Sabtu, 18 April 2026

Video

Video : Program MBG Rp3,9 Miliar Mengalir di Babel Lewat SPPG, Klaim Dampak Ekonomi Daerah

Program SPPG dari Badan Gizi Nasional mengalirkan Rp3,9 miliar per hari ke Bangka Belitung.Ribuan tenaga kerja terserap dan ekonomi lokal terdongkrak

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:Program pemenuhan gizi SPPG membawa dampak besar bagi ekonomi Bangka Belitung
Setiap hari Rp3,9 miliar dana berputar, menyerap ribuan tenaga kerja dan menggerakkan sektor pangan lokal.

BANGKAPOS.COM--Program pemenuhan gizi yang dijalankan pemerintah pusat diklaim mulai menunjukkan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi di daerah. 

Di Kepulauan Bangka Belitung, aliran dana miliaran rupiah setiap hari dari program ini dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di sektor pangan dan tenaga kerja.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekitar Rp3,9 miliar dana dari pemerintah pusat mengalir ke Bangka Belitung setiap harinya.

Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk mendukung program gizi, tetapi juga memberi efek berganda bagi ekonomi lokal.

Menurut Sony, perputaran anggaran ini terjadi melalui berbagai sektor, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pembelian bahan pangan dari pelaku usaha lokal.

Program ini secara langsung melibatkan masyarakat dalam rantai distribusi, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas.

“Dana yang masuk tidak hanya berhenti pada program, tetapi berputar di masyarakat melalui tenaga kerja dan kebutuhan bahan pangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 4.550 warga telah terserap sebagai tenaga kerja dalam pelaksanaan program tersebut.

Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat.

Selain itu, anggaran program juga dialokasikan untuk membeli berbagai kebutuhan pangan seperti beras, sayur-mayur, buah-buahan, ikan, telur, hingga daging dari petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal.

Hal ini dinilai mampu mendorong peningkatan permintaan produk daerah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tingkat lokal.

Sony menilai, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi kunci penting dalam memastikan program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya perputaran dana yang signifikan setiap hari, program SPPG diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat di Bangka Belitung.

Pemerintah pun berharap model serupa dapat terus diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara merata, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved