Rabu, 10 Juni 2026

Cadangan Devisa Turun, Rupiah Melemah, 'Tabungan' Negara Ikut Tergerus

Cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$144,9 miliar pada Mei 2026 akibat intervensi rupiah dan pembayaran utang luar negeri.

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
THINKSTOCKS
DEVISA--Cadangan devisa Indonesia turun menjadi US$144,9 miliar pada Mei 2026 akibat intervensi rupiah dan pembayaran utang luar negeri. BI menyebut posisi masih aman, namun tekanan masih berlanjut. 

Ringkasan Berita:
  • Cadangan devisa Indonesia terus menurun hingga US$144,9 miliar pada Mei 2026 di tengah pelemahan rupiah dan intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing. 
  • Meski turun, BI menegaskan posisi masih dalam kategori aman untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

 

BANGKAPOS.COM--Ketahanan sektor eksternal Indonesia menghadapi tekanan baru seiring terus menyusutnya cadangan devisa di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya kebutuhan stabilisasi pasar keuangan.

Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 turun menjadi US$ 144,9 miliar.

Angka tersebut menjadi level terendah sejak Juli 2024 dan mencerminkan penurunan sekitar US$ 11,6 miliar atau 7,41 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Penurunan cadangan devisa terjadi selama lima bulan berturut-turut, di tengah meningkatnya intervensi BI di pasar valas untuk menjaga stabilitas rupiah serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Meski demikian, BI menegaskan bahwa posisi cadangan devisa masih berada dalam kategori aman.

“Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Senin (8/6/2026).

BI menjelaskan, tekanan terhadap cadangan devisa terjadi karena kombinasi beberapa faktor, termasuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah intervensi di pasar valuta asing.

Kondisi ini terjadi meskipun terdapat tambahan devisa dari penerbitan global bond, penerimaan pajak, dan pendapatan jasa.

Rupiah Terkoreksi 3,08 % pada Mei

Tekanan pada cadangan devisa tidak lepas dari pelemahan rupiah yang cukup signifikan.

Sepanjang Mei 2026, rupiah terdepresiasi 3,08 % terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dari Rp17.346 per dolar AS pada akhir April menjadi Rp17.881 per dolar AS pada akhir Mei.

Pelemahan ini mendorong Bank Indonesia melakukan intervensi lebih aktif di pasar valas untuk meredam volatilitas.

Cadangan devisa Indonesia saat ini masih setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka tersebut masih di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.

Namun, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa tekanan terhadap cadangan devisa berpotensi meningkat apabila pelemahan rupiah berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Level Psikologis Rupiah Jadi Sorotan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved