Video
Video: Rusia dan China Kompak Tekan AS-Israel, Industri Dirgantara IDF dan AS Remuk
Pada Senin (23/3/2026), Rusia dan Tiongkok menyerukan penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
BANGKAPOS.COM -- Pada Senin (23/3/2026), Rusia dan Tiongkok menyerukan penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Langkah ini dinilai penting untuk meredakan krisis di Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Rusia meminta AS dan Israel menghentikan eskalasi.
Moskow juga menegaskan masih menjalin komunikasi dengan Iran.
Sementara itu, Tiongkok mendesak semua pihak menghentikan operasi militer.
Beijing meminta konflik diselesaikan melalui jalur perundingan.
Mereka memperingatkan, konflik yang terus meluas bisa memicu kekerasan berkepanjangan di kawasan.
Diketahui, situasi di Selat Hormuz kini dilaporkan terganggu.
Jalur pelayaran menjadi tidak aman akibat meningkatnya ketegangan.
Kondisi ini berdampak pada ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk, sehingga harga minyak dunia pun ikut melonjak.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz dalam 48 jam.
Menanggapi hal tersebut, Iran memberikan peringatan keras.
Teheran mengancam akan menyerang fasilitas milik AS dan Israel di kawasan jika diserang.
(Bangkapos.com/Tribun-Video.com/Al-Mayadeen.net)
| Video: Tel Aviv Dihujani Rudal Iran saat Gencatan Senjata, Trump Sanksi 50 Persen Pemasok Senjata |
|
|---|
| Video : Pemkot Pangkalpinang Salurkan Bantuan Pangan ke 20.211 KPM, Total 404 Ton Beras |
|
|---|
| Video : KPPG Tinjau Program MBG di SLB Negeri 31 Pangkalpinang, Soroti Kebutuhan Khusus Siswa |
|
|---|
| Video : Imbas Tahanan Kabur, Ruang Besuk Polres Bangka Ditutup Sementara |
|
|---|
| Video : Kegembiraan Warga Iran Rayakan Gencatan Senjata, Amerika Serikat Kalah! |
|
|---|