Video
Video : China Desak Warganya Tinggalkan Iran, Peringatan Serius!
Pemerintah China secara mendadak mengeluarkan peringatan keras bagi warganya untuk segera meninggalkan Iran
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Pemerintah China secara mendadak mengeluarkan peringatan keras bagi warganya untuk segera meninggalkan Iran. Langkah ini memicu kekhawatiran global karena dianggap mirip dengan pola peringatan yang dikeluarkan sesaat sebelum terjadinya serangan Amerika Serikat dan Israel di masa lalu.
Kedutaan Besar China di Teheran pada Kamis, 24 April, resmi mengeluarkan imbauan evakuasi mandiri bagi seluruh warga negaranya. Meski sebagian wilayah udara Iran telah dibuka kembali untuk penerbangan komersial, otoritas China menegaskan bahwa kondisi di lapangan belum sepenuhnya stabil.
Warga yang masih berada di Iran diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan menjauhi lokasi-lokasi sensitif, seperti gedung pemerintahan serta fasilitas militer yang berisiko menjadi target serangan utama. Pemerintah China memberikan peringatan tegas bahwa bagi mereka yang mengabaikan imbauan ini, bantuan konsuler mungkin tidak akan bisa diberikan secara maksimal jika situasi memburuk.
Peringatan ini dinilai sangat serius mengingat China pernah mengeluarkan instruksi serupa pada 27 Februari lalu, tepat sehari sebelum serangan Amerika Serikat dan Israel menghantam Iran. Saat ini, ketegangan di kawasan Teluk kembali memuncak menyusul kedatangan kapal induk ketiga Amerika Serikat, USS George Bush, di sekitar perairan tersebut.
Selain itu, situasi semakin keruh setelah militer Amerika Serikat menyita kapal berbendera Iran, MV Itoska, di Teluk Oman pada 19 April. Pihak Iran melalui misi PBB mengutuk keras tindakan tersebut, menyatakan bahwa kapal itu membawa perlengkapan medis penting berupa alat dialisis [02:06].
Presiden AS, Donald Trump, sempat melontarkan spekulasi bahwa muatan kapal tersebut adalah "hadiah" rahasia dari China, namun klaim tersebut langsung dibantah keras oleh Beijing. China menegaskan bahwa hubungan dagang antarnegara tidak boleh diganggu oleh konflik politik maupun militer.
Hingga saat ini, Iran telah melayangkan surat resmi ke PBB untuk membahas masalah penyitaan kapal tersebut, sementara dunia terus memantau pergerakan warga China sebagai indikator potensi pecahnya konflik terbuka di kawasan tersebut.
| Video: 34 Tanker 'Hantu' Terobos Blokade AS, 10,7 Juta Barel Minyak Rp15,6 Triliun Berhasil Lolos |
|
|---|
| Video: China Desak Warganya Segera Angkat Kaki dari Iran, Kapal Induk AS Mulai Kepung Selat Hormuz |
|
|---|
| Video: Iran Bantah Minta Negosiasi ke AS, Sebut Gedung Putih Bohong Soal Klaim Pertemuan Tatap Muka |
|
|---|
| Video: Mojtaba Khamenei Sebut Musuh Kian Rapuh, Tegaskan Persatuan Rakyat Iran Jadi Pukulan Telak |
|
|---|
| Video : Daehoon Tegaskan Tak Akan Rujuk dengan Jule, Alasannya Terungkap |
|
|---|