Kamis, 23 April 2026

Doa dan Amalan

5 Doa Pendek agar Dagangan Laris Menurut Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad membagikan 5 doa pendek agar usaha lancar dan dagangan laris lengkap tulisan Arab, latin dan artinya. Diamalkan tanpa penglaris

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Tribunnews
DOA DAGANGAN LARIS--Doa dagangan laris menurut Ustaz Abdul Somad lengkap tulisan Arab, latin dan artinya. Amalkan 5 doa pendek Al-Qur’an agar usaha lancar, rezeki berkah dan dijauhkan dari penglaris. 
Ringkasan Berita:
  • Ustaz Abdul Somad mengingatkan pedagang muslim agar tidak memakai penglaris atau pesugihan demi melancarkan usaha. 
  • Sebagai gantinya, UAS membagikan 5 doa pendek dari Al-Qur’an lengkap tulisan Arab, latin dan artinya yang diyakini dapat membantu membuka pintu rezeki, melancarkan usaha, dan menghadirkan keberkahan dalam berdagang.

 

BANGKAPOS.COM--Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, banyak orang rela melakukan berbagai cara demi menarik pembeli dan melancarkan bisnis.

Namun bagi umat Islam, mencari rezeki tidak hanya soal keuntungan materi, melainkan juga keberkahan dan ketenangan hati.

Hal inilah yang disampaikan oleh Abdul Somad dalam salah satu kajian yang diunggah melalui kanal YouTube Dakwah Islamiyah.

Dalam ceramah tersebut, dai yang akrab disapa UAS itu mengingatkan para pedagang agar tidak tergoda menggunakan cara-cara mistis seperti penglaris, pesugihan, maupun mendatangi dukun.

“Gunakan doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an. Jangan pakai penglaris. Itu dilarang oleh Allah SWT,” tegas UAS.

Menurutnya, keberhasilan usaha sejatinya datang dari ikhtiar halal, doa, serta tawakal kepada Allah SWT, bukan dari jimat atau ritual tertentu.

Doa Jadi Bagian Penting dalam Ikhtiar

UAS menjelaskan, membaca doa sebelum membuka usaha bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk pengakuan bahwa segala rezeki berasal dari Allah SWT.

Dengan memulai aktivitas berdagang menggunakan doa, seorang muslim diyakini akan lebih tenang, dijauhkan dari cara-cara haram, serta mendapat keberkahan dalam usahanya.

Dalam kajiannya, UAS membagikan lima doa pendek yang dianjurkan diamalkan ketika membuka toko, warung, kios, hingga usaha kecil lainnya.

1. Surah Al-Fatihah

Tulisan Arab
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Latin

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim ghairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

2. Surah Al-Ikhlas

Tulisan Arab
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin

Qul huwallāhu ahad. Allāhus-samad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Artinya

“Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

3. Surah Al-Falaq

Tulisan Arab
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latin

Qul a‘ūdzu birabbil-falaq. Min sharri mā khalaq. Wa min sharri ghāsiqin iżā waqab. Wa min sharrin-naffāṡāti fil-‘uqad. Wa min sharri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya

“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”

4. Surah An-Naas

Tulisan Arab
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِ
إِلَـٰهِ النَّاسِ
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin
Qul a‘ūdzu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min sharri al-waswāsi al-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Artinya
“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.”

5. Ayat Kursi

Tulisan Arab
اللَّهُ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ
لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ
مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ
وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin

Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm. Lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żallażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi iżnih. Ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’. Wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Artinya

“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mahahidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.”

Rezeki Halal dan Penuh Keberkahan

UAS menegaskan, doa-doa tersebut bisa diamalkan secara rutin ketika membuka usaha agar rezeki dilapangkan dan dagangan diberi keberkahan.

“Yang penting niatnya baik, jalannya halal, dan dibuka dengan doa. Allah akan cukupkan rezeki bagi hamba-Nya yang bersyukur,” ujar UAS.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan usaha tidak semata-mata diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari ketenangan hati dan keberkahan yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi umat Islam, bekerja dan berdagang bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga bagian dari ibadah kepada Allah SWT.(*)

(Bangkapos.com/Zulkodri)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved