Video
Video : DPRD Babel Dorong Percepatan Transfer Royalti Timah, Penerimaan 2025 Tercatat Menurun
Pendapatan royalti timah Bangka Belitung tahun 2025 turun menjadi Rp61 miliar dari sebelumnya Rp82 miliar. DPRD Babel mendorong percepatan transfer
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:DPRD Bangka Belitung mendorong percepatan transfer dana royalti timah dari pemerintah pusat setelah pendapatan royalti tahun 2025 tercatat turun menjadi Rp61 miliar dibandingkan Rp82 miliar pada tahun sebelumnya.
BANGKAPOS.COM--Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar, menyatakan besaran royalti timah untuk tahun 2025 tidak mengalami perubahan.
Nilai tersebut telah ditetapkan sejak akhir tahun 2024 sehingga tidak ada penyesuaian baru pada tahun berjalan.
Meski demikian, DPRD Bangka Belitung saat ini lebih menitikberatkan perhatian pada percepatan realisasi transfer dana royalti dari pemerintah pusat ke daerah agar dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan program daerah.
Eddy menjelaskan bahwa potensi peningkatan royalti pada tahun-tahun mendatang masih sangat dipengaruhi oleh kondisi sektor pertambangan, terutama dari sisi volume produksi dan penjualan timah.
Menurutnya, semakin tinggi aktivitas produksi dan penjualan timah yang dilakukan dari wilayah Bangka Belitung, maka peluang peningkatan penerimaan royalti daerah juga akan semakin besar.
“Besaran royalti untuk tahun ini sudah ditetapkan sebelumnya. Yang menjadi perhatian saat ini bagaimana proses transfer dana tersebut dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
DPRD berharap sektor pertambangan timah di Bangka Belitung dapat kembali menunjukkan tren positif setelah beberapa waktu terakhir menghadapi berbagai tantangan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat adanya penurunan pendapatan dari sektor royalti timah pada tahun 2025.
Berdasarkan data pemerintah daerah, penerimaan royalti timah tahun ini tercatat sebesar Rp61 miliar, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp82 miliar.
Penurunan tersebut menjadi perhatian karena sektor timah selama ini merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi daerah.
Meski penerimaan mengalami penurunan, Pemprov Bangka Belitung tetap optimistis kondisi tersebut bersifat sementara.
Pemerintah daerah memperkirakan penerimaan royalti akan kembali mengalami peningkatan pada tahun 2026 seiring adanya harapan perbaikan aktivitas sektor pertambangan timah.
Peningkatan produksi, perbaikan tata kelola pertambangan, serta membaiknya kondisi pasar timah global diharapkan dapat menjadi faktor pendorong kenaikan penerimaan daerah di masa mendatang.
Pemerintah daerah dan DPRD pun berharap sektor timah kembali menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Bangka Belitung yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.(*)
| Video : Publik Cemas Rupiah Melemah, Purbaya Malah Bilang: Saya Senyum Terus |
|
|---|
| Video: Israel Tengah Diguncang Nuklir, Warga Panik, Rumah Bergetar Hebat dar Ledakan Bola Api |
|
|---|
| Video: Pendidikan hingga Karir Mentereng Kevin Pacar Baru Ayu Ting Ting Terkuak, Sudah Direstui? |
|
|---|
| Video : Delegasi AS Buang Semua Barang Hadiah dari China Sebelum Naik Pesawat |
|
|---|
| Video : Wakil Gubernur Bangka Belitung Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara, Keluarga Histeris |
|
|---|