Sabtu, 2 Mei 2026

Dudung: Saya Babat Jika Tak Benar Laksanakan Program MBG

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman siap awasi dan kendalikan pelaksanaan program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman yang kini jadi Kepala Staf Presiden, saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta Kamis (4/9/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman siap awasi dan kendalikan pelaksanaan program strategis Presiden Prabowo Subianto.
  • Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat dan program prioritas nasional lainnya jadi wilayah tugas KSP.
  • Dudung bakal tindak praktik tidak beres dalam pelaksanaan program strategis yang sudah dicanangkan pemerintan.

 

BANGKAPOS.COM - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman siap mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBK), Sekolah Rakyat dan program strategis nasional lain yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto

Untuk memastikan program-program prioritas nasional dilaksanakan sesuai visi dan misi Presiden, Dudung siap melakukan tindakan tegas jika dalam pelaksanaannya di lapangan ditemukan ketidakberesan.

Dudung mengatakan, sebagai kepala KSP, ia bertugas menjadi penyambung antara masyarakat dan pemerintah serta melakukan pengawasan ketika terdapat laporan dari masyarakat terkait berbagai program pemerintah.

Baca juga: Tanggapan Dadan soal Protes Gaji Pencuci Piring MBG Rp3,5 Juta, tapi Guru Honorer Rp800 Ribu

"Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan nasional, program unggulan Bapak Presiden seperti MBG, Sekolah Rakyat dan sebagainya," kata Dudung dalam pembukaan Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Jakarta, Kamis (30/4/2026), dikutip dari berita Antara.

"Kalau tidak benar pelaksanaan di lapangan, akan saya babat nanti," ujar Dudung.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini juga menyampaikan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai pilar ketahanan nasional.

Berkaca dengan kondisi dunia saat ini di mana banyak terjadi konflik karena berbagai latar belakang, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, golongan dan agama menjadi sangat penting menjaga persatuan dan kesatuan.

Secara khusus dia memperingatkan terhadap isi konten di beragama media sosial yang menggunakan bahasa provokasi dan menyebarkan informasi yang menyesatkan.

Dengan informasi menyesatkan jika terus disampaikan berulang dapat dianggap sebagai kebenaran.

"Oleh karenanya mari mata, telinga kita kita pasang untuk tetap mendengar, tetap melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan," tutur Dudung.

Dalam kesempatan itu dia juga meminta masyarakat untuk selalu waspada dengan pihak-pihak segala informasi yang tersebar.

Melansir laman resmi ksp.go.id, Kantor Staf Presiden memiliki tugas dan fungsi memberi dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.

Dalam pelaksanaan tugasnya akan melakukan fungsi pengendalian dalam rangka memastikan bahwa program-program prioritas nasional dilaksanakan sesuai visi dan misi Presiden.

Selain melakukan pengendalian, Kantor Staf Presiden juga melaksanakan fungsi memberikan dukungan percepatan pelaksanaan, monitor dan evaluasi program prioritas nasional dan isu strategis, menyelesaikan masalah secara komprehensif terhadap program-program prioritas nasional yang dalam pelaksanaannya mengalami hambatan, pengelolaan isu strategis.

Fungsi lain dari Kantor Staf Presiden adalah bertanggung jawab atas pengelolaan strategi komunikasi politik dan diseminasi informasi, termasuk penyampaian analisis data dan informasi strategis dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan.

Selain dari fungsi-fungsi tersebut di atas, Kantor Staf Presiden dapat melakukan fungsi administrasi dan fungsi lain yang ditugaskan oleh Presiden.

Dalam pelaksanaan tugasnya Kepala Staf Kepresidenan akan dibantu oleh beberapa Deputi dan Kesekretariatan yang tugas dan tanggung jawabnya dapat dilihat di Struktur Organisasi.

Dari Loper Koran, Pimpin TNI AD, Kini Kepala Staf Presiden

Jenderal Purnawirawan TNI Dudung Abdurachman resmi menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Ia dilantik langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026) bersama lima pejabat lainnya.

Dudung sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Pertahanan Nasional.

Perjalanan Dudung mencapai kariernya saat ini memiliki cerita panjang, dari seorang loper koran, penjual kue hingga menjadi seorang perwira tinggi TNI.

Kisahnya menjadi seorang loper koran ini pernah diceritakan Dudung saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com, dalam tayangan Beginu Sesi 2 Episode 6.

Sewaktu remaja, Dudung harus membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sebab, Ayahnya meninggal dunia saat Dudung masih SMP pada 1981.

Anak keenam dari delapan bersaudara itu harus membantu ibunya mencari uang. Dengan mengayuh sepeda, ia mengantar koran ke rumah para pelanggan sejak pukul 4 pagi.

"Sepeninggal bapak saya, ibu saya ini kan ya secara ekonomi ya namanya janda pensiunan PNS. Akhirnya untuk menopang kehidupan itu saya jualan koran, saya nganter koran, loper koran," ucap Dudung.

Selesai mengantar koran sekitar pukul 08.00, Dudung mesti membantu ibunya menjajakan kue klepon di lingkungan Kodam III/Siliwangi, Jawa Barat.

Dudung sengaja memilih sekolah di siang hari supaya ia bisa membantu ibunya.

Lantaran hampir setiap hari mengantar kue, Dudung akhirnya dikenal oleh tentara yang berjaga di depan pintu.

Ia kerap menyelonong masuk ke dalam ruangan.

Namun, suatu hari, ketika hendak mengantarkan kue, penjaga yang bertugas merupakan tentara baru yang belum mengenal Dudung.

Mendapati Dudung yang menyelonong masuk tanpa melapor, penjaga itu geram. Ditendanglah kue-kue yang dibawa Dudung hingga berhamburan.

Saat itulah, muncul keinginan Dudung untuk menjadi perwira tinggi.

"Ditendanglah kue itu, ada 50 biji, menggelundung. Di situ saya bilang, awas nanti saya jadi perwira. Di situ saya bangkit pengin jadi tentara. Awalnya di situ, padahal dulu cita-cita saya pengin kuliah," kata Dudung sambil tertawa.

"Di situ saya berpikir, ini orang jangan semena-mena sama rakyat kecil. Itu enggak boleh," tuturnya.

Tekad Dudung ternyata tak sia-sia.

Ia berhasil masuk Akademi Militer di Bandung.

Tiga tahun kemudian ia lulus dengan pangkat Letnan Dua.

Meniti Karier Militer Hingga Jadi KSAD

Dudung pertama kali bertugas di Dili, Timor Timur pada 1988.

Kemudian, pada 1993 ia ditugaskan ke Bali.

Dari Bali, Dudung pindah ke Bandung.

Dudung beberapa kali berpindah kota.

Bahkan, ia pernah dikirim menjadi tim penjaga perdamaian di Filipina Selatan.

Selama 2018 hingga pertengahan 2020, Dudung menjabat Gubernur Akmil.

Kemudian, pada Agustus tahun lalu ia dipercaya sebagai Panglima Kodam Jaya.

Salah satu tonggak penting dalam karier militernya adalah ketika ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 2021, posisi yang Dudung emban hingga menjelang masa pensiunnya pada tahun 2023.

Sebelum menjadi KSAD, Jenderal Purnawirawan Dudung juga pernah memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

(Kompas.com/Ardito Ramadhan, Singgih Wiyono)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved