Jumat, 10 April 2026

Video

Video: Nelayan Jelitik Menanti Solusi Pendangkalan Muara Air Kantung

Pendangkalan Muara Air Kantung di Jelitik, Sungailiat, kembali menjadi sorotan, Rabu (11/2/2026).

BANGKAPOS.COM -- Pendangkalan Muara Air Kantung di Jelitik, Sungailiat, kembali menjadi sorotan, Rabu (11/2/2026). Dua unit ekskavator terlihat beroperasi mengeruk pasir di bibir muara di tengah terik matahari, memindahkan material agar tidak kembali masuk ke alur laut.

Di sekitar lokasi, sejumlah ponton tambang timah tampak terparkir dekat bibir muara, berdampingan dengan kapal-kapal nelayan yang memilih berhenti di luar karena khawatir kandas.

Kondisi air di alur muara terlihat dangkal, bahkan satu kapal nelayan dilaporkan kandas melintang di tengah jalur keluar masuk.

Pendangkalan ini menjadi persoalan rutin yang dikeluhkan nelayan Jelitik. Mereka harus berliuk-liuk mencari jalur aman dan menunggu pasang air laut agar bisa melintas, sehingga aktivitas melaut tidak lagi leluasa seperti sebelumnya.

Sudirman (51), nelayan setempat, mengatakan pendangkalan mulai terasa sejak 2011. Ia yang melaut sejak 1992 menyebut, pada era 1990-an kapal nelayan masih bisa keluar masuk muara tanpa harus memperhitungkan pasang surut air.

Menurutnya, kondisi saat ini memaksa nelayan rutin mengecek ketinggian air sebelum berangkat maupun kembali dari laut. Akibatnya, frekuensi melaut menurun drastis dan berdampak pada hasil tangkapan.

Dalam satu periode 15 hari atau pergelap, nelayan yang dulu bisa melaut tiga hingga empat kali, kini hanya dua kali. Penurunan ini turut memangkas pendapatan nelayan, ditambah risiko kerusakan kapal yang parkir di luar muara akibat dihantam ombak.

(Bangkapos.com)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved