Selasa, 19 Mei 2026

Video

Video: China Desak AS dan Iran Segera Gencatan Senjata Permanen

Pemerintah di Beijing menilai perang yang terus berlangsung hanya memperburuk kondisi global

Tayang:

BANGKAPOS.COM - China kembali menyerukan penghentian permanen konflik antara Amerika Serikat dan Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Pemerintah di Beijing menilai perang yang terus berlangsung hanya memperburuk kondisi global, mulai dari stabilitas ekonomi hingga distribusi energi dunia.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Jumat (15/5/2026), Kementerian Luar Negeri China meminta agar jalur pelayaran penting seperti Selat Hormuz segera dibuka kembali guna menjaga rantai pasok internasional dan kestabilan perdagangan global.

“Konflik ini seharusnya bisa dihindari sejak awal dan tidak akan memberi manfaat bagi siapa pun,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Baca juga: Sosok Kevin Gusnadi, Politisi Muda yang Dikabarkan Dekat dengan Ayu Ting Ting

Beijing menyoroti dampak besar perang terhadap masyarakat sipil di Iran maupun negara-negara Timur Tengah lainnya. Selain korban kemanusiaan, konflik juga disebut menekan pertumbuhan ekonomi global dan mengganggu pasokan energi internasional.

China menegaskan penyelesaian damai akan membawa keuntungan bagi semua pihak, termasuk AS, Iran, dan negara-negara kawasan.

Menurut pemerintah China, jalur diplomasi tetap menjadi solusi terbaik dibandingkan pendekatan militer.

Beijing juga menyambut langkah gencatan senjata terbaru antara AS dan Iran serta pembukaan kembali komunikasi diplomatik kedua negara.

“Ketika pintu dialog sudah dibuka, maka jangan sampai kembali ditutup,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.

Selain mendorong perundingan damai, China meminta penyelesaian isu nuklir Iran dilakukan melalui jalur politik dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak terkait.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Seruan damai tersebut muncul bersamaan dengan kunjungan Donald Trump ke China pada 14–15 Mei 2026.

Dalam lawatan itu, Trump mengadakan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping terkait berbagai isu internasional, termasuk konflik Iran dan keamanan kawasan Timur Tengah.

Pemerintah China menyebut kedua pemimpin sepakat menjaga hubungan bilateral yang lebih stabil dan konstruktif untuk beberapa tahun mendatang.

Saat menghadiri jamuan di Beijing, Trump mengaku puas dengan hasil pertemuannya bersama Xi Jinping.

Ia juga menyebut China mulai membuka pasar secara bertahap dan meningkatkan pembelian produk pertanian dari Amerika Serikat.

Di sisi lain, Beijing menegaskan akan terus aktif mendorong perdamaian Timur Tengah melalui dialog politik dan upaya pencegahan perluasan konflik.

Latar belakang konflik AS-Iran

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari 2026 setelah serangan militer gabungan AS-Israel terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran.

Ketegangan meningkat usai perundingan nuklir di Jenewa gagal mencapai kesepakatan baru mengenai program nuklir Teheran.

Washington dan Tel Aviv menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, namun Teheran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk energi serta riset sipil.

Situasi makin memanas setelah serangan awal dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, sebelum posisinya dilanjutkan oleh Mojtaba Khamenei.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk, sekaligus memperketat blokade di Selat Hormuz yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.

Setelah konflik berlangsung lebih dari satu bulan, kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata sementara melalui mediasi Pakistan pada April 2026.

Namun negosiasi kembali mengalami kebuntuan setelah Iran menolak proposal terbaru dari pemerintahan Trump, terutama terkait permintaan pemindahan stok uranium Iran ke luar negeri.

Hingga kini, proses perdamaian masih menghadapi hambatan karena masing-masing pihak tetap mempertahankan tuntutannya.

(YouTube/Bangkapos.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved