Sabtu, 11 April 2026

Video

Video: Rusia dan China Kompak Tekan AS-Israel, Industri Dirgantara IDF dan AS Remuk

Pada Senin (23/3/2026), Rusia dan Tiongkok menyerukan penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah

BANGKAPOS.COM -- Pada Senin (23/3/2026), Rusia dan Tiongkok menyerukan penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Langkah ini dinilai penting untuk meredakan krisis di Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri Rusia meminta AS dan Israel menghentikan eskalasi.

Moskow juga menegaskan masih menjalin komunikasi dengan Iran.

Sementara itu, Tiongkok mendesak semua pihak menghentikan operasi militer.

Beijing meminta konflik diselesaikan melalui jalur perundingan.

Mereka memperingatkan, konflik yang terus meluas bisa memicu kekerasan berkepanjangan di kawasan.

Diketahui, situasi di Selat Hormuz kini dilaporkan terganggu.

Jalur pelayaran menjadi tidak aman akibat meningkatnya ketegangan.

Kondisi ini berdampak pada ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk, sehingga harga minyak dunia pun ikut melonjak.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz dalam 48 jam.

Menanggapi hal tersebut, Iran memberikan peringatan keras.

Teheran mengancam akan menyerang fasilitas milik AS dan Israel di kawasan jika diserang.

(Bangkapos.com/Tribun-Video.com/Al-Mayadeen.net)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved