Video
Video: Parade Rudal di Teheran, Sinyal Keras Iran ke Dunia
Alih-alih meredakan situasi, pemerintah di Teheran justru menampilkan kekuatan militernya melalui parade rudal balistik
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM -- Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menunjukkan sikap tegas di tengah langkah Amerika Serikat yang memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas.
Alih-alih meredakan situasi, pemerintah di Teheran justru menampilkan kekuatan militernya melalui parade rudal balistik yang digelar pada Selasa (21/4/2026) malam waktu setempat.
Siaran televisi pemerintah memperlihatkan sejumlah rudal balistik dipamerkan secara terbuka di jalan-jalan utama kota.
Baca juga: Polda Babel Tertibkan Dua Lokasi Tambang Ilegal di Kecamatan Belinyu
Pasukan dari Korps Garda Revolusi Islam terlihat mengawal ketat berbagai sistem senjata, termasuk rudal jarak menengah Korramshahr-4 dan Qadr yang dipasang di peluncur bergerak.
Aksi tersebut dinilai bukan sekadar unjuk kekuatan militer, melainkan juga sinyal politik yang kuat kepada Washington dan sekutunya.
Rudal Korramshahr-4 dikenal sebagai salah satu senjata strategis Iran dengan jangkauan luas dan daya hancur besar.
Sementara itu, rudal Qadr disebut memiliki kemampuan membawa munisi curah (cluster munitions), yang kerap menjadi sorotan karena dampaknya yang luas terhadap area target.
Dalam sejumlah laporan sebelumnya, sistem persenjataan ini juga dikaitkan dengan serangan terhadap Israel dalam periode konflik yang masih berlangsung.
Parade tersebut turut dihadiri massa pendukung pemerintah yang memadati jalanan. Mereka menyuarakan slogan-slogan anti-AS dan anti-Israel, mencerminkan kuatnya dukungan domestik terhadap sikap keras pemerintah Iran.
Langkah ini dipandang sebagai penegasan bahwa Teheran tidak akan mudah tunduk pada tekanan eksternal, meskipun jalur diplomasi terus diupayakan oleh Amerika Serikat.
Perpanjangan gencatan senjata tanpa kepastian waktu dari Washington justru dianggap menambah ketidakjelasan dalam dinamika konflik kawasan.
Situasi ini menunjukkan bahwa upaya de-eskalasi masih menghadapi hambatan serius. Di satu sisi, Amerika Serikat berusaha menjaga stabilitas melalui kebijakan gencatan senjata, sementara di sisi lain Iran демонстрasikan kesiapan militernya sebagai bentuk pencegah (deterrence).
Jika tidak diimbangi dengan langkah diplomasi yang lebih konkret dan terarah, kondisi ini berpotensi memperpanjang ketegangan bahkan meningkatkan risiko konflik terbuka di kawasan.
(Wartakota/Tribunnews/Bangkapos.com)
| Video: Imbas Harga BBM Naik, Bupati Bangka Beralih ke Motor untuk Kegiatan Jarak Dekat |
|
|---|
| Video: Gudang Senjata AS Kritis, Trump Terpaksa Perpanjang Gencatan Senjata demi Hindari Perang |
|
|---|
| Video: Pentagon Ngamuk! 26 Kapal Iran Tembus Blokade AS di Selat Hormuz, Trump Disebut Gagal |
|
|---|
| Video: Mundur Tiba-tiba, Menteri Angkatan Laut AS Diduga Dipecat di Tengah Blokade Pelabuhan Iran |
|
|---|
| Video : Pilkades 2026 Bangka Barat Berpotensi Ramai, Bupati Minta Panitia Berintegritas |
|
|---|