Senin, 4 Mei 2026

Berita Selebritis

Biodata Habib Umar bin Hafidz yang Dicurhati Ayu Ting Ting Sambil Menangis & Silsilahnya

Habib Umar bin Hafidz adalah ulama terkemuka asal Yaman yang diyakini punya silsilah keturunan Nabi Muhammad dari Husain bin Ali.

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Instagram @habibomarcom dan TikTok @hyeppygirl
TANGISAN CURHAT - Kolase potret Habib Umar dan Ayu Ting Ting diambil dari Instagram @habibomarcom dan TikTok @hyeppygirl. Ayu Ting Ting curhat sambil menangis ke Habib Umar. 

BANGKAPOS.COM - Nama Habib Umar bin Hafidz jadi sorotan gara-gara Ayu Ting Ting.

Sorotan itu datang ketika Ayu Ting Ting yang sambil menangis curhat kepada Habib Umar bin Hafidz.

Momen ini terjadi pada acara bertajuk Heart to Heart yang digelar Ivan Gunawan.

Kajian ini mendatangkan Habib Umar bin Hafidz dari Yaman sebagai ulama yang mengisi tausiyah.

 Beruntung, Ayu mendapat kesempatan untuk bertanya pada sang Habib.

 "Perkenalkan saya Ayu Rosmalina, saya ingin bertanya Bib.

Saya seorang ibu yang selama ini membesarkan anak saya seorang diri.

Kadang saya merasa kuat, tapi di sisi lain saya merasakan sepi dan lelah mencari jodoh yang tepat.

Bagaimana cara saya menjaga kesabaran dan tetap berbaik sangka kepada Allah bahwa waktu dan takdirnya selalu jadi yang terbaik," ungkap Ayu sambil menangis.

 Pertanyaan itu pun langsung dijawab Habib Umar yang kemudian memberikan nasihat untuk Ayu.

Dalam nasihatnya, Habib Umar mengingatkan Ayu bahwa mendidik anak adalah tugas yang mulia.

Mendidik anak termasuk amal jariyah yang tidak akan hilang pahalanya bahkan setelah meninggal dunia.

Setiap kebaikan yang dilakukan anak akan menjadi tabungan pahala bagi orangtuanya.

 "Semoga Allah Ta'ala menatap kalian dengan pandangan rahmatnya dan Allah Ta'alah bentangkan anugerahnya.

Sesungguhnya engkau dengan mendidik menjalankan tugas mendidik anak ini itu adalah sebuah pencapaian derajat yang tinggi di sisi Allah.

Dan ini adalah bentuk Muhammad yang berinteraksi dengan zat manusia untuk mengkadar dia menjadi manusia yang membawa kebaikan kelak di masyarakat.

Dan seorang anak apabila dididik dengan benar maka dia menjadi unsur yang positif di masyarakat.

Dan apabila demikian maka kebaikan apapun yang dilakukan oleh anak tersebut itu pahalanya masuk juga di dalam rekening ibundanya.

Bahkan itu termasuk amal jariyah yang tak akan terputus walaupun orangtuanya telah wafat dan meninggal dunia kelak," ungkap Habib Umar.

Habib Umar bahkan menyamakan Ayu Ting Ting dengan Siti Aminah, ibunda Nabi Muhammad.

Siti Aminah juga membesarkan anak seorang diri tanpa suami yang sama dengan kondisi Ayu.

"Dan bayangkan persamaan engkau dengan ibundanya yang mendidik rasul sendirian.

Meninggal sang ayah saat itu Nabi Muhammad di kandungan ibunya.

Maka Siti Aminah sendirian di dalam mengasuh putranya, Nabi Muhammad.

Dan ingatlah ada kemiripan antara engkau dengan ibundanya Rasulullah dalam hal ini," lanjut sang Habib. 

Terlepas dari itu, siapa Habib Umar bin Hafidz?

Biodata Habib Umar bin Hafidz

Habib Umar bin Hafidz adalah ulama terkemuka asal Yaman yang diyakini punya silsilah keturunan Nabi Muhammad dari Husain bin Ali.

Ia lahir dari keluarga ulama berpengaruh. 

Pengaruh Habib Umar bin Hafidz tidak hanya terbatas di Yaman, tetapi sampai di Indonesia.

Habib Umar bin Hafidz bahkan telah berdakwah di Indonesia sejak 1994.

Habib Umar bin Hafidz lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman, pada 27 Mei 1963.

Ia berasal dari keluarga ulama berpengaruh, di mana sang ayah yang bernama Muhammad bin Salim bin Hafiz adalah seorang mufti di Tarim.

Karena itu pula, sejak kecil Habib Umar telah dibimbing untuk menghafal Al Quran dan belajar banyak ilmu Islam dari keluarganya sendiri.

Selain belajar dari sang ayah, Habib Umar berada di bawah bimbingan banyak habib terkemuka. Pada usia 15 tahun, Habib Umar sudah dipercaya untuk mengajar, di samping terus belajar dari para gurunya.

Pada 1981, ketika usianya 17 tahun, Habib Umar bin Hafidz pindah ke Kota Al-Bayda. Hal itu dilakukan di tengah kacaunya situasi di Tarim akibat persekusi yang dilakukan oleh rezim komunis kepada para ulama.

Di Al-Bayda, Habib Umar masih terus belajar kepada guru baru sambil melakukan dakwah.

Di kota ini, dakwah Habib Umar dapat dilakukan secara lebih leluasa. Ia pun membuat forum kajian yang menarik perhatian para pemuda di Kota Al-Bayda, Al Hudaydah, dan Ta'izz.

Selama tinggal di Al-Bayda, Habib Umar secara rutin pergi ke Ta'izz dan Hijaz di Arab Saudi untuk belajar kepada para habib terkemuka.

Setelah jatuhnya rezim komunis pada 1990 yang membuat Yaman Utara dan Selatan bersatu, Habib Umar sempat kembali ke Tarim.

Namun, ia akhirnya memilih tinggal di Salalah selama satu tahun, sebelum akhirnya pindah ke Ash Shihr.

Perjalanan dakwah Habib Umar bin Hafidz Pada 1994, Habib Umar bin Hafidz kembali ke kampung halamannya di Tarim.

Ia kemudian mendirikan pondok pesantren Darul Mustafa, yang menarik minat para santri dari Tarim dan beberapa wilayah Yaman.

Dalam perjalanannya, banyak santri dari Asia Tenggara yang juga memilih menuntut ilmu di Darul Mustafa, yang baru resmi dibuka pada 1997.

Dengan semakin banyaknya santri, akhirnya dibuka Darul Zahra pada 2001 bagi santri perempuan.

Selain itu, Darul Mustafa juga membuka cabang di beberapa kota di Yaman dan Asia Tenggara.

Seiring dengan berkembangnya pesantran Darul Mustafa, Habib Umar juga semakin aktif melakukan dakwahnya secara global.

Wilayah dakwahnya tidak hanya terbatas di negara-negara Arab dan Timur Tengah, tetapi juga sejumlah negara Eropa, Australia, dan Asia Tenggara.

Di Indonesia, Habib Umar bin Hafidz telah melakukan dakwah rutin sejak 1994.

Habib Umar bahkan merintis lahirnya Majelis Al-Muwasholah Bayna Ulama Al Muslimin atau Forum Silaturrahmi antarulama, yang membuat intensitas kedatangannya semakin sering.

Selain berdakwah di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, hingga Kalimantan, Habib Umar juga mengajar di pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU).

(Tribunnewsmaker/ Kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved