Berita Video
Video : Misi Penyelamatan Pilot AS yang Berujung Kontroversi
Kabar operasi penyelamatan pilot Amerika Serikat yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran jadi kontroversi.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Kabar operasi penyelamatan pilot Amerika Serikat yang pesawatnya ditembak jatuh oleh Iran jadi kontroversi.
Amerika Serikat dilaporkan meluncurkan misi penyelamatan besar-besaran untuk mengevakuasi pilot jet tempur F-15 yang jatuh di wilayah Iran. Operasi ini disebut melibatkan armada udara yang signifikan, termasuk pesawat pengangkut C-130 Hercules, pesawat pengisian bahan bakar, serta helikopter H-60. Pasukan elit AS terbang rendah di atas perbukitan Iran, sebuah manuver yang sangat berbahaya karena rentan terhadap serangan darat.
Di sisi lain, pihak Iran melalui markas besar Katam Al-Anbiya mengklaim telah menggagalkan operasi tersebut. Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menembak jatuh satu pesawat C-130, dua helikopter Black Hawk, dan sebuah drone Israel. Foto-foto yang beredar memperlihatkan puing-puing pesawat yang hangus dengan kepulan asap di lokasi jatuhnya pesawat. Akibat insiden ini, Iran mengklaim sedikitnya lima personel militer tewas.
Sementara itu, sebuah rekaman viral yang memperlihatkan seorang pilot AS sedang diinterogasi viral. Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut adalah hoaks atau disinformasi jika dikaitkan dengan kejadian sekarang. Rekaman itu sebenarnya berasal dari Perang Teluk tahun 1991. Pilot dalam video tersebut adalah Kolonel David William Eberly yang pesawatnya ditembak jatuh di Irak puluhan tahun lalu, bukan di Iran saat ini.
BIran Terdapat pertentangan narasi antara kedua belah pihak. Presiden Donald Trump mengklaim bahwa misi tersebut sukses dan pilot F-15 berhasil diselamatkan dalam operasi yang ia sebut sangat bersejarah. Sebaliknya, Iran menilai Trump mencoba menutupi kegagalan besar, mengingat banyaknya alutsista yang hancur di lapangan.
Laporan lain menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat terpaksa menghancurkan pesawat mereka sendiri di landasan pacu darurat di Isfahan. Hal ini dilakukan karena pesawat-pesawat tersebut mengalami kendala teknis dan tidak bisa lepas landas saat evakuasi. AS memilih menghancurkannya agar teknologi canggih pada pesawat tersebut tidak jatuh ke tangan Iran dan dicuri. Total kerugian mencakup dua pesawat MC-130J dan dua helikopter operasional. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)