."
Video tersebut, yang juga menggunakan data penerbangan sebagai bukti, telah ditonton lebih dari dua juta kali.
Berdasarkan laporan media, pesawat pemerintah Israel memang mendarat di Berlin pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, tetapi Netanyahu tidak berada di dalamnya.
Seorang pejabat pemerintah Jerman yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa pesawat tersebut mendarat di Jerman demi keselamatannya sendiri.
Ia menambahkan bahwa hanya awak pesawat yang berada di dalamnya dan penerbangan tersebut telah didaftarkan sebelumnya oleh pemerintah Israel.
Pesawat tersebut telah melakukan perjalanan serupa ke luar Israel selama eskalasi konflik sebelumnya.
Saat pesawat berada di Berlin, Netanyahu memiliki berbagai agenda di Israel, termasuk pertemuan dengan komandan senior IDF dan Mossad di Tel Aviv pada 1 Maret 2026 dan kunjungan yang terdokumentasi dengan baik ke lokasi serangan rudal Iran di Beit Shemesh, pinggiran kota Yerusalem, pada 2 Maret 2026.
Pengunggah video TikTok tersebut kemudian menambahkan koreksi yang mengklarifikasi bahwa Netanyahu tidak berada di dalam pesawat.
Namun, video viral tersebut sudah beredar online, menghasilkan jutaan klik dan tayangan, serta diunggah ulang oleh banyak pengguna di TikTok dan X.
Beberapa pengguna bahkan melangkah lebih jauh, berspekulasi tentang di mana tepatnya di Berlin Netanyahu diduga menginap.
Iran Targetkan Badan Intelijen Militer Israel
Tentara Iran mengatakan pada Rabu (11/3/2026) bahwa mereka telah menargetkan badan intelijen militer Israel, pangkalan angkatan laut di kota Haifa, dan sistem radar Israel
“Sejak pagi ini, tentara Republik Islam telah menargetkan direktorat intelijen militer Israel yang dikenal sebagai Aman, serta unit militer Israel 8200, radar Green Pine, dan gedung markas kapal selam di pangkalan angkatan laut Haifa,” kata tentara dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, dilansir Al Arabiya.
Ditambahkan pula bahwa serangan-serangan tersebut masih berlanjut.
Garda Revolusi Iran menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan terus berjuang hingga "bayang-bayang perang" terangkat dari Iran.
Sementara itu, stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengatakan bahwa Iran telah melancarkan serangan baru terhadap target Israel dan Amerika di Timur Tengah.
Serangan artileri itu adalah "yang paling intens dan terberat sejak awal perang," berlangsung selama tiga jam, kata stasiun televisi tersebut, mengutip pernyataan dari Garda Revolusi elit Iran.
Serangan itu menargetkan kota-kota Israel termasuk Tel Aviv dan Haifa, serta "Yerusalem Barat," yang merujuk pada wilayah kota yang diperebutkan dan berada di bawah kendali penuh Israel.
Militer Israel mengatakan telah mendeteksi rudal yang menuju ke negara itu dan telah mengaktifkan pertahanan udaranya.
Para jurnalis AFP melaporkan mendengar sirene serangan udara di Yerusalem dan suara ledakan di kejauhan.
Stasiun televisi tersebut mengatakan bahwa serangan rudal itu juga menargetkan "sejumlah target AS di Erbil" di Kurdistan Irak dan pangkalan angkatan laut Armada Kelima AS di Bahrain
| Unggahan Ibu Dali Wassink Disorot Usai Jennifer Copper Pre-wedding: Berusaha Tegar |
|
|---|
| Video: Momen Kajari Karo Danke Rajagukguk Disemprot DPR RI Buntut Kasus Amsal Sitepu |
|
|---|
| Detik-detik Mencekam Iqbal dan Istri Cari Sinyal Terombang-ambing di Laut Beltim, Mesin Perahu Mati |
|
|---|
| Profil Kapten Zulmi, Prajurit Elite Kopassus TNI Gugur di Lebanon Dimakamkan di Bandung |
|
|---|
| Video: Mesin Perahu Mati di Tengah Laut, Cerita Pasutri Asal Beltim Terombang-ambing Cari Sinyal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250624-Benjamin-Netanyahu-PM-Israel.jpg)