Video
Video : Terjebak, Donald Trump Disebut Salah Perhitungan Perang Lawan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah menghadapi situasi pelik dalam konfrontasi dengan Iran.
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah menghadapi situasi pelik dalam konfrontasi dengan Iran. Analisis terbaru menyebut Trump terjebak dalam "perang pilihan" yang didasari pada kesalahan perhitungan fatal, di mana ia kini harus berhadapan dengan musuh yang dinilai licik dan keras kepala.
Mengutip laporan media Israel, Haaretz, Presiden Donald Trump diklaim telah mengalami kesalahan perhitungan besar dalam upayanya menundukkan Iran.
Setelah lebih dari dua bulan mencoba menekan Teheran, Trump disebut terjebak dalam pertempuran buntu. Analis menilai bahwa untuk pertama kalinya dalam karier politiknya, Trump tidak dapat menghindari tanggung jawab atas keputusan buruk yang ia ambil. Ia kini dihadapkan pada musuh yang disebut "licik, keras kepala, dan tidak mengenal rasa takut."
Dua Pilihan Sulit
Laporan tersebut menyoroti bahwa Donald Trump kini terjebak di antara dua pilihan yang sama-sama berat:
- Menerima kesepakatan politik dengan memberikan berbagai konsesi.
- Menghadapi perang panjang dan mahal yang berisiko menggerus dukungan publik, serupa dengan apa yang dialami mantan Presiden George W. Bush.
Strategi Trump yang awalnya meyakini bahwa serangan singkat dapat menjatuhkan pemerintahan Iran dan menjadi pencapaian sejarah, justru berubah menjadi konflik tanpa jalan keluar yang jelas.
Kritik dari Media Iran
Di sisi lain, media Iran, Tasnim, memberikan kritik tajam terhadap kebijakan Trump di Selat Hormuz. Keputusan Trump untuk menangguhkan "Proyek Kebebasan" di wilayah tersebut dianggap sebagai langkah untuk menyelamatkan muka demi menghindari pengakuan kekalahan secara terbuka.
Tasnim menilai klaim-klaim Washington terkait kemajuan negosiasi adalah tidak realistis. Teheran justru disebut merespons tekanan Amerika Serikat dengan sikap yang jauh lebih keras, menjadikan diplomasi yang ditawarkan Trump hanya sebagai "tempat persembunyian" dari kegagalan strategi yang berulang.
Kini, dunia menunggu apakah Donald Trump akan terus menempuh jalur konfrontasi atau akhirnya memilih jalan konsesi di tengah tekanan politik yang kian meningkat. (Sumber : YouTube Bangka Pos Official)
| Video: Donald Trump Minta Iran “Kibarkan Bendera Putih”, Ketegangan Memanas di Selat Hormuz |
|
|---|
| Video : Saksi Ahli Ungkap Kondisi Psikologis Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS |
|
|---|
| Video : Mantan Bupati Bangka Selatan Justiar Noer Jalani Sidang, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi |
|
|---|
| Video : Operasi AS di Selat Hormuz Tersendat, Iran Sebut Trump Mundur Hindari Kekalahan |
|
|---|
| Video : Ketekunan Perempuan Penjaga Tradisi, Anyam Lidi Nipah Jadi Sumber Penghidupan |
|
|---|