Video
Video : Pasokan Daging Sapi Bangka Belitung Masih Bergantung dari Luar Daerah
Kebutuhan daging sapi di Kepulauan Bangka Belitung masih dipasok dari luar daerah seperti Madura dan Bali.
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Produksi ternak lokal belum mencukupi, membuat Bangka Belitung bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah.
- Pemerintah memastikan pemeriksaan ketat di RPH demi menjaga kualitas dan keamanan daging di pasaran.
BANGKAPOS.COM--Kebutuhan daging sapi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga kini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Produksi peternakan lokal belum mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
Sapi-sapi didatangkan dari berbagai sentra peternakan seperti Madura, Bali, Lampung hingga Bima. Daerah-daerah tersebut dikenal memiliki populasi sapi yang besar dan stabil sehingga mampu menyuplai kebutuhan rutin, termasuk saat permintaan meningkat.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, menjelaskan bahwa pola distribusi sapi dari luar daerah sudah berlangsung lama dan menjadi sistem baku dalam pemenuhan kebutuhan daging.
Menurutnya, sapi yang tiba di Bangka Belitung tidak langsung diperjualbelikan. Hewan ternak terlebih dahulu melalui pemeriksaan kesehatan sebelum dipotong di Rumah Potong Hewan atau RPH.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan daging yang beredar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.
Setelah dipotong di RPH, daging sapi kemudian didistribusikan ke berbagai pasar sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.
Pasar besar yang beroperasi hingga sore hari biasanya menyerap pasokan lebih banyak. Selain melayani konsumen rumah tangga, pasar tersebut juga memasok kebutuhan rumah makan dan pelaku usaha kuliner.
Sementara itu, pasar pagi dengan jam operasional lebih singkat cenderung memiliki volume transaksi yang lebih terbatas.
Yiyi menegaskan, peran penampung sapi dan pengelola RPH sangat penting dalam menjaga kelancaran rantai distribusi. Penampung menjadi pintu masuk sapi dari luar daerah, sedangkan RPH memastikan proses pemotongan sesuai prosedur dan standar yang berlaku.
Meski kebutuhan daging terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, kontribusi peternakan lokal masih relatif kecil.
Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan populasi dan produktivitas ternak melalui bantuan bibit, pendampingan teknis, serta pembinaan kepada peternak.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan daerah dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.
Bangkapos.com/Erlangga
| Video : Pilkades 2026 Bangka Barat Berpotensi Ramai, Bupati Minta Panitia Berintegritas |
|
|---|
| Video: Modal Perahu Kecil, Detik-detik Militer Iran Ambil Alih 2 Kapal Terafiliasi Israel di Hormuz |
|
|---|
| Video : Harga BBM Naik, Bupati Bangka Tinggalkan Pajero, Pilih Naik Motor untuk Kegiatan Dinas Dekat |
|
|---|
| Video : AS Cegat Tiga Kapal Tanker Iran Dekat Perairan RI, Indonesia Terseret Perang? |
|
|---|
| Video: BBM Nonsubsidi Naik, Bupati Bangka Fery Insani Tinggalkan Pajero, Pilih Innova dan Motor |
|
|---|