Selasa, 21 April 2026

Doa dan Amalan

5 Doa Pendek Pembuka Usaha dari Ustaz Abdul Somad, Dagangan Laris dan Rezeki Berkah

Ustaz Abdul Somad ajarkan lima doa pendek dari Al-Qur’an agar usaha lancar, dagangan laris, dan rezeki penuh keberkahan tanpa penglaris diharamkan

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
bangkapos.com
DOA PEMBUKA USAHA--Ilustrasi berdoa, 5 Doa Pendek Pembuka Usaha dari Ustaz Abdul Somad, Dagangan Laris dan Rezeki Berkah 
Ringkasan Berita:
  • Berdoa sebelum berjualan bukan sekadar ritual, tetapi bentuk pengakuan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT.
  • Ustaz Abdul Somad membagikan lima doa pendek dari Al-Qur’an yang bisa diamalkan setiap membuka usaha.
  • Dengan doa ini, insyaAllah rezeki lancar, usaha berkah, dan dagangan laris tanpa perlu penglaris.

BANGKAPOS.COM--Dalam mencari penghasilan tambahan, banyak orang memilih untuk membuka usaha atau berdagang.

Namun bagi seorang muslim, selain bekerja keras, ada hal yang lebih penting agar rezeki yang didapat membawa keberkahan yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ustaz Abdul Somad (UAS), dalam salah satu kajiannya yang diunggah di kanal YouTube Dakwah Islamiyah, mengingatkan bahwa seorang muslim tidak boleh menggunakan cara-cara yang dilarang agama seperti penglaris, pesugihan, atau mendatangi dukun untuk melariskan dagangan.

“Gunakan doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an, jangan pakai penglaris. Itu dilarang oleh Allah SWT,” tegas UAS.

Menurutnya, keberkahan rezeki tidak datang dari jimat atau ritual tertentu, melainkan dari doa dan keikhlasan hati dalam berusaha serta berserah diri kepada Allah SWT.

Doa-Doa Pendek Agar Usaha Lancar dan Dagangan Laris

Berikut lima doa pendek yang dianjurkan oleh Ustaz Abdul Somad untuk diamalkan saat membuka usaha — baik toko, warung, maupun ruko.

1. Surah Al-Fatihah (1 kali)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Latin:

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim ghairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

 
2. Surah Al-Ikhlas (3 kali)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin:

Qul huwallāhu ahad. Allāhus-samad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Artinya:

Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

 
3. Surah Al-Falaq (1 kali)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latin:

Qul a‘ūdzu birabbil-falaq. Min sharri mā khalaq. Wa min sharri ghāsiqin iżā waqab. Wa min sharrin-naffāṡāti fil-‘uqad. Wa min sharri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya:
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”

 
4. Surah An-Naas (1 kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِ
إِلَـٰهِ النَّاسِ
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin:

Qul a‘ūdzu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min sharri al-waswāsi al-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Artinya:

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, sesembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

5. Ayat Kursi (1 kali)

اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ
لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ
مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin:

Allāhu lā ilāha illā huwa al-ḥayyul-qayyūm. Lā ta’khudzuhu sinatun wa lā nawm. Lahu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żalladzī yasyfa‘u ‘indahu illā bi’idznih. Ya‘lamu mā baina aydīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyai’in min ‘ilmihi illā bimā syā’a. Wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya’ūdū ḥifẓuhumā. Wa huwa al-‘aliyyul-‘aẓīm.

Artinya:

Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya kecuali yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.

Ustaz Abdul Somad menegaskan bahwa jika lima doa ini diamalkan setiap membuka usaha, maka insyaAllah rezeki akan lancar, usaha diberkahi, dan dagangan menjadi laris tanpa harus menggunakan penglaris yang diharamkan oleh agama.

“Yang penting niatnya baik, jalannya halal, dan dibuka dengan doa. Allah akan cukupkan rezeki bagi hamba yang bersyukur,” tutup UAS dalam kajiannya.

Berdoa sebelum berjualan bukan sekadar ritual, tetapi bentuk pengakuan bahwa rezeki berasal dari Allah SWT.

Dengan mengamalkan doa-doa pendek dari Al-Qur’an seperti yang diajarkan Ustaz Abdul Somad, seorang muslim tidak hanya berusaha mencari nafkah, tetapi juga menjaga keberkahan dan ketenangan hati dalam berdagang.

Menurut Ustaz Abdul Somad, jika lima doa ini diamalkan setiap membuka usaha, insyaAllah rezeki akan lancar, usaha berkah, dan dagangan laris tanpa perlu menggunakan penglaris yang diharamkan agama.

(Bangkapos.com/Zulkodri)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved