Rabu, 6 Mei 2026

Doa dan Amalan

Doa Rasulullah SAW Agar Terhindar dari Setan dan Amarah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Inilah doa perlindungan dari godaan setan dan doa redam amarah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Istimewa/Tribunnews
Ilustrasi berdoa. Doa Rasulullah SAW Agar Terhindar dari Setan dan Amarah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya 
Ringkasan Berita:
  • Rasulullah SAW mengajarkan dua doa penting bagi umat Islam
  • Doa perlindungan dari godaan setan dan doa untuk meredam amarah.
  • Keduanya memiliki keutamaan luar biasa bagi ketenangan jiwa.

 

BANGKAPOS.COM--Doa merupakan salah satu bentuk penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Melalui doa, manusia menunjukkan kerendahan hati, memohon ampun, dan berharap mendapatkan kebaikan serta kemaslahatan dari sisi-Nya.

Berdoa menjadi cara terbaik bagi seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, terutama setelah menunaikan shalat fardhu.

Dalam Islam, doa bukan hanya sekadar permintaan, tetapi juga bukti keimanan, karena orang yang berdoa berarti yakin bahwa hanya Allah SWT-lah yang Maha Kuasa untuk mengabulkannya.

Makna dan Kedudukan Doa dalam Islam

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa adalah inti dari ibadah (mukhul ‘ibadah).

Artinya, doa menjadi penghubung langsung antara seorang hamba dan Tuhannya.

Doa juga menjadi jalan untuk memperoleh ketenangan batin.

Ketika seseorang berdoa dengan penuh harap, jiwanya menjadi lebih tenang, hatinya lebih lapang, dan semangat hidupnya kembali tumbuh.

Setiap Muslim diajarkan untuk berdoa kapan pun dan di mana pun. Tidak ada waktu dan tempat khusus untuk berdoa, karena Allah SWT Maha Mendengar semua permohonan hamba-Nya, baik di tempat sepi maupun ramai, di waktu pagi, siang, atau malam.

Doa Perlindungan dari Bisikan Setan

Salah satu doa yang paling sering diajarkan Rasulullah SAW adalah doa agar terhindar dari bisikan setan.

Dalam Islam, setan disebut sebagai musuh nyata manusia yang terus berusaha menjerumuskan ke dalam kesesatan.

Karena itu, Rasulullah SAW pun senantiasa memohon perlindungan kepada Allah agar tidak tergoda bujuk rayu setan.

Doa tersebut tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Mu’minun ayat 97–98, sebagaimana berikut:

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ # وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Rabbi a’uudzibika min hamazaatisy syayaathiini wa a’uudzubika rabbi an yahdhuruun

Artinya:
"Dan katakanlah (wahai Muhammad): Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung (pula) kepada-Mu, wahai Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."
(QS. Al-Mu’minun [23]: 97–98)

Ayat ini menjadi doa penting bagi setiap Muslim untuk melindungi diri dari segala bentuk bisikan jahat, baik dalam pikiran, perasaan, maupun perbuatan.

Para ulama menjelaskan bahwa membaca doa ini secara rutin, terutama setelah shalat atau ketika merasa terganggu pikiran, dapat menjadi benteng spiritual yang sangat kuat.

Makna Spiritual di Balik Doa Perlindungan Ini

Setan tidak hanya menggoda manusia untuk berbuat dosa besar, tetapi juga mempengaruhi perasaan hati seperti marah, iri, dengki, dan kesombongan.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW selalu mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan sebelum godaan itu tumbuh menjadi perbuatan.

Doa ini sekaligus mengajarkan kepada umat Islam pentingnya kesadaran spiritual bahwa segala bentuk perlindungan sejati hanya datang dari Allah SWT, bukan dari kemampuan diri sendiri.

Doa Ketika Marah, Mengusir Amarah dan Pengaruh Setan

Selain doa perlindungan dari setan, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus agar umatnya mampu mengendalikan diri ketika marah.

Marah adalah sifat manusiawi, namun bila tidak dikendalikan dapat menimbulkan kerusakan dan dosa besar.

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud, Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Sesungguhnya marah itu datangnya dari setan, dan setan diciptakan dari api. Sesungguhnya api dapat dipadamkan dengan air, maka apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwudhu."
(HR. Abu Dawud, no. 4784)

Rasulullah SAW mengajarkan agar ketika marah, seorang Muslim membaca doa berikut:

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Latin:

Allāhummaghfir lī dzanbī, wa adzhhib ghaizha qalbī, wa ajirnī minasy-syaithān(i).

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dosaku, redakanlah amarah di hatiku, dan lindungilah aku dari godaan setan."

Doa ini merupakan ungkapan kerendahan hati seorang hamba yang memohon agar Allah menenangkan jiwanya dan melindungi dari bisikan setan yang kerap membakar amarah manusia.

Langkah Mengamalkan Doa Saat Marah

Para ulama menjelaskan bahwa sebelum membaca doa ini, seseorang disunnahkan membaca ta‘awudz terlebih dahulu:

أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm

(“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”)

Setelah itu, disunnahkan untuk berwudhu.

Sebab, wudhu diyakini mampu meredam hawa panas yang muncul akibat emosi, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa “marah berasal dari api, dan api dapat dipadamkan dengan air.”

Berwudhu juga menjadi simbol penyucian diri, bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin.

Dengan demikian, ketika amarah datang, umat Islam dianjurkan untuk menenangkan diri, berzikir, dan membaca doa ini dengan penuh kesungguhan.

Keutamaan Membaca Doa-Doa Perlindungan

  1. Menjauhkan diri dari godaan setan.

Dengan membaca doa dari QS. Al-Mu’minun 97–98, seseorang akan lebih tenang dan terhindar dari bisikan jahat.

2. Menjaga hati dari amarah dan kesombongan.

Doa Rasulullah SAW ketika marah mengajarkan umat Islam untuk memohon pengampunan dan ketenangan hati.

3. Menumbuhkan kesadaran spiritual.

Doa membuat hati selalu bergantung kepada Allah SWT, bukan pada kekuatan diri atau orang lain.

4. Menjadi bentuk dzikir dan introspeksi diri.

Setiap doa yang diucapkan akan mengingatkan manusia akan kelemahannya, sehingga tumbuh rasa tawakal dan sabar dalam menghadapi ujian.
 
Doa Sebagai Penjaga Hati dan Pikiran

Hati yang bersih dan pikiran yang jernih hanya dapat dijaga dengan kedekatan kepada Allah SWT.

Setiap kali hati gelisah, pikiran kacau, atau amarah meluap, doa menjadi solusi terbaik untuk mengembalikan ketenangan.

Doa juga menjadi benteng utama dari pengaruh negatif lingkungan dan bisikan nafsu.

Ketika seseorang rutin membaca doa perlindungan dan doa pengendali amarah, maka jiwanya akan lebih tenang, tindakannya lebih terarah, dan ucapannya lebih bijak.

Meneladani Rasulullah dalam Berdoa

Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal berdoa.

Beliau senantiasa berdoa di setiap keadaan saat senang maupun susah, saat lapang maupun sempit.

Setiap langkah beliau selalu diiringi dengan permohonan kepada Allah agar diberi petunjuk dan kekuatan.

Sebagai umatnya, kita diajarkan untuk meneladani kebiasaan ini.

Membaca doa-doa perlindungan seperti yang beliau ajarkan bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari ikhtiar spiritual untuk menjaga iman dan akhlak.

Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan dan godaan, doa menjadi oase yang menenangkan hati.

Melalui doa, seorang Muslim tidak hanya meminta pertolongan, tetapi juga membangun hubungan batin yang kokoh dengan Sang Khalik.

Dengan demikian, siapa pun yang istiqamah memanjatkan doa, baik doa perlindungan dari setan maupun doa ketika marah,

insyaAllah akan mendapat ketenangan, dijauhkan dari amarah, dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

(Bangkapos.com/Zulkodri)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved