Rabu, 10 Juni 2026

Nasib Dadan Hindayana, Dicopot Mendadak hingga Kejagung Geledah Kantor BGN, TNI - Polri Kawal Ketat

Pada Rabu (3/6/2026), Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, digeledah besar-besaran oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
Kompas.com/Tim Media Prabowo Subianto
DADAN HINDAYANA DICOPOT -- Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana saat mengunjungi siswa korban kecelakaan mobil pengangkut makanan MBG di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025). Pada 2 Juni 2026, Presiden Prabowo mencopot Dadan dari jabatan Kepala BGN, tak lama setelah kepulangan dari ibadah haji dan usai mendampingi kunjungan ke SPPG Palmerah, Jakarta Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Menanggapi pencopotan, Dadan menyebut keputusan Presiden adalah kewenangan penuh kepala negara. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan selama menjabat serta berharap program MBG terus berlanjut.
  • Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 2 Juni 2026.
  • Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan penggeledahan besar-besaran di lembaga tersebut.

 

BANGKAPOS.COM -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya pada 2 Juni 2026.

Posisinya kini digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Setelah dicopot secara mendadak oleh Presiden Prabowo Subianto, nasib Dadan kini di ujung tanduk.

Pada Rabu (3/6/2026), Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, digeledah besar-besaran oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Detik-detik kedatangan tim Kejagung diungkapkan oleh salah seorang petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

Menurut petugas yang enggan disebutkan namanya itu, rombongan penyidik sudah merapat ke Kantor BGN sejak dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca juga: Sosok Brigjen TNI Donny Pramono, Sebut Film Pesta Babi Kebebasan Berekspresi, Bantah TNI Anti Kritik

Tim penyidik datang menggunakan tiga unit kendaraan dan langsung menerobos masuk ke area kantor untuk memulai sterilisasi.

"Kendaraan yang datang ada tiga di sana (parkirnya). Kalau jumlahnya kurang tahu karena saya shift pagi," ujar petugas keamanan tersebut pada Rabu (3/6/2026).

Begitu tiba di lokasi, penyidik Kejagung langsung bergerak cepat menuju sasaran utama, yaitu ruang pimpinan BGN.

Area kantor langsung ditutup total agar tidak ada pihak luar yang bisa keluar masuk selama proses penggeledahan. Langkah ini membuat aktivitas di lingkungan BGN lumpuh total sejak dini hari.

Proses penggeledahan ini juga mendapatkan pengawalan berlapis yang sangat ketat. Petugas keamanan setempat mengaku melihat sejumlah anggota TNI bersenjata lengkap ikut mengamankan jalannya operasi.

“Ketat penjagaannya, dikawalnya sama anggota, anggota TNI bersenjata lengkap,” jelas petugas keamanan itu menambahkan. Akibatnya, akses menuju sejumlah titik penting di kantor BGN dibatasi ketat.

Pegawai Tertahan di Lobi hingga Memilih Pulang

Ketatnya penggeledahan ini mengejutkan para pegawai yang baru berdatangan pada pagi hari. Mereka dilarang keras memasuki area utama gedung dan hanya tertahan di area luar.

Pegawai hanya diizinkan menunggu di lobi maupun di luar halaman kantor sambil menunggu proses penggeledahan selesai.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved