Kamis, 14 Mei 2026

Video

Video : Iran Ancam Tingkatkan Pengayaan Uranium hingga 90 Persen Jika Diserang Lagi

Iran memberi sinyal keras terkait program nuklirnya dengan ancaman meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 persen jika kembali diserang.

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
  • Juru bicara parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyebut negaranya bisa meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 persen apabila kembali mendapat serangan.
  • Ancaman itu disampaikan di tengah memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat.

 

BANGKAPOS.COM-- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Iran memberi sinyal keras terkait program nuklirnya di tengah meningkatnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Juru bicara parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyatakan negaranya dapat meningkatkan level pengayaan uranium hingga 90 persen apabila kembali mendapat serangan dari pihak luar.

Pernyataan tersebut disampaikan Rezaei melalui unggahan di platform X pada Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan langkah itu bisa diambil sebagai respons terhadap ancaman keamanan yang dihadapi Iran.

Level pengayaan uranium hingga 90 persen diketahui merupakan tingkat yang sangat tinggi dan mendekati kebutuhan untuk pengembangan senjata nuklir.

Pernyataan itu langsung memicu perhatian internasional karena sebelumnya Iran telah beberapa kali mendapat sorotan terkait aktivitas pengayaan uranium yang dilakukan dalam program nuklirnya.

Sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat, selama ini menuduh Iran berpotensi mengembangkan kemampuan senjata nuklir melalui peningkatan kapasitas pengayaan uranium.

Namun Iran terus membantah tuduhan tersebut dan menyatakan program nuklir mereka hanya untuk kepentingan damai serta kebutuhan energi nasional.

Ancaman terbaru dari pejabat parlemen Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan hubungan yang terus memburuk antara Teheran dan Washington.

Pernyataan tersebut juga dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi keamanan global, terutama terkait upaya pengawasan program nuklir Iran oleh badan internasional.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait ancaman peningkatan pengayaan uranium tersebut.

Meski demikian, pengamat internasional menilai pernyataan Iran menjadi sinyal bahwa konflik politik dan militer di kawasan dapat berdampak langsung terhadap arah kebijakan nuklir negara tersebut.

Program nuklir Iran sendiri selama bertahun-tahun menjadi isu sensitif dalam hubungan internasional dan sempat memicu berbagai sanksi ekonomi dari negara-negara Barat.(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved