Video
Video: Purbaya Pertanyakan Pelemahan Rupiah Meski Ekonomi Dinilai Baik
Menanggapi pelemahan rupiah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merasa tidak masuk, sebab fundamental ekonomi Indonesia saat ini ...
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM -- Nilai tukar rupiah terus melemah hingga kini berada di angka Rp17.803 per dolar Amerika Serikat pada Selasa (26/5/2026).
Menanggapi pelemahan rupiah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merasa tidak masuk, sebab fundamental ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi bagus.
"Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini enggak masuk akal sebenarnya."
"Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental," kata Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026) melansir dari Tribunnews.com.
Lalu ketika ditanya akankah melakukan pengujian kembali ketahanan APBN buntut tren anjloknya nilai tukar rupiah, Purbaya mengatakan tidak akan melakukannya.
Dia mengungkapkan hal tersebut tidak akan dilakukan karena pihaknya telah menghitung APBN dengan asumsi harga minyak dunia menyentuh 100 dolar AS per barel.
Purbaya pun lantas berkelakar dirinya yang akan stres jika harga minyak dunia melebihi asumsi.
"Ya saya stres (kalau harga minyak dunia melebihi asumsi). Nggak (ada pengujian kembali ketahanan APBN). Kita udah hitung pada waktu simulasi 100 dolar per barel, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan."
"Jadi enggak ada masalah. Saya enggak harus hitung ulang APBN-nya," tuturnya.
(Bangkapos.com/TribunJatim.com)
| Video: Perang Pecah Lagi, IRGC Bom Kapal AS di Hormuz, 210 Pesawat Musuh Lumpuh Sekali Serang |
|
|---|
| Video: Markas IDF Hancur Dihantam Hizbullah, Rentetan Serangan Roket, Israel Minta Bantuan AS |
|
|---|
| Video: Iran Siaga Perang, Siapkan Kuburan Massal Pasukan Musuh, IRGC Amunisi Penuh |
|
|---|
| Video: Pria 53 Tahun di Kalsel Meninggal Dunia, Diduga Terseret Sapi Kurban yang Mengamuk |
|
|---|
| Video: AS Serang Bandar Abbas, Iran Sebut Pelanggaran Gencatan Senjata |
|
|---|