Minggu, 24 Mei 2026

Ratu Sofya Bongkar Polemik Film Dosa, Akui Tak Ada Intimacy Coordinator dan Bantah Somasi

Ratu Sofya akhirnya buka suara terkait polemik film Dosa. Ia mengaku tidak mendapat pendampingan intimacy coordinator, menyoroti body double

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Dok istimewa
RATU SOFYA MANGKIR - Artis Ratu Sofya buka suara soal polemik dirinya dengan rumah produksi HAS Picture yang menyebutnya tidak menunaikan kewajiban sebagai pemeran utama untuk mempromosikan film 'Dosa'. Ratu Sofya di kawasan Cilandak Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026). 

Isu tersebut sebelumnya berkembang setelah muncul dugaan sengketa terkait honorarium keterlibatan Ratu dalam film Dosa.

Kabar tersebut semakin berkembang setelah pihak produksi menilai ada persoalan profesionalitas yang memengaruhi agenda promosi film.

Akibatnya, muncul persepsi di masyarakat bahwa hubungan Ratu dengan keluarganya ikut terlibat dalam konflik tersebut.

Kuasa Hukum Ungkap Duduk Perkara

Tim kuasa hukum Ratu Sofya kemudian memberikan penjelasan lebih rinci mengenai persoalan yang sebenarnya terjadi.

Kuasa hukum Ratu, M. Risvan, menegaskan dokumen yang sempat beredar bukan merupakan somasi.

Menurutnya, dokumen itu hanya berupa surat pernyataan sikap untuk merespons langkah hukum yang lebih dahulu diambil pihak lain.

Risvan menjelaskan bahwa secara hukum terdapat perbedaan mendasar antara surat pernyataan dan somasi.

Somasi pada umumnya berisi ancaman atau konsekuensi hukum tertentu apabila tuntutan tidak dipenuhi.

Sementara dokumen yang dikirim pihak Ratu tidak memuat unsur tersebut.

"Jadi, kami mengirimkan surat pernyataan dan penegasan, bukan somasi. Jadi, tidak ada somasi sama sekali dari klien kami kepada orangtuanya," jelas kuasa hukum Ratu, Dede Rahmat.

Menurut Dede, surat tersebut juga dikirim kepada ayah Ratu semata karena alasan administratif.

Sebab, ayah Ratu merupakan pihak yang menandatangani kerja sama awal dengan rumah produksi.

"Karena yang menandatangani kontrak pada saat itu memang ayah dari Ratu," katanya.

Soroti Profesionalisme dan Hak Pemain

Selain membantah isu yang beredar, pihak Ratu Sofya juga menyoroti persoalan hak dan kewajiban profesional dalam kerja sama produksi film.

Kuasa hukum menegaskan kliennya sama sekali tidak menolak kewajiban promosi.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved