Ratu Sofya Bongkar Polemik Film Dosa, Akui Tak Ada Intimacy Coordinator dan Bantah Somasi
Ratu Sofya akhirnya buka suara terkait polemik film Dosa. Ia mengaku tidak mendapat pendampingan intimacy coordinator, menyoroti body double
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Polemik Ratu Sofya dan HAS Pictures semakin memanas.
- Ratu mengaku tidak didampingi intimacy coordinator saat syuting film Dosa, menyinggung soal body double, serta menepis isu bahwa dirinya melayangkan somasi kepada kedua orang tuanya.
BANGKAPOS.COM--Polemik antara aktris muda Ratu Sofya dengan rumah produksi HAS Pictures terkait film Dosa Penebusan atau Pengampunan memasuki babak baru.
Setelah beberapa waktu menjadi perbincangan publik akibat isu somasi, honorarium, promosi film hingga kabar hubungan dengan keluarganya, Ratu akhirnya muncul ke hadapan media untuk memberikan klarifikasi secara langsung didampingi tim kuasa hukumnya.
Kemunculan aktris berusia 22 tahun itu di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026), seolah menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang selama beberapa hari terakhir beredar di media sosial maupun berbagai platform digital.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu tidak hanya menanggapi isu mengenai dugaan somasi kepada orang tuanya, tetapi juga menyoroti pengalaman selama menjalani proses produksi film yang menurutnya menyisakan sejumlah persoalan.
Salah satu poin yang menjadi sorotan ialah pengakuannya mengenai tidak adanya pendampingan intimacy coordinator (IC) selama proses produksi berlangsung.
Belakangan, keberadaan intimacy coordinator memang menjadi perhatian penting dalam industri perfilman modern.
Profesi tersebut berperan memastikan adegan-adegan sensitif atau adegan yang memiliki unsur keintiman dilakukan dengan batasan jelas serta persetujuan seluruh pihak yang terlibat.
Ketika ditanya mengenai keberadaan pendamping tersebut selama proses syuting, Ratu menjawab singkat.
"Tidak ada. Gitu," ujar Ratu Sofya.
Pernyataan itu segera memunculkan perhatian publik karena penggunaan intimacy coordinator kini semakin banyak diterapkan dalam produksi film maupun serial, terutama pada adegan yang dianggap memiliki sensitivitas tinggi.
Adegan Intim Kembali Jadi Sorotan
Sebelumnya, nama Ratu Sofya sempat menjadi perbincangan setelah muncul pengakuannya terkait rasa tidak nyaman dalam menjalani adegan intim di film Dosa.
Ia mengaku keberatan terhadap salah satu adegan karena merasa tidak tersedia body double yang dapat menggantikan perannya dalam adegan tertentu.
Pernyataan itu kemudian memancing respons dari pihak rumah produksi.
HAS Pictures melalui co-producer Putri sebelumnya menegaskan bahwa tim produksi telah menyediakan fasilitas body double untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut.
"Bukan kita tidak menyediakan, ada (body double) gitu, ada. Kita selalu standby body double," kata Putri.
Menurut Putri, keputusan penggunaan pemeran pengganti justru kembali kepada pemain itu sendiri.
"Dia bilang, 'Enggak apa-apa kok aku aja, aku bisa kalau adegannya cuman kayak gitu aja'," lanjutnya.
Di sisi lain, pihak rumah produksi juga menepis berbagai anggapan mengenai adanya eksploitasi adegan dewasa dalam film tersebut.
Produser film, Reza Aditya, menegaskan adegan yang dipersoalkan bukan dibuat demi mengejar sensasi semata.
"Memang benar ada adegan sex scene, tapi kita juga tidak sangat mengekspos itu karena bukan cuma sekadar sex scene yang kita mau tampilin di film, di karya kita. Ini ada filosofinya, ini ada ceritanya," kata Reza.
Ia memastikan proses pengambilan gambar dilakukan dengan sejumlah batasan tertentu.
"Kita juga bikinnya masih dengan batas-batas yang kita tahu, enggak vulgar dan tidak mengarah ke pornografi," jelasnya.
Meski demikian, Ratu memilih tidak membahas secara rinci mengenai detail proses pengambilan gambar.
"Sepertinya informasinya nggak usah diperpanjang lagi ya, kita juga di sini mau menginformasikan hanya sebatas di situ saja," katanya.
Bantah Somasi terhadap Orang Tua
Selain persoalan produksi film, isu lain yang tak kalah menyita perhatian ialah kabar yang menyebut Ratu Sofya melayangkan somasi hukum kepada kedua orang tua kandungnya sendiri.
Narasi tersebut ramai dibicarakan publik karena dianggap menyangkut persoalan keluarga.
Ratu secara tegas membantah tuduhan tersebut.
Dengan nada serius, ia menegaskan dirinya tidak pernah mengambil langkah hukum terhadap kedua orang tuanya.
"Tidak ada somasi, saya tidak pernah mensomasi ibu saya. Dan papa saya, saya tidak pernah," tegas Ratu.
Isu tersebut sebelumnya berkembang setelah muncul dugaan sengketa terkait honorarium keterlibatan Ratu dalam film Dosa.
Kabar tersebut semakin berkembang setelah pihak produksi menilai ada persoalan profesionalitas yang memengaruhi agenda promosi film.
Akibatnya, muncul persepsi di masyarakat bahwa hubungan Ratu dengan keluarganya ikut terlibat dalam konflik tersebut.
Kuasa Hukum Ungkap Duduk Perkara
Tim kuasa hukum Ratu Sofya kemudian memberikan penjelasan lebih rinci mengenai persoalan yang sebenarnya terjadi.
Kuasa hukum Ratu, M. Risvan, menegaskan dokumen yang sempat beredar bukan merupakan somasi.
Menurutnya, dokumen itu hanya berupa surat pernyataan sikap untuk merespons langkah hukum yang lebih dahulu diambil pihak lain.
Risvan menjelaskan bahwa secara hukum terdapat perbedaan mendasar antara surat pernyataan dan somasi.
Somasi pada umumnya berisi ancaman atau konsekuensi hukum tertentu apabila tuntutan tidak dipenuhi.
Sementara dokumen yang dikirim pihak Ratu tidak memuat unsur tersebut.
"Jadi, kami mengirimkan surat pernyataan dan penegasan, bukan somasi. Jadi, tidak ada somasi sama sekali dari klien kami kepada orangtuanya," jelas kuasa hukum Ratu, Dede Rahmat.
Menurut Dede, surat tersebut juga dikirim kepada ayah Ratu semata karena alasan administratif.
Sebab, ayah Ratu merupakan pihak yang menandatangani kerja sama awal dengan rumah produksi.
"Karena yang menandatangani kontrak pada saat itu memang ayah dari Ratu," katanya.
Soroti Profesionalisme dan Hak Pemain
Selain membantah isu yang beredar, pihak Ratu Sofya juga menyoroti persoalan hak dan kewajiban profesional dalam kerja sama produksi film.
Kuasa hukum menegaskan kliennya sama sekali tidak menolak kewajiban promosi.
Ratu disebut memahami bahwa promosi merupakan bagian dari isi kontrak kerja yang telah disepakati.
Namun, menurut pihaknya, profesionalisme juga harus berlaku dua arah.
Mereka menilai hak-hak pemain selama proses produksi seharusnya diselesaikan terlebih dahulu sebelum memasuki tahapan promosi.
Dede menegaskan pihaknya menyayangkan langkah rumah produksi yang dianggap terlalu cepat membawa persoalan ke ruang publik.
Mereka menilai hal itu berpotensi memunculkan stigma negatif terhadap Ratu.
"Kami meminta semua pihak yang telah menyebarkan narasi somasi tersebut untuk meralatnya, dan kami tidak menutup kemungkinan menempuh upaya hukum apabila pemberitaan yang merugikan terus berlanjut," ujarnya.
Polemik Masih Berlanjut
Kasus yang melibatkan Ratu Sofya dan HAS Pictures kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Di satu sisi, rumah produksi mempertahankan pandangan bahwa seluruh proses produksi dilakukan sesuai prosedur.
Di sisi lain, pihak Ratu menilai masih ada sejumlah hal yang perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi persepsi yang merugikan.
Perdebatan ini pun memunculkan diskusi yang lebih luas mengenai standar kenyamanan pemain dalam industri perfilman, termasuk soal penggunaan intimacy coordinator, perlindungan hak pemain, hingga profesionalisme dalam hubungan kerja antara artis dan rumah produksi.
Untuk saat ini, publik masih menunggu bagaimana penyelesaian akhir dari polemik yang menyeret nama salah satu aktris muda tersebut.(*)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Ratu Sofya Mengaku Tak Didampingi Intimacy Coordinator Saat Lakoni Adegan Dewasa di Film Dosa, https://wartakota.tribunnews.com/seleb/890725/ratu-sofya-mengaku-tak-didampingi-intimacy-coordinator-saat-lakoni-adegan-dewasa-di-film-dosa?page=all.
Penulis: Bayu Indra Permana | Editor: Feryanto Hadi
| Sosok Ratu Sofya, Artis Cantik Somasi Ibu Kandung Perkara Honor Film: Gue Ngebiayain Emak Gue |
|
|---|
| FAKTA Somasi Presiden Prabowo dan Menkeu Desak Cukai Minuman Berpemanis Segera Diterapkan |
|
|---|
| Sosok RF yang Somasi Suami Komedian Boiyen Kasus Pengelapan dan Penipuan Kerugian Capai Rp300 Juta |
|
|---|
| Warga Semarang Tutup Jalan Umum, Satpol PP Kirim Somasi dan Siapkan Pembongkaran |
|
|---|
| Nasib Valentinus Resa Host Metro TV yang Kini Disomasi Ormas Usai Dianggap Senggol Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ratu-Sofya-Vs-PH.jpg)